Menambal Jalan Berlubang Dengan TCM, Tambalan Cepat Mantap

Jalan rusak telah menjadi hal yang lumrah di Indonesia. Bukan karena telah dimaklumi oleh masyarakat, namunkeberadaannya tidak bisa dihindari oleh para pengguna jalan. Jalan besar maupun kecil, lintas kota maupun lintas provinsi, tidakluput dari kerusakan jalan. Sebut saja sebagai contoh, jalan sepanjang jalur Pantai Utara atau lebih dikenalsebagai jalur Pantura tidak pernah absen mengalami perbaikan setiap menjelang Lebaran. Bagian jalan yang rusak sulit dilewati sehingga kendaraan perlu memelankan laju kendaraannya untuk melewati atau menghindar dari lubang di jalan. Hal ini berdampak pada kemacetan jalan yang tidak terhindarkan.
Perbaikan jalan dengan Hotmix
Jalan Berlubang
Kerusakan jalan disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya repetisi beban kendaraan berlebih, daya dukung fondasi yang tidak cukup kuat, sejumlah air masuk ke dalam lapis perkerasan, atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut. Intrusi air menjadi penyebab yang paling sering berlaku (Nono, et al., 2016). Pada dasarnya, kerusakan jalan tergantung pada kondisi geografis jalan. Di Indonesia secara umum, faktor penyebab yang dominan faktor cuaca. Hal tersebut diperburuk dengan kualitas bahan perkerasan minimal dan beban kendaraan melintas maksimal. Mengingat kondisi iklim Indonesia yang tropis, tak jarang jalan ditempa pergantian ekstrim kondisi cuaca antara panas dan hujan.

Sementara itu, bahan perkerasan yang digunakan di sejumlah jalan besar di Indonesia memiliki kualitas yang terbatas. Konsekuensinya adalah perkerasan tersebut memiliki ketahanan yang  rendah terhadap ekstrim cuaca dan ekstrim beban kendaraan overload sehingga menjadi mudah rusak. Dari berbagai bentuk kerusakan jalan, jalan berlubang atau potholes sering ditemui selama dan setelah musim penghujan. Kerusakan ini diawali dengan retaknya permukaan jalan, sehingga air (khususnya air hujan) dengan mudah masuk ke dalam rongga-rongga udara di setiap lapisan perkerasan. Intrusi air kemudian membuat ikatan antar bahan penyusun perkerasan jalan, seperti agregat dan aspal, merenggang. Demikian, jalan menjadi berlubang setelah terkena hantaman beban berlebih dari kendaraan yang melintas yang berulang-ulang.

Selama ini, sejumlah teknologi perbaikan jalan telah banyak berkembang. Beberapa jenis perbaikan tersebut, antara lain campuran aspal panas (hot mix),lapis penetrasi makadam, campuran aspal dingin cair (cutback asphalt), maupun campuran aspal dingin emulsi (Nono, et al., 2016). Namun demikian, masing masing teknologi eksisting tertera memiliki keterbatasan dalam memecahkan masalah jalan berlubang di Indonesia akibat ekstrim cuaca di musim  penghujan. Keempat teknologi eksisting tertera dibedakan menjadi dua kategori besar, yaitu campuran aspal yang diaplikasikan pada temperatur tinggi (panas) dan yang diaplikasikan pada temperatur rendah (dingin).

Perbaikan dengan hot mix dan lapis penetrasi makadam yang bersyarat aplikasi temperatur tinggi sulit diandalkan karena keperluan menjaga suhu aspal tetap tinggi (95°C–155°C)  tidak mudah sekalipun  pencampuran aspal dilakukan on site. Tantangan jelas lebih besar jika pencampuran aspal diolah di unit pencampur aspal (Asphalt Mixing Plant), sementara musim hujan dapat mempercepat penurunan temperatur aspal pada penyampain maupun aplikasinya. Lain halnya terkait perbaikan dengan aspal dingin. Meskipun syarat temperatur aplikasi tidak sesulit campuran aspal panas (20°C–40°C), waktu perbaikan yang dibutuhkan tidak singkat. Aspal dingin memerlukan waktu hingga satu bulan sampai mengeras. Hal ini terjadi karena pelarut dalam campuran aspal dingin tidak segera menguap. Sementara itu, campuran aspal dingin emulsi tidak tahan lama dalam penyimpanan karena mudah menggumpal sekaipun sesungguhnya memiliki kekuatan yang dapat diandalkan dari awal aplikasinya (Nono, et al., 2016). Ini membuat perbaikan jalan memakan banyak waktu padahal semakin lama lubang jalan dibiarkan membuat kondisi lubang semakin parah karena air terus-menerus masuk saat hujan.

Menanggapi masalah ini, Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan)
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengembangkan sebuah teknologi perbaikan perkerasan jalan secara instant dengan nama :

Tambalan Cepat Mantap
Pada perintisannya, produk aspal instant ini memiiki tiga varian yaitu TCM-SCMA (Super Cold Mix Asphalt), TCM-SCMBA (Super Cold Mix Buton Asphalt), dan TCM-RAP (Reclaimed Asphalt Pavement).
Aplikasi TCM-SCMBA di ruas jalan Cirebon–Losari
(sumber: Nono, et al., 2016)
Perkembangan TCM
TCM-SCMA menggunakan bahan campuran aspal yang berasal dari campuran aspal panas maupun campuran aspal dingin emulsi. TCM-SCMA telah diaplikasikan secara uji coba di jalan Tol Jagorawi dan  di Kota Pekalongan pada tahun 2014 dengan campuran aspal panas, serta di ruas jalan Cirebon–Losari pada tahun 2012 dengan campuran aspal dingin.
Kemasan Tambalan Cepat Mantap
(sumber: Pusjatan)
Setelah satu tahun masa aplikasi TCM-SCMA di Jalan Tol Jagorawi dan di Pekalongan serta delapan bulan aplikasi di ruas jalan Cirebon–Losari, kondisi perbaikan jalan masih dalam kondisi baik. Selain di ketiga lokasi tersebut, TCM-SCMA juga sudah diaplikasikan di Jalan Tol Kanci – Palimanan, di Papua oleh BPPJN Papua, di Bontang, maupun di beberapa kawasan perumahan.

TCM-SCMBA merupakan campuran aspal hangat yang dicampur pada suhu 120°C–125°C. campuran ini memanfaatkan Asbuton atau Aspal dari Pulau Buton asli Indonesia, sehingga memberi sejumlah keuntungan dalam pemanfaatan sumber daya bahan lokal, sebagai berikut.

1. Menghemat devisa negara untuk impor aspal minyak
2. Mengantisipasi penurunan produksi aspal minyak dalam negeri
3. Meningkatkan mutu produksi aspal dalam negeri
4. Membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Pulau Buton

Dengan sejumlah lokasi penerapan seperti di ruas jalan Palimanan–Jatibarang KM 19+500, ruas jalan Cirebon–Losari KM 26+250, ruas jalan Sumedang–MajalengkaKM 43+850, serta ruas jalan Cileunyi–Ciawi KM 35+000 dan KM 51+000 selama Agustus hingga September 2015, kinerja TCM-SCMBA menunjukkan hasil yang baik meski di sejumlah lokasi jalan mengalami overlay lagi.
Aplikasi TCM-SCMA di jalan Tol Jagorawi
(sumber: Nono, et al., 2016)
Selain kedua varian di depan, TCM juga memiliki varian aspal instan yang memanfaatkan bahan limbah garukan lapisan beraspal dari pembongkaran lapis perkerasan lain yang telah diolah atau disebut Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dengan komposisi 70% RAP dalam TCM-RAP. TCM-RAP telah diaplikasikan pada sejumlah ruas jalan pada Juni 2015 yaitu di ruas Jalan Cirebon–Cikampek dan ruas Jalan Cirebon–Sumedang. Sejauh ini, hasil aplikasi TCMRAP dalam kondisi prima. Sebagai nilai tambah, penggunaan TCM-RAP ramah lingkungan sebab memberdayakan kembali bahan dari pengerukan aspal.

Keunggulan TCM
Dalam perkembangan komersialisasinya, TCM dikemas dalam sebuah kemasan dengan berat bersih 25 kg berisi campuran aspal dan agregat (pasir dan kerikil)penyusun struktur perkerasan jalan. Lisensi aspal ini dipegang oleh Pusjatan dengan merk dagang Super Cold Mix Asphalt (SCMA) dan Super Cold Mix Buton Asphalt (SCMBA).

Penggunaan TCM mudah, hanya dengan menuangkan isi kemasan ke lubang jalan dihendaki. Untuk lubang yang kecil, aspal dapat langsung dituangkan pada lubang jalan yang telah dibersihkan lalu dipadatkan dengan alat pemadat mekanis atau dengan beban  kendaraan yang melintas. Lain halnya dengan lubang yang besar atau banyak. Lubang jalan yang telah bersih disemprot dengan lapis perekat aspal. Setelah aspal dituang dari kemasan, permukaan aspal dipadatkan. Untuk lubang yang besar, pemadatan perlu dilakukan dengan alat pemadat mekanis agar campuran aspal padat dengan merata.

Mutu perkerasan jalan hasil TCM dapat disandingkan dengan teknologi perbaikan jalan lainnya. Dengan pengerjaan yang instant, waktu tunggu aspal “mengering” untuk dapat dilintasi kendaraan singkat, hanya 20 menit. Dengan demikian, waktu penutupan jalan untuk perbaikan lebih singkat dibandingkan dengan aspal campuran panas yang menunggu waktu mengering maupun dengan aspal campuran dingin yang menunggu waktu mengeras. Selain itu, TCM dapat dikatakan fleksibel karena mampu memperbaiki baik lubang jalan besar maupun kecil.
referensi: 
KNOWLEDGE MANAGEMENT Penerapan Teknologi Konstruksi-KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI BALAI PENERAPAN TEKNOLOGI KONSTRUKSI-Naomi Fransiska Panjaitan, S.T.

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Menambal Jalan Berlubang Dengan TCM, Tambalan Cepat Mantap"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel