Mengenal Teknik Sipil Sebagai Disiplin Ilmu Rekayasa Teknik Tertua

Teknik Sipil, bagi sebagian orang kata ini jarang didengar sehingga menimbulkan kebingungan apa itu teknik sipil. Terutama bagi siswa SMA yang sebentar lagi menamatkan sekolah dan akan melanjutkan jenjang pendidikan. Ada banyak pertanyaan apa itu Teknik Sipil, jurusan apa itu ? mari kita bahas satu persatu.

Apa sih Teknik Sipil itu? Jurusan Teknik Sipil Belajarnya apa aja sih? Dan berbagai pertanyaan lainnya kerap masih banyak dipertanyakan. Dikutip dari Wikipedia, Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia.

Teknik sipil memiliki bidang dan ruang lingkup yang luas, yang tercakup dalam pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa mengubah sebuah hutan menjadi kota besar.

Jadi, Teknik Sipil itu identik dengan hitungan?  Matematika, Mekanika, Statistik, Fisika?

Ya, bisa dikatakan, perhitungan yang kuat adalah dasar fundamental untuk belajar teknik sipil.  Dengan perhitungan yang matang,  maka akan lebih mudah memahami teknik sipil.

Semua aspek di bahas didalam jurusan Teknik sipil.  Mulai dari lempengan didasar bumi,  memprediksikan rawan gempa sampai memperhitungkan posisi bulan yang bisa mempengaruhi pasang surut.  Mulai dari ekonomi teknik,  hukum konstruksi sampai irigasi Pertanian.  Mulai dari bangunan pemecah ombak, sampai bangunan pencakar langit, dan masih banyak lagi.

Teknik sipil berkaitan erat dengan disiplin ilmu lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung,  seperti dengan arsitektur, pertanian, tata ruang perkotaan, geologi,  electrical dan lainnya.

Cabang-Cabang Ilmu Teknik Sipil
  1. Struktural: Cabang yang mempelajari masalah struktural dari materi yang digunakan untuk pembangunan. Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat dari beberapa pilihan jenis material seperti baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya.Setiap bahan tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. Ilmu bidang struktural mempelajari sifat-sifat material itu sehingga pada akhirnya dapat dipilih material mana yang cocok untuk jenis bangunan tersebut. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan.
  2. Geoteknik: Cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dan batuan dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya. Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah, penyelidikan laboratorium serta perencanaan konstruksi tanah dan batuan, seperti: timbunan (embankment), galian (excavation), terowongan tanah lunak (soft soil tunnel), terowongan batuan (rock/mountain tunnel), bendungan tanah/batuan (earth dam, rock fill dam), dan lain-lain.
  3. Manajemen Konstruksi: Cabang yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan pekerjaan, pengembalian modal, biaya proyek, semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.
  4. Hidrologi: Cabang yang mempelajari air, distribusi, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, irigasi, waduk/bendungan(dam), kanal.
  5. Teknik Lingkungan: Cabang yang mempelajari permasalahan-permasalahan dan isu lingkungan. Mencakup bidang ini antara lain penyediaan sarana dan prasarana air besih, pengelolaan limbah dan air kotor, pencemaran sungai, polusi suara dan udara hingga teknik penyehatan.
  6. Transportasi: Cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar udara, terminal, stasiun dan manajemennya.
  7. Informatika Teknik Sipil: Cabang baru yang mempelajari penerapan Komputer untuk perhitungan/pemodelan sebuah sistem dalam proyek Pembangunan atau Penelitian. Mencakup bidang ini antara lain dicontohkan berupa pemodelan Struktur Bangunan (Struktural dari Materi atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic information system).

Sejarah Teknik Sipil

Teknik sipil telah banyak perkembangan dalam memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan bangunan, merancang, membangun dan memelihara lingkungan di dunia. Pada awalnya insinyur yang yang bertugas dalam ruang lingkup sipil dan non-militer dikategorikan sebagai insinyur sipil untuk membedakan mereka dari insinyur militer.

Seorang insinyur militer adalah orang yang membuat 'mesin perang'. Pada zaman kuno jembatan, saluran air, benteng dan mesin perang itu semua proyek juga proyek-proyek yang dilakukan oleh insinyur militer.

Awalnya Profesi Engineer ini dimiliki oleh militer (bagian dari jabatan militer) untuk membangun pertahanan, benteng, pos pos militer, jalan, jembatan dan bangunan pendukung perang lainnya. Seusai perang para engineer ini dibutuhkan untuk membangun ulang kota yang sudah hancur, menata kota lebih teratur sesusai kebutuhan. Namun akhirnya profesi ini terpisah dari militer, Civil Engineering, Ilmu yang melingkupi Teknik sipil ini termasuk matematika, kimia, geologi, lingkungan hingga komputer. Semuanya memiliki fungsi penting dalam Civil engineering

Ribuan tahun yang lalu ketika kerajaan maya dan Mesir sedang membangun piramida, orang-orang yang merancang dan mengawasi pembangunan piramida pasti seorang insinyur. Tentu saja, orang-orang tersebut mempunyai tanggung jawab untuk memecahkan masalah-masalah sehari konstruksi, transportasi, air irigasi, perencanaan kota .

Para insinyur di masa lalu sering memecahkan masalah-masalah teknis dari pengalaman sehari hari mereka dengan menggunakan ilmu mekanika, pengalaman menangani bahan-bahan yang tersedia dan pengalaman bekerja di bagian y, militer untuk arsitektur, yang melibatkan desain estetika struktur dan bentuk keseluruhan dan bentuk struktur.

Sejarah mencatat praktek rekayasa dibidang teknik sipil diawali pada kurun waktu 4000 sampai 2000 SM di Mesir Kuno dan Mesopotamia (Irak Kuno) ketika manusia mulai meninggalkan keberadaan nomaden, menciptakan kebutuhan untuk pembangunan tempat penampungan. Dikala itu, transportasi menjadi semakin penting menuju pengembangan roda dan berlayar. Sampai zaman modern tidak ada perbedaan yang jelas antara teknik sipil dan arsitektur, insinyur sipil dan arsitek sering bekerja secara bergantian. Pembangunan piramida di Mesir (sekitar 2700-2500 SM) adalah beberapa contoh pertama dari konstruksi struktur besar.

Termasuk konstruksi teknik sipil kuno lainnya adalah sistem pengelolaan air Qanat (diperkirakan berumur 3000 tahun dengan panjang sekitar 71 km), Parthenon yang dibanguan oleh Iktinos di Yunani Kuno (447-438 SM), Jalan Appian oleh para insinyur Romawi ( 312 SM), Tembok Besar China oleh Jenderal Meng T'ien atas perintah dari Kaisar Qin Shih Huang Ti (220 SM).
Shibam, kota pencakar langit tertua di dunia
Sebelum peradaban Barat berhasil membangun gedung pencakar langit, para insinyur Muslim pada abad ke-16 M telah berhasil membangun gedung pencakar langit di Shibam, Yaman. Tak heran, jika kota itu dikenal sebagai ‘kota pencakar langit tertua di dunia.’ Inilah contoh pertama tata kota yang didasarkan pada prinsip-prinsip pembangunan secara vertikal.

Di kota Shibam dibangun tak kurang dari 500 tower rumah yang tingginya mencapai 30 meter. Para insinyur teknik sipil Barat untuk pertama kalinya berhasil membangun gedung pencakar langit pertama pada tahun 1885 M. Gedung pencakar langit pertama yang dibangun insinyur barat adalah Home Insurance Building yang tingginya mencapai 42 meter.
Home Insurance Building
Pada abad ke-18, teknik sipil Istilah ini diciptakan untuk menggabungkan semua hal sipil sebagai lawan teknik militer. Di dunia Barat orang pertama yang memproklamirkan diri sebagai insinyur sipil John Smeaton, yang membangun mercusuar Eddystone. Pada tahun 1771 Smeaton dan beberapa rekan-rekannya membentuk Smeatonian Society of Civil Engineers.

Pada tahun 1818 the Institution of Civil Engineers didirikan di London, dan pada tahun 1820 insinyur terkemuka Thomas Telford menjadi presiden pertama. Lembaga ini menerima Royal Charter pada tahun 1828 dan secara resmi mengakui teknik sipil sebagai profesi. Perguruan tinggi swasta pertama untuk mengajar Teknik Sipil di Amerika Serikat adalah Norwich University, didirikan pada tahun 1819 oleh Kapten Alden Partridge.

Mata Kuliah Teknik Sipil Sebagai Gambaran Apa Saja yang Dipelajari di Teknik Sipil
  1. Mekanika Teknik / Statistika
  2. Gambar Bangunan
  3. Teknologi Bahan Bangunan
  4. Rencana Anggaran Biaya Bangunan
  5. Pelabuhan
  6. Bandara
  7. Struktur Jembatan
  8. Struktur Beton
  9. Struktur Baja
  10. Struktur Kayu
  11. Hidrologi
  12. Hidrolika
  13. Ilmu Ukur Tanah
  14. Mekanika Tanah
  15. Jalan Kereta Api
  16. Jalan Raya
  17. Terowongan
  18. Irigasi Bangunan Air
  19. Hukum yang Berkaitan Dengan Pekerjaan Konstruksi
  20. Sistem Transportasi
  21. Rekayasa Fondasi
  22. Manajemen Proyek.
  23. Aplikasi Komputer dalam bidang Teknik Sipil. ( Autocad , SAP 2000, eTABS , Staad pro , microsoft office dll )
  24. Gelogi Teknik
  25. Pengembangan Sumber Daya Air
  26. dll
Perbedaan Teknik Sipil dan Arsitektur

Arsitektur
  1. Merencanakan gambar banguan
  2. Mendesain gambar banguan
  3. Meninjau tata letak lokasi banguan yang strategis
  4. Mempunyai imajinasi dalam menggambar dan merancang bangunan
  5. Mampu mempertahankan hasil desain
  6. Lebih fokus pada gambar dan rencan bangunan
  7. Mampu mempersentasikan hasil desain gambar
  8. Membuat detail gambar lengkap
  9. Mendesain gambar bangunan lebih menarik
  10. Memperkenalkan hasil desain dan rancangan bangunan
Teknik Sipil
  1. Menghitung struktur bangunan
  2. Membuat bangunan lebih kuat dan tahan
  3. Merencanakan anggaran biaya bangunan
  4. Mampu membaca gambar dan detail bangunan
  5. Lebih fokus pada perhitungan struktur, biaya
  6. Mampu memanejemen waktu
  7. Menentukan mutu dan kualitas material bangunan
  8. Menetapkan spesifikasi bangunan
  9. Merencanakan dan meminimalkan harga bangunan
  10. Melaksanakan bangunan langsung dilapangan
Perbedaan teknik sipil dan arsitektur pernah kita bahas di sini. Sejauh manusia masih butuh infrastruktur dan jalanan masih digunakan, kebutuhan akan lulusan jurusan satu ini tidak akan habis. Seorang lulusan teknik sipil bisa bekerja di instansi pemerintah seperti Kementerian Pekerjaan Umum, atau di beberapa BUMN seperti Waskita, Wika, Nindya dan sebagainya. Bisa juga bekerja di perusahaan konstruksi milik swasta dan sebagainya. 10 Prospek Lapangan Pekerjaan Lulusan Teknik Sipil baca disini.

Profesi teknik sipil pada masa yang akan datang harus dapat mengakomodasi kebutuhan akan isu globalisasi, keberlanjutan, teknologi terkini, dan peningkatan kompleksitas permasalahan yang harus dihadapi, dengan tetap memperhatikan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan publik.

Selain itu dengan adanya permintaan yang tinggi akan profesionalisme teknik sipil dalam lingkungan tersebut, maka kebutuhan lisensi rekayasawan teknik sipil menjadi meningkat.

Secara umum, Sarjana Teknik Sipil harus dapat dipercaya oleh masyarakat untuk menciptakan dunia yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas kehidupan global yang dilakukan secara kompeten, bekerjasama dan berlandaskan etika dengan berperan sebagai:
  1. Perencana, perancang, pelaksana konstruksi, dan operator infrastruktur ekonomi dan sosial masyarakat – lingkungan binaan.
  2. Pengayom lingkungan alami dan sumber dayanya.
  3. Pencipta dan Pengintegrasi ide dan teknologi antara sektor publik, swasta dan akademik.
  4. Pengelola risiko dan ketidakpastian yang diakibatkan oleh kejadian alami, kecelakaan dan ancaman lainnya.
  5. Pemimpin dalam diskusi dan pengambil keputusan dalam pembentukan kebijakan lingkungan publik dan infrastruktur
Kebutuhan akan sarjana teknik sipil yang mampu melakukan perancangan di bidang teknik sipil masih tinggi karena masih banyaknya pembangunan di bidang infrastruktur dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, karena lokasi wilayah Indonesia yang rentan terhadap bencana gempa, maka kebutuhan akan sarjana teknik sipil yang mampu melakukan perancangan infrastruktur yang tahan terhadap bencana gempa sangat relevan.

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

1 Response to "Mengenal Teknik Sipil Sebagai Disiplin Ilmu Rekayasa Teknik Tertua"

  1. Ooooooh begitu ya sejarah tentang teknik sipil. Sekilas kalau dilihat secara umum ya mirip dengan arsitektur. Suamiku kan kuliah S1 jurusan arsitektur hehehe :) Memang penghitungan harus nempel di otak ya mulai dasar2nya hingga yang advance biar pinter :) Btw komen mas Hadi di blogku ttg perpanjangan SIM ga aku publish ya karena ada link hidupnya. Bsk2 kalau mampir lagi plis ga usah nampilin linknya, pasti aku balas. Maaciiih, slm kenal juga :D

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel