Teknik Sipil dan Arsitek, Sesama Engineer yang memiliki Popularitas Berbeda di Masyarakat Awam

Teknik Sipil dan Arsitek, Sesama Engineer yang memiliki Popularitas Berbeda di Masyarakat Awam
Dikalangan para praktisi teknik sipil bukan rahasia umum lagi,  kalau karya para engineer teknik sipil selalu dibayang bayangi arsitek. Bukan rahasia umum kalau para engineer sipil sering berurusan dengan hukum jikalau ada kegagalan bangunan.  Baik itu kegagalan yang menimbulkan korban jiwa maupun hanya karena terjadi beberapa perbedaan persepsi.

Arsitek,  Engineer yang mendesain bangunan dengan memikirkan keindahan,  kenyamanan,  estetika,  dan keberlanjutan kesehatan penghuninya.

Sedangkan sipil,  sebagai pelaksana akan memikirkan bagaimana cara agar rancangan arsitek tersebut bisa terwujud dengan kokoh, aman dan ekonomis.

Biar lebih mudah di pahami,  kita analogikan dengan layang-layang.

Ada banyak bentuk layang layang,  bentuk ikan bentuk burung,  naga dan berbagai macam bentuk lainnya.  Nah,  disinilah peran arsitek,  merancang bagaimana bentuk yang bagus dan menarik.
Sementara sipilnya akan memikirkan bagaimana cara mewujudkan dan membuat layang layang tersebut,  misalkan arsitek tersebut membuat desain layang layang bentuk ikan.  Sarjana sipil akan berpikir dimana tulangannya akan di letakkan,  berapa tulangan yang diperlukan.  Sebesar apa tulangannya.  Bahan plastik apa yang kokoh dan tahan lama.  Berapa biaya masing masing material tersebut.  Material mana yg paling ekonomis tapi tetap memiliki kualitas terbaik.

Akhirnya jadilah sebuah layang layang yang bagus.  Dan jikalau orang orang melihatnya pasti memuji design nya yang bagus dan menarik.  Siapa yang mendesainnya? Lalu pasti arsitek yang dominan punya dapat nama baik dan dipuji.

Lalu bagaimana jika layang layang tersebut patah?  Apalagi saat di terbangkan?  Pasti orang akan bertanya,  kok bisa patah?  Kok bisa koyak?  Apa bahan yang digunakan?  Siapa yang merencanankannya?

Otomatis nama engineer sipil yang langsung dicari jikalau ada kegagalan.

Dari analogi tersebut diatas,  sudah jelas mana yang paling populer di antara Teknik sipil dan Arsitek di mata masyarakat. 

Dan juga banyak kejadian di lapangan yang sering menimbulkan konflik antara teknik sipil dan arsitek.  Padahal sebenarnya keduanya memiliki kontribusi besar didalam pembangunan.

Bahkan sering kita dengar orang sipil berkata,  tanpa arsitek sarjana sipil bisa membangun,  walaupun bangunannya gak bagus di pandang mata tapi tetap bisa ditinggali dan aman.  Kalau arsitek membangun tanpa Sipil,  pasti bangunannya akan over cost.  Karena arsitek tersebut akan membuat nilai safety yang besar.  Yang harusnya cukup balok 20x20 dibuat jadi 35x35 itu kalau struktur sederhana.  Bagaimana kalau bangunan megah dan desainnya lain dari pada yang lain?

Pembahasannya sudah agak melenceng,  "kembali ke laptop" topik awal maksudnya.  Masalah popularitas, Arsitek memang memiliki sedikit nilai lebih dari pada teknik sipil.  Hal ini selain karena yang telah kita analogikan tersebut tadi. Ini disebabkan juga karena arsitek lebih fokus kemasalah gedung, pokoknya selalu berhubungan dengan bangunan gedung, rumah dan bangunan lainnya misalnya bendungan.

Sementara itu sarjana sipil tidak selalu berhubungan dengan bangunan gedung atau rumah saja.  Tetapi memiliki ruang lingkup yang sangat luas.  Dari Sungai,  irigasi,  pelabuhan drainase,  psngembangan lahan basah,  aspal., hidrolika.  Teknologi beton, Mekanika tanah untuk pondasi dan lain lainnya. Sehingga di mata awam jika membahas gedung lebih identik dengan arsitek.

Jika disederhanakan dengan sangat sangat sederhana maka kurang lebih akan seperti ini,
"Bumi itu bulat,  tapi yang bulat itu belum tentu bumi"  Ruang bidang Pekerjaan arsitek itu pasti juga merupakan ruang kerja Sipil.  Sementara ruang/dimensi sipil itu belum tentu jadi ruang/dimensi kerja arsitek.

Karena dimana ada membahas masalah arsitek maka akan membahas gedung.  Sehingga dimata masyarakat awam,  bangunan itu identik dengan Arsitek.  Kemegahan bangunan Gedung dunia akan semakin membuat Arsitek lebih mendunia.

Dengan begitu,  apakah para praktisi sipil akan cemburu?  Sakit hati terhadap arsitek?  Tidak.

Jika ada sebuah mobil bagus,  maka wajar saja jika merek mobil tersebut terkenal dan bagus di mata masyarakat.  Misalnya toyota, yang fokus membuat produk mobil.  Wajar jika orang ngomongin mobil akan ngomongin toyota. 
Sementara sparepart bisa saja merk lain.  Misalnya cakramnya merk nissin. 

Kalau ngomongin toyota sudah pasti ngomongin mobil.  Tapi kalau ngomongin nissin belum tentu ngomongin mobil. Karena nissin juga banyak di pakai di sepeda motor dan produk lainnya. 




GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Teknik Sipil dan Arsitek, Sesama Engineer yang memiliki Popularitas Berbeda di Masyarakat Awam"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel