Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Memperbaiki Sendiri Kerusakan Pada Lantai Rumah

Mengatasi Sendiri Kerusakan Pada Lantai Rumah
Lantai pada rumah tinggal sering kali mengalami beberapa permasalahan sederhana, tetapi cukup mengganggu. Beberapa permasalahan tersebut antara lain lepasnya penutup lantai dan rontoknya nat antar keramik. Karena biasanya hanya terjadi pada beberapa titik saja maka kerusakan ini dapat ditangani sendiri oleh penghuni rumah.

Ada beberapa macam permasalahan kerusakan lantai rumah seperti penutup lantai lepas, keramik kopong dan lain sebagainya. Permasalahan tersebut akan kita bahas apa saja faktor penyebabnya dan bagaimana cara memperbaikinya.

Namun sebelum itu perlu diketahui artikel ini adalah artikel lanjutan dari Tips Perbaiki Kerusakan Ringan Dengan Menjadi Tukang di Rumah Sendiri. Karena pada artikel tersebut juga telah dibahas peralatan dan bahan bahan apa saja yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan ringan pada rumah, sehingga disarankan sebelum membaca artikel ini lebih lanjut, disarankan anda sudah membaca artikel Tips Perbaiki Kerusakan Ringan Dengan Menjadi Tukang di Rumah Sendiri tersebut dengan meng-klik Disini.

Penutup Lantai Lepas

Keramik Lepas

Banyak faktor yang menyebabkan keramik terangkat atau terlepas antara lain karena penyusutan adukan semen-pasir, jarak antar keramik, perubahan suhu, perubahan struktur bangunan dan pengaruh getaran getaran halus.

Penyusutan  adukan  semen-pasir

Secara konvensional keramik  dipasang  dengan  menggunakan   adukan  semen dan pasir. Sebelum dipasang, keramik direndam  dalam air terlebih dahulu  agar pada saat pemasangan  kondisi  keramik basah/kedap  air sehingga  pada adukan  semen­ pasirjuga terkandung unsur air.

Selain itu, dalam kondisi basah keramik akan mudah melekat/menyatu dengan adukan semen-pasir akibat adanya perbedaan suhu Perbedaan suhu ini menyebabkan keramik bagian atas lebih panas daripada bagian bawah sehingga terjadi penguapan air di bagian bawah keramik.Akibat penguapan tersebut terjadi penyusutan pada campuran adukan sehingga timbul  tegangan permukaan  pada  keramik  yang menyebabkan keramik terlepas.

Jarak antarkeramik

Pada  beberapa   kasus  banyak  ditemukan pemasangan  antarkeramik  yang   cukup   rapat tanpa mempertimbangkan jarak/nat antarkeramik. Memang  kesan yang  muncul  dari  pemasangan antar keramik yang  rapat adalah lebih  kelihatan rapi. Namun, apabila terjadi pemuaian dari keramik maka keramik tidak memiliki ruang muai sehingga terjadi saling tekan antarkeramik. Akibatnya terjadi tegangan permukaan sehingga keramik terlepas.

Perubahan suhu

Faktor ini biasanya menyebabkan terlepasnya keramik teras baik pada dinding maupun lantainya. Selain itu, perubahan suhu ini bisa juga menyebabkan terlepasnya keramik pada gedung yang ber-AC Hal ini terjadi karena sifat carnpuran adukan semen dan pasir, sebagai perekat pemasanqan keramik, yang kaku/tidak  fleksibel.  Apabila  terjadi  perubahan  suhu, adukan  tersebut  tidak  dapat menyesuaikan diri sehingga keramik terlepas dari adukan.
Pergerakan  bangunan   akibat  getaran  bumi

Hal ini  merupakan  faktor  penyebab  terlepasnya  keramik  yang  bersifat  alami. Keramik  dapat  terlepas  karena  adanya  gempa   ringan  atau  terjadinya  settlement berupa penurunan  tanah.

Perubahan  struktur   bangunan

Lepasnya keramik juga  dapat  terjadi  karena kesalahan penghitungan   struktur pada saat pelaksanaannya. Beberapa jenis perubahan  struktur  bangunan  yang menyebabkan  keramik menjadi lepas antara lain
  1. keretakan   pada  beton,
  2. penurunan   pada  pondasi,
  3. penurunan   pada struktur/defleksi.

Pengaruh  getaran-getaran halus

Selain  beberapa  faktor  di  atas, lepasnya  keramik  juga  dapat  terjadi   akibat pengaruh getaran-getaran  halus. Getaran-getaran  ini bisa timbul  dari langkah pejalan kaki atau suara dan laju kendaraan di sekitar bangunan.

Memperbaiki  keramik lepas

Dari berbagai  faktor  di atas, lepasnya keramik  khususnya  pada rumah  tinggal biasanya  disebabkan  oleh  faktor pemasangan, adanya getaran-getaran halus, perubahan suhu, serta kualitas bahan perekatnya.

Bahan perekat keramik berupa campuran semen dan pasir memiliki  kekurangan dalam hal sifat yang  kaku/tidak  fleksibel, Sementara itu, keramik memiliki  sifat keras dan sedikit  sekali menyerap  air. Hal ini terjadi  karena dalam  proses pembuatannya, keramik  dipanaskan   sampai  dengan   suhu  800°C sehingga   kedua  sifat  tersebut menyebabkan  keramik mudah lepas.

Untuk mengatasi hal di atas, saat ini di pasaran telah banyak tersedia  semen instan yang  berupa  campuran  antara  semen  dengan  silikon/lateks  berdaya  rekat  cukup kuat dan memiliki  sifat fleksibel.

Lateks di sini berfungsi  meredam  getaran-getaran halus yang  datang.  Apabila   digunakan  adukan biasa, getaran  yang  datang  justru   mempercepat terangkatnya keramik. Sifat f1eksibel pada semen instan    membuatnya mampu menyusut dan memuai sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan  suhu.

Cara pemasangan  keramik  yang  terangkat menggunakan semen instan terdiri dari tujuh tahap. Adapun ketujuh tahapan tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Kerok   lapisan   spesi   lama   kurang    lebih sedalam   3   mm   dengan    menggunakan sendok semen.
  2. Campurkan adukan semen instan dengan air sesuai dengan  petunjuk  yang  tertera  pada label  kemasan (biasanya 1 liter air untuk  4 kg semen instan). Aduk campuran semen instan-air tersebut  hingga merata dan biarkan hingga 3 menit sebelum digunakan.
  3. Buat  spesi baru  dengan  cara menebarkan adukan  semen  instan  secara merata  pada lokasi yang akan dipasangi  keramik dengan menggunakan  sendok semen.
  4. Bentuk    alur    pada   adukan    yang    telah ditebarkan tersebut dengan menggunakan serok bergerigi. Alur ini berfungsi untuk lebih meratakan adukan semenjika telah dipasang keramik.
  5. Pasang keramik di atasnya hingga merata. Bila perlu, gunakan  palu karet untuk meratakannya. Untuk  pemasangan  ini  keramik  tidak  boleh direndam.
  6. Sebelum pemasangan keramik berikutnya, bersihkan dahulu sisa adukan di sekeliling keramik yang baru dipasang dengan menggunakan kape agar pemasangan berikutnya tidak mengisi rongga nat.
  7. Setelah   semua   keramik    terpasang, bersihkan sisa adukan yang menempel pada keramik dengan menggunakan busa/kain yang lembap.
  8. Cor sela-sela antarkeramik dengan menggunakan bahan pengisi nat keramik. Adapun langkah-Iangkah pengisian  nat  keramik  adalah  sebagai berikut, Campur bahan pengisi nat dengan air Kemudian ratakan adukan pengisi  nat pada  nat antarkeramik, lalu bersihken dan rapikan pengisi nat dengan  menggunakan karet/busa. 
Bahan nat keramik sebaiknya dipilih yang mengandung silikon dan lateks sehingga memiliki sifat fleksibel dan kedap air. Nat harus fleksibel karena berfungsi sebagai ruang gerak keramikjika terjadi pemuaian keramik atau pergerakan pada bangunan.

Hindari penggunaan  semen warna karena sebenarnya hanya merupakan  semen biasa yang diberi pewarna. Semen ini memiliki sifat yang keras dan getas sehingga akan mudah retak dan pecah jika terjadi pemuaian keramik atau pergerakan pada bangunan.

Nat Keramik  Rontok

Salah satu kerusakan yang sering dijumpai  pada lantai rumah ting­gal adalah rontoknya nat keramik. Rontoknya nat keramik ini terutama sering  terjadi  pada  lantai  kamar mandi. Hal ini bisa diakibatkan oleh penggunaan cairan pembersih lantai yang bahan kimianya terlalu keras, sedangkan kualitas bahan untuk nat tidak baik sehingga nat pun men­jadi rontok. 

Bahkan, jika rontoknya nat keramik tersebut terjadi di kamar mandi lantai atas maka dapat terjadi rembesan pada dak beton sehing­ga dapat merusak plafon lantai dibawahnya.
 
Banyak orang  menggunakan semen warna sebagai bahan  penutup nat. Padahal bahan tersebut kurang bagus sebagai penutup  nat karena tidak memiliki sifat f1eksibel. Apabila sudah kering, semen warna mudah  patah dan getas sehingga menyebabkan nat  keramik  mudah rontok. Solusi  yang  dapat  dilakukan   adalah  menggunakan semen instan sebagai bahan nat.

Sekarang telah banyak tersedia semen instan yang dikhususkan untuk bahan penutup  nat keramik dengan beragam warna. Keunggulan dari semen instan  ini  adalah  mengandung bahan lateks yang  menyebabkannya memiliki sifat fleksibel sehingga dapat memuai dan menyusut mengikuti keadaan cuaca.

Adapun  langkah-Iangkah  untuk  memperbaiki   nat keramik yang   rontok  adalah sebagai berikut.
  1. Kerok nat keramik yang lama dengan menggunakan  kape.
  2. Aduk semen instan dengan air sesuai standar yang tertera pada label kemasan.
  3. Oleskan  adukan  semen  instan  dengan   menggunakan    karet/busa   pada  nat keramik.
  4. Biarkan sekitar 5-10 menit hingga  nat dari semen instan tersebut  kering.
  5. Bersihkan   permukaan    keramik   yang   kotor   akibat   semen   instan   dengan menggunakan  kain atau busa.

Keramik  Kopong

Permasalahan   lantai   jenis   ini   dapat teridentifikasi dengan cara mengetuk permukaan salah satu keramik terpasang dengan jari tangan. Bunyi yang muncul biasanya agak berbeda dengan keramik­ keramik lainnya ketika diketuk. Bunyi yang dihasilkan tersebut  biasanya lebih nyaring karena lapisan  spesi di bawah keramik tersebut kosong atau diistilahkan dengan keramik kopong.

Keramik kopong dapat terjadi di bagian pinggir keramik maupun di bagian tengahnya. Kopongnya keramikini dapatdiakibatkan  kesalahanpada saatpemasangan dan pemberian nat pada keramik.

Adukan/spesi  yang berada di bawah keramik biasanya kurang merata sehingga terjadi rongga di bagian tersebut. Selain itu, dapat pula disebabkan oleh bahan nat yang terlalu kental sehingga tidak dapat masuk ke dalam rongga-rongga adukan/spesi yang masih kosong dan hanya menutup bagian atas dari nat keramik tersebut.

Solusi untuk  mengatasi keramik kopong di  bagian pinggir adalah sebagai berikut.
  1. Kerok/buang nat keramik yang lama dengan kape.
  2. Tuangkan bahan pengisi nat yang dibuat lebih cair dari standar/petunjuk  yang tertera pada label kemasan.
  3. Masukkan ke dalam rongga nat sedikit demi sedikit hingga terisi penuh.
  4. Biarkan hingga bahan pengisi nat kering.
  5. Bersihkan sisa-sisa bahan nat dengan menggunakan  busa atau kain.
Sedangkan solusi untuk mengatasi  keramik kopong di bagian tengah adalah dengan melakukan pembongkaran keramik. Adapun langkah-Iangkahnya  adalah sebagai berikut.
  1. Bersihkan nat keramik menggunakan  kape. Apabila nat menempel dengan kuat, pembuangan  nat dapat menggunakan  mesin keramiklgerinda.
  2. Congkel keramik menggunakan kape. Jika susah dicongkel,  terpaksa keramik harus dihancurkan.
  3. Kerok adukan lama yang berada di bawah keramik sekitar 3 mm.
  4. Oleskan semen instan  secara merata  pada  permukaan  bawah  keramik pengganti.
  5. Pasang keramik pada posisi semula.
  6. Bersihkan sisa-sisasemen instan yang berada di permukaan atas keramik dengan menggunakan  kain atau busa.
  7. isi rongga nat keramik dengan bahan pengisi nat.
Demikianlah Artikel Mengatasi Sendiri Kerusakan Pada Lantai Rumah. Untuk informasi lainnya tentang  Tips Perbaiki Kerusakan Ringan seperti kerusakan dinding, kebocoran atap, kebocoran instalasi air dan kerusakan lainnya pada rumah tinggal bisa anda lihat dengan cara meng-klik Disini. Demikian semoga bermanfaat.
M Hadi H, ST.
M Hadi H, ST. Sharing and building, berharap dapat berpartisipasi walaupun dalam hal kecil untuk kemajuan pengetahuan

Post a Comment for "Cara Memperbaiki Sendiri Kerusakan Pada Lantai Rumah"