Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Memperbaiki Kerusakan Instalasi Air Di Rumah Tempat Tinggal

Cara Memperbaiki Kerusakan Instalasi Air Di Rumah Tempat Tinggal
Salah satu kelengkapan dalam sebuah rumah tinggal yang sangat penting adalah instalasi air. Kebutuhan akan sistem instalasi air yang lancar tanpa kendala sangat penting untuk menopang aktifitas kehidupan di dalam rumah.

Selain kerusakan kerusakan lantai, dinding, pintu, kerusakan ringan juga sering kali terjadi pada instalasi air rumah tinggal. Kerusakan ini dimulai dari kerusakan pada saluran airnya (pipa), penghubung antara saluran air dengan bak air (keran), sampai dengan kerusakan pada bak air itu sendiri. Selain itu, juga sering muncul gangguan pada was­tafel/bak cuci yang mampet.

Sebelum membahas Cara Memperbaiki Kerusakan Instalasi Air Di Rumah Tempat Tinggal lebih lanjut, perlu diketahui artikel ini adalah artikel lanjutan dari Tips Perbaiki Kerusakan Ringan Dengan Menjadi Tukang di Rumah Sendiri. Karena pada artikel tersebut juga telah dibahas peralatan dan bahan bahan apa saja yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan ringan pada rumah, sehingga disarankan sebelum membaca artikel ini lebih lanjut, disarankan anda sudah membaca artikel Tips Perbaiki Kerusakan Ringan Dengan Menjadi Tukang di Rumah Sendiri tersebut dengan meng-klik Disini.

Kebocoran pada Pipa Air

Kebocoran pada pipa air merupakan kasus yang tergolong berat karena sulitnya memprediksi tempat/posisi kebocoran. Hal ini disebabkan oleh letak pipa air biasanya di bawah keramik sehingga untuk mencari letak kebocorannya maka keramik harus dibongkar.

Sebelum membongkar keramik, lokasi kebocoran perlu dideteksi dengan langkah-Iangkah sebagai berikut.

Sumber kebocoran tidak akan jauh dari sambungan pipa baik itu yang berbentuk knee, tee, sok, atau sejenisnya. Hal ini bisa terjadi selain karena kualitas bahan sambungan pipa yang kurang baik juga bisa disebabkan oleh pemasangannya kurang rapi, misalnya pada saat pemberian lem pipa. Untuk mengatasi masa­ lah kebocoran seperti ini dapat dilakukan pembongka­ ran keramik pada posisi sambungan pipa berada. Untuk itu, perlu diketahui terlebih dahulu gambar jalur aliran air pada rumah tinggal tersebut.

Cari lokasi tempat terjadinya rembesan yang ditandai dengan sering basahnya keramik atau tembok di sekitar jalur aliran air.

Kebocoran pada Keran Air

Keran air yang terdapat pada bak mandi atau pada tempat cuci juga sering dilanda masalah. Masalah yang biasa terjadi adalah kebocoran sehingga air tetap menetes atau merembes ke luar walaupun keran air sudah dimatikan. Berdasarkan letak kebocorannya, kebocoran pada keran air dapat disebabkan oleh dua hal. Pertama, kebocoran tersebut disebabkan oleh adanya kebocoran pada bagian sambungan antara pipa air dan keran. Kedua, kebocoran ini disebabkan oleh kebocoran pada unit keran itu sendiri.

Kebocoran pada sambungan antara pipa air dan keran

Kebocoran yang terjadi pada sambungan antara kerandengan pipa ini dapatdisebabkan oleh drat pipanya tidak sama/tidak bisa rapat dengan drat keran sehingga terjadi rembesan pada ujung keran.

Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah sebagai berikut.

  1. Matikan sumber air terlebih dahulu, baik yang menggunakan sumber air dari pompa air maupun dari PAM.
  2. Lepaskan keran dengan memutarnya berlawanan arah jarum jam.
  3. Lilitkan selotape pipa pada drat keran secara merata, minimal dua kali lilitan.
  4. Pasangkan kembali keran yang telah diberi solatape pipa tersebut dengan cara memutarnya searah jarum jam, lalu kencangkan dengan menggunakan kunci pipa atau kunci pas.

Kebocoran pada unit keran air

Ciri-ciri dari kerusakan ini adalah air masih tetap menetes dari ujung keran walaupun keran sudah ditutup. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya kerusakan pada bagian klep yang terdapat di dalam keran. Selain itu, penyebab masalah ini bisa juga diakibatkan oleh handle/pemutar kerannya yang sudah dol/sus sehingga apabila keran tersebut diputar dengan maksud untuk menutup aliran air, keran tersebut justru membuka sehingga air pun mengalir kembali.

Solusi yang dapat dilakukan adalah mengganti keran yang sudah aus/dol tersebut dengan keran baru. Adapun langkah-Iangkah penggantiannya kurang lebih sama dengan solusi mengatasi kebocoran keran yang berasal dari sambungan antara pipa dan kerannya. Hanya saja dalam kasus ini keran diganti dengan unit yang baru.

Kebocoran pada Bak Mandi

Kebocoran pada bak mandi ini dapat dibedakan menjadi 2 jenis tergantung model bak mandi yang digunakan. Bak mandi yang sering digunakan dalam rumah tangga adalah bak mandi dari keramik dan bak mandi dari fiber.

1. Kebocoran Bak Mandi Fiber

Pada bak mandi jenis fiber, kebocoran umumnya terjadi karena adanya benturan antara bak mandi dengan gayung air. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan lem fiber yang dilapisi dengan serat fiber. Selain itu untuk opsi lain bisa digunakan waterproofing.

2. Bak Mandi dari Keramik

Pada bak mandi keramik kebocoran biasanya terjadi pada lubang pembuangan dan nat antar keramik. Kasus kebocoran di lubang pembuangan air dapat terjadi karena tidak menyatunya pipa pembuangan (dari pipa PVC atau dari Kuningan) dengan adukannya. (semen dan air).

Sementara kasus kebocoran pada nat keramik terjadi karena nat yang lama sudah lepas/rontok. Ini diakibatkan oleh jenis atau bahan nat yang digunakan kurang baik. Nat yang sering lepas/rontok ini biasanya menggunakan bahan semen putih atau semen warna yang tidak memiliki sidat flexible sehingga apabila dalam kondisi kering mudah patah/getas. 

Selain itu rontoknya nat keramik ini juga bisa terjadi karena penyikatan saat pembersihan keramik yang bersifat keras sehingga merontokkan nat tersebut. Perbaikan bak mandi yang bocor karena adanya masalah pada lubang saluran pembuangan air adalah sebagai berikut,
  1. Coak adukan disekeliling pipa pembuangan
  2. Oleskan adukan semen instan secara merata disekelilingnya. Bila perlu beri lapisan fiber/serat/kasa.
  3. Rapikan adukan dengan menggunakan semen instan lagi, selain menggunakan semen instan dapat juga menggunakan waterproofing.
Sementara untuk kebocoran bak mandi yang berasal dari nat keramik dapat diatasi dengan cara sebagai berikut, 
  1. Buang nat yang lama menggunakan kape atau sejenisnya.
  2. cor menggunakan bahan pengisi nat keramik. gunakan nat yang mengandung silikon dan lateks sehingga memiliki sifat plexible dan kedap air.
  3. Bersihkan sisa sisa nat yang menempel pada keramik dengan menggunakan busa atau kain
  4. Tunggu hingga kering (sekitar4-5 jam), kemudian bak bisa diisi kembali dengan air.

Mampet pada Wastafel atau Tempat Cuci Piring

Air mampet pada wastafel atau tempat cuci piring terjadi karena banyaknya kotoran yang langsung masuk ke saluran pembuangan tanpa adanya penyaringan. Sementara itu, ukuran pipa pembuangan yang kecil semakin menambah mampetnya saluran pembuangan. Umumnya titik mampet ini terjadi padatikungan pipa.

Solusi yang dapat dilakukan adalah pemberian bak kontrol pada lokasi antara pipa pembuangan dari wastafel atau tempat cud piring dengan pipa induk. Bak kontrol ini diletakkan di bawah keramik/lantai.

Dengan adanya bak kontrol tersebut diharapkan kotoran dapat tertampung pada bak kontrol, sedangkan air kotor terbuang melalui saluran induk. Selanjutny kotoran pada bak kontrol tersebut tinggal dibersihkan secara berkala.

Ukuran bak kontrol tidak perlu besar  namun cukup seukuran dengan keramik lantai. Keramik di atas bak kontrol tidak perlu diberi adukan semen sehingga mudah untuk dibuka atau ditutup.

Demikianlah Artikel Cara Memperbaiki Kerusakan Instalasi Air Di Rumah Tempat Tinggal. Untuk informasi lainnya tentang  Tips Perbaiki Kerusakan Ringan seperti kerusakan pada pintu dan jendela, kebocoran atap, kerusakan lantai, kerusakan plafon dan kerusakan lainnya pada rumah tinggal bisa anda lihat dengan cara meng-klik Disini. Demikian semoga bermanfaat.
M Hadi H, ST.
M Hadi H, ST. Sharing and building, berharap dapat berpartisipasi walaupun dalam hal kecil untuk kemajuan pengetahuan

Post a Comment for "Cara Memperbaiki Kerusakan Instalasi Air Di Rumah Tempat Tinggal"