Dak Keraton, Dak Keramik Komposit Beton Untuk Pelat Lantai

Lahan yang semakin sempit untuk dijadikan permukiman di perkotaan dan tingginya harga tanah mendorong pertumbuhan bangunan bertingkat secara vertical keatas.

Pelat lantai adalah salah satu elemen dalam struktur bangunan yang memiliki fungsi membagi ruangan secara vertical.

Secara struktur, pelat lantai berfungsi untuk menambah kekakuan dari keseluruhan elemen struktur pada bangunan.

Komposisi bahan yang digunakan dalam membuat pelat lantai ini bermacam-macam dapat diklasifikasikan menjadi lantai monolitik, precast dan komposit.

Masing-masing tipe tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan dan dapat dipergunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang.

Seiring berjalannya waktu berbagai jenis material/bahan bangunan sudah digunakan untuk membuat dak lantai dari mulai cara membuat anyaman besi dan dilapisi oleh adukan beton atau yang sering disebut dak beton hingga yang jaman sekarang ini digunakan panel beton susun.

Namun, dengan semakin mahalnya harga material dan upah tukang menyebabkan biaya untuk membuat pelat lantai menjadi tinggi.

Hal ini mendorong memunculkan teknologi dan material baru yang lebih efisien dan ekonomis. Teknologi terbaru itu adalah keramik komposit beton (KERATON).
Keramik Komposit Beton (KERATON)
Keramik Komposit Beton (KERATON) merupakan teknologi alternatif untuk membuat struktur dak lantai selain dari bahan beton.

Teknologi ini dapat diterapkan untuk membuat dak lantai 2 dengan waktu yang relative lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan dak beton.

Keraton terbuat dari tanah liat (keramik) yang dibuat dengan cara di extrude sehingga berbentuk menyerupai kubus dengan rongga dibagian tengahnya.
Tampak dari bawah Keraton yang sudah terpasang
Keramik Komposit Beton (Keraton) merupakan struktur yang menggunakan produk ceiling brick atau bata gantung.

Hal ini dikarenakan bata ini digunakan untuk bahan dasar pekerjaan cor beton secondary floor atau lantai dua atau selanjutnya yang membutuhkan kontsruksi plat lantai.

Dalam industry perdagangan, keraton ini memiliki beberapa julukan antara lain: dak beton keraton, dak keratin, atau bata keraton.

Dak Keraton lahir atas kerjasama beberapa negara di Eropa (Jerman dan Belanda) sekitar seratus tahun yang lalu. Kemudian teknologi material ini dibawa ke Indonesia melalui proyek Bantuan Teknis Pembangunan Industri Bahan Bangunan yang diawasi oleh UNIDO/UNDP (PBB Project INS/740/034).

Pada proyek penelitian yang berlangsung sekitar tahun 1977, dak Keraton diteliti penggunaannya pada sebuah rumah contoh di Puslitbangkim Cipta Karya Pekerjaan Umum.

Aplikasi material pada penelitian ini merupakan pengembangan dari Ir. Emon Sulaiman (Alm) dan Nasan Subagia. Kemudian dikembangan lagi dengan modifikasi model oleh Ir. Judadi tahun 1984.

Setelah itu pada tahun 1990, oleh Ir. Bambang Mursodo dikembangkan lagi modifikasinya. Dak beton keraton meupakan pelat rusuk yang mempunyai bentuk dan bahan pembuat keratin menyerupai balok bata, tetapi bagian tengahnya berlubang-lubang.

Lubang ini bukanlah sembarang lubang, apaila diperhatikan lubang tersebut menyerupai huruf “V”. Lubang  ini bukanlah sembarang lubang melainkan konstruksi yang sudah dihitung dengan tepat. Sehingga membuat bahan ini kuat digunakan sebagai pelat laintai. 

Lubang keraton yang menyerupai huruf “V”
Keraton yang baik adalah campuran tanah liat yang dipanasi sampai diatas 1000 derajat celcius. Keberadaan lubang atau rongga ternyata dapat mengurangi berat kerton disbanding beton massif konvensional.

Selain itu, penggunaan keraton juga dapat menghemat besi beton hingga 70%. Jika pemasanganya menggunakan teknik pelat satu  arah/one way slab.

Dengan demikian konstruksi keraton merupakan struktur pelat lantai bangunan yang efisien, praktis dan ekonomis. Keraton dalam kondisi terpasang memiliki kuat tekan kurang lebih sama dengan beton cor yaitu 350 kg/m2.

Saat ini ada beberapa merek keraton yang tersdia di toko-toko material, seperti Waspada, Bintang Timbul, Ampo, Ceradeck. Harga keraton di pasaran relative murah yaitu Rp 6000-Rp 7000 per satuan. Perbedaan harga bergantung ukuran keraton.

Cara Pemasangan Dak Keraton

  1. Sebelum keramik dirangkai dalam satu rangkaian memanjang dianjurkan seluruh blok ceiling brick direndam ke dalam air sampai benar-benar jenuh air (±15 menit).
    Merendam ceiling brick dalam air
  2. Kemudian angkat dan atur ceiling brick dalam bentuk memanjang sepanjang maksimal 4 meter dalam posisi lurus seperti pada gambar berikut.
    Ceiling brick yang diatur memanjang dalam posisi lurus
  3. Letakkan besi tulangan berdiamter 12 mm atau lebih dibagian atas ceiling brick dan besi tulangan berdiameter 10 mm atau lebih dibagian bawah ceiling brick. Kemudian ikatkan rangkaian tersebut dengan kawa bendrat pada kedua ujungnya agar besi tulangan benar-benar lurus. Sehingga benar benar terselimuti adukan 1 semen:3 pasir
    Pemasangan besi diameter 12 mm diatas dan diameter 10 mm dibawah.
  4. Sisi sambungan antara keramik ditutup rapat dengan adukan. Dengan demikian rangkaian blok ceiling brick telah terbentuk menjadi keramik komposit beton (keraton).
    Rangkaian ceiling bick yang telah dieri tulangan dan terselimuti adukan
  5. Diamkan dulu kurang lebih 7 hari hingga mencapai pngerasan maksimum. Usahakan rangkaian keraton selalu dalam keadaan lembab (disiram setiap hari)
    Rangkaian keraton keramik beton didiamkan selama seminggu
    .
  6. Setelah kurang lebih 7 hari didiamkan, maka rangkaian dibalik dan siap dinaikkan satu per satu rangkaian, dan dirapatkan dengan kedua ujungnya terjepit dibalok dengan posisi seperti gambar dibawah ini
    Pemasangan rangkaian ceiling brick
    .
  7. Siramlah sekali lagi iatan rangkaian dengan airyang cukup sebelum sisi-sisi rangkaian diisidengan adukan cor.
  8. Sisi-sisi rangkaian diisi dengan adukan cor (1:2:3)hingga 1-3 cm diatas permukaan Keraton sepertigambar dibawah ini
    Pengecoran sisi-sisi rangkaian diatas permukaan keraton
  9. Seminggu setelah pengecoran lantai kerja, maka lantai/ubin keramik atau marmer dapat dipasang, begitu pula dengan pemasangan penggantung plafon atau pekerjaan listrik dibawah dak keraton dapat dimulai pada waktu yang bersamaan dengan pemasangan lantai seperti pada gambar berikut.
    Pemasangan lantai/ubin setelah pengecoran
Artikel Ini Berlanjut ke >>>Kelebihan dan Kelemahan Dak Keramik Komposit Beton.

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Dak Keraton, Dak Keramik Komposit Beton Untuk Pelat Lantai"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel