Cara Kerja Beton Berpori Untuk Meminimalisasi Banjir

Cara kerja beton pervious berpori
Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya, yaitu Beton Berpori Sekam Padi Untuk Meminimalisir Banjir.

Konversi sekam padi menjadi abu sekam setelah melalui proses karbonisasi merupakan sumber pozzolan potensial sebagai bahan tambahan pada beton. Abu sekam padi yang digunakan terlebih dahulu disaring menggunakan saringan berukuran 0.150mm.

Berdasarkan hasil pengujian penambahan abu sekam padi sebesar 2,5% merupakan kadar optimal karena menghasilkan kuat tekan yang maksimal yaitu 15,2 MPa dengan nilai permeabilitas 0,7669 cm/detik memenuhi persyaratan pada peraturan ACI 522R-10 antara 0,14 cm/detik – 1,22 cm/detik.

Penggunaan bahan pengganti sebagian semen melalui komposisi campuran yang inovatif akan mengurangi jumlah semen yang digunakan sehingga secara ekologis dapat mengurangi emisi gas-gas rumah kaca dan penggunaan konsumsi energi fosil bumi pada industri semen.

Beton berpori dengan bahan tambahan abu sekam padi ini dapat di aplikasikan pada area taman, jalan perumahan, lahan peparkiran, dan sidewalk sehingga terealisasinya konstruksi ramah lingkungan di Indonesia.

Penerapan beton berpori sebagai perkerasan diharapkan dapat mengurangi terjadinya banjir, mengurangi limpasan air serta memberikan dampak yang baik terhadap penyerapan air hujan.

Selain itu beton berpori juga memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan yang menguntungkan, seperti menambah cadangan air tanah dan irigasi untuk taman.

Kelebihan lainnya mengenai beton berpori mengurangi tingkat pencemaran terhadap air tanah,karena pada campuran beton tidak menggunakan campuran bahan kimia berbahaya maka potensi tercemarnya air tanah menjadi semakin kecil, dengan menggunakan perkerasan beton berpori dapat mengurangi kebutuhan kolam penyiapan air hujan, selokan saluran drainase, dan sarana pengelolaan air hujan lainnya.

Dibandingkan dengan beton aspal dan perkerasan bata beton, perkerasan dengan menggunakan beton berpori memiliki life cycle cost yang lebih rendah.

Walaupun biaya awal pada beton berpori lebih mahal dibandingkan dengan beton aspal, tetapi karena kekuatan dan daya tahan beton berpori yang lebih besar dibandingkan dengan aspal ataupun bata beton, maka menyebabkan biaya pemeliharaan yang diperlukan pada beton berpori selama umur rencana beton menjadi lebih kecil.

Rongga pada beton berpori dapat meredam kebisingan suara yang ditimbulkan oleh roda kendaraan. Hal ini disebabkan karena pori-pori pada beton terbentuk secara tidak teratur dan memiliki permukaan yang tidak rata, sehingga gelombang suara yang dipantulkan secara baur oleh pori-pori pada beton menjadi saling bertumbukan dan saling meredam.

Beton berpori jug memiliki kekurangan karena kuat tekan yang lebih rendah daripada beton koovensional,sehingga beton berpori hanya digunakan pada jalan-jalan lokal perumahan, trotoar, dan lapangan parkir.

Perkerasan beton berpori membutuhkan kedalaman yang lebih besar saat pemasangan, sebagai tempat untuk menampung air hujan dan juga meningkatkan ketebalan perkerasan beton berpori untuk alasan kekuatan.
penerapan beton berpori
Saat ini beton berpori sudah di aplikasikan di untuk parking area Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) dan ke depan akan digunakan antara lain untuk parking area Gedung Pusat Penelitian Semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., parking area dan sidewalk PT Semen Gresik Rembang Plant, jalan perumahan dan pertamanan Perumahan PPS Gresik-Jawa Timur, jalan desa dan area pertamanan pemerintah Kabupaten Tuban-Jawa Timur, serta jalan desa dan area pertamanan pemerintah Kota Surabaya.

Penulis, Nuryamah, S.Pd. KNOWLEDGE MANAGEMENT Penerapan Teknologi Konstruksi
Daftar Pustaka :
Gozali, I. 2016. Beton Berpori Khusus, Solusi Masalah Resapan Air Perkotaan. [Online] Tersedia: http://dutabumn.com/beton-berpori-khusus-solusi-masalah-resapan-airperkotaan.php [19 Juli 2016]
Herawan, M Sando.2014.Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi (Rice Husk Ash) Pada Pervious Concrete.S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia. [Online] Tersedia:http://repository.upi.edu/13055/ [18 Juli 2016 ]
Kusuma, D.2012.Beton Non Pasir. [Online] Tersedia:https://dwikusumadpu.wordpress.com/tag/berpori/ [19 Juli 2016]
Ramadhiani, A.2015. Beton Penyerap Air Bisa Jadi Penyerap Banjir. [Online] Tersedia: http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/12/beton-penyerap-air-bisa-jadi-solusi-banjir [18 Juli 2016]

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Cara Kerja Beton Berpori Untuk Meminimalisasi Banjir"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel