Beton Berpori Sekam Padi Untuk Meminimalisir Banjir

Genangan air di kawasan jalan perumahan wilayah jakarta
Padatnya kawasan hunian penduduk, kurangnya lahan serapan air serta penggunaan beton sebagai bahan perkerasan pada konstruksi jalan, dapat mengakibatkan air hujan tidak dapat meresap langsung ke dalam tanah.

Dampak yang timbul adalah pada saat musim hujan tiba sering terjadi banjir. Seperti halnya yang terjadi wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, jika musim hujan tiba menyebabkan beberapa wilayah dan ruas jalan tergenang air.

Dampak akibat adanya genangan air pada ruas jalan salah satunya adalah terjadi kemacetan. Banyak kendaraan beroda empat yang memperlambat lajunya mengingat genangan air banjir.

Beton pervious adalah salah satu inovasi teknologi dalam dunia konstruksi sipil modern yang memungkinkan air untuk merembes di dalamnya. Teknologi beton berpori ini sangat cocok digunakan sebagai jalan ramah lingkungan untuk menanggulangi masalah penyerapan air di permukiman padat penduduk dan perkotaan sehingga dapat meminimalisir terjadinya bencana banjir.

Beton pervious atau beton berpori adalah beton yang terbentuk antara campuran semen portland, agregat kasar, agregat halus dengan jumlah yang sedikit atau tidak sama sekali, campuran tambahan (admixture), dan air.

Selain sebagai material rehabilitasi jalan yang efektif dan efisien, beton berpori memiliki ciri-ciri khusus yang tidak dimiliki oleh beton konvensional yaitu mampu menyerap air dan mengalirkan air yang ada di permukaannya langsung ke tanah.

Beton pervious menghasilkan kuat tekan yang lebih rendah dibandingkan beton konvensional, namun memiliki rongga udaranya lebih banyak sehingga badan beton dapat dilalui oleh air.
Beton pervious dapat digunakan untuk drainase sebagai tempat mengalirnya air sehingga tidak menggenangi aspal. Beton pervious yang berada di samping jalan dapat mengalirkan air langsung menuju ke tanah sehingga tidak akan terjadi genangan dibadan jalan.
Perbandingan antara  Beton Konvensional dan Beton Berpori

Hal ini juga berfungsi untuk penyediaan air tanah yang lebih banyak ketika hujan sehingga bisa menghidupi tanaman yang berada di sekitar jalan. Beton pervious juga berfungsi sebagai pengurai polutan yang dilakukan oleh organisme yang menempel pada rongga beton.
sekam padi
Sekam padi saat ini telah dikembangkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan abu yang dikenal di dunia sebagai RHA (Rice Husk Ash) atau yang lebih kita kenal abu sekam bakar. Dengan proses pembakaran sekam padi pada suhu 400 ̊ C – 500 ̊ C yang menghasilkan silika amorphus.
abu sekam padi
Negara Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah petani dimana kebanyakan penduduknya menjadikan beras sebagai makanan pokok. Negara Indonesia sendiri mempunyai sekitar 60.000 mesin penggiling padi yang tersebar di seluruh daerah yang menghasilkan limbah berupa sekam padi 15 juta ton per tahun.

Sekam padi yang sering dikatakan sebagai limbah pengolahan padi ini sering diartikan sebagai bahan buangan/bahan sisa dari proses pengolahan hasil pertanian, ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pada beton berpori.

Kandungan Silika amorphus yang terdapat pada abu sekam padi merupakan sumber penting untuk menghasilkan silikon murni, karbid silikon, dan tepung nitrid silikon .

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Beton Berpori Sekam Padi Untuk Meminimalisir Banjir"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel