Pengaruh Kadar Abu Ampas Tebu Terhadap Pengembangan dan Nilai CBR Tanah Ekspansif

Kerusakan jalan yang diakibatkan oleh perilaku tanah lempung ekspansif, sering dijumpai. Semua tanah lempung yang mengandung mineral ekspansif mempunyai sifat-sifat fisika dan mekanis yang kurang menguntungkan bagi syarat syarat lapisan tanah dasar (sub grade) konstruksi jalan.

Sifat-sifat yang kurang menguntungkan tersebut antara lain sifat kembang susut yang besar bila terjadi perubahan kadar air serta daya dukungnya yang rendah. Sifat kembang susut yang besar dari lapisan tanah dasar (sub grade) ini dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan perkerasan jalan yang berada di atasnya.

Jika musim hujan, kadar air bertambah, maka terjadi pengembangan pada tanah dasar sehingga menyebabkan permukaan jalan menjadi cembung yang disertai retak-retak pada puncak cembungan.
Sebaliknya pada musim kemarau bila kadar air berkurang, maka terjadi retak tarik akibat penyusutan tanah dasar dan dapat menjalar ke atas membentuk retak refleksi.

Kekuatan dan keawetan konstruksi pekerjaan jalan sangat ditentukan oleh daya dukung tanah dasar yang ada. Perubahan bentuk tanah dasar akibat pembebanan, mengembang dan menyusutnya tanah dasar akibat perubahannkadar air sehingga volume tanah dasar berubah akan membawa dampak pada lapisan perkerasan yang ada di atasnya.

Untuk mengatasi hal ini diperlukan alternatif penanganan antara lain dengan menggunakan teknologi stabilisasi tanah. Sehingga untuk daerahdaerah yang kekurangan agregat dapat mengganti pondasi agregat dengan tanah yang ditingkatkan daya dukungnya atau tanah yang distabilisasi dan bisa juga untuk meningkatkan ketahanan erosi pada permukaan jalan tanah.

Abu Ampas Tebu merupakan bahan yang bekerja untuk meningkatkan kepadatan tanah dasar, mengurangi kembang susut tanah dasar, membuat lapisan menjadi kedap air .

Kerusakan perkerasan jalan akibat perubahan bentuk tanah dasar dan kembang susut tanah dasar dapat dikurangi dengan adanya pemakaian bahan Abu Ampas Tebu.

Kekuatan tanah dasar juga mengalami peningkatan pada saat pemakaian Abu Ampas Tebu. Hal ini menyebabkan kemungkinan perubahan bentuk lapisan tanah dasar menjadi lebih kecil karena kepadatan yang dicapai oleh tanah dasar adalah kepadatan optimun.

Selain itu, Abu Ampas Tebu juga menghasilkan lapisan kedap air yang dapat mencegah perubahan bentuk dan kembang susut tanah dasar.
Oleh karena itu tanah dasar perlu dipersiapkan secara baik antara lain dengan perbaikan tanah. Stabilisasi tanah adalah alternatif yang dapat diambil untuk memperbaiki sifat-sifat tanah yang ada.

Pada prinsipnya stabilisasi tanah merupakan suatu penyusunan kembali butir-butir tanah agar lebih rapat dan saling mengunci. Dengan kemajuan teknologi saat ini sudah banyak dilakukan stabilisasi tanah dengan berbagai cara.

Lempung ekspansif memiliki sifat khusus yaitu kapasitas pertukaran ion yang tinggi yang akan mengakibatkan lempung jenis ini memiliki potensi pengembangan yang cukup tinggi apabila terjadi perubahan kadar air.

Jika kadar air bertambah, tanah lempung ekspansif akan mengembang disertai dengan kenaikan tekanan air pori dan tekanan pengembangannya. Sebaliknya, jika kadar air turun sampai dengan batas susutnya, lempung ekspansif akan mengalami penyusutan yang cukup tinggi.
Pengaruh susut pada tanah-tanah berbutir halus menjadi masalah penting dalam masalah teknis. Retak akibat susut dapat muncul secara lokal, jika tekanan kapilaer melampaui kohesi atau kuat tarik tanah.

Retak retak ini merupakan bagian dari makrostruktur lempung dan merupakan zona lemah yang secara signifikan meroduksi kekuatan massa tanah secara keseluruhan, sehingga dapat mempengaruhi stabilitas lereng lempung dan apasitas daya dukung pondasi.

Retak akibat pengeringan permukaan yang sering dijumpai pada lempung dapat berpengaruh jelek, misalnya pada struktur perkerasan jalan yang dibangun diatasnya.

Susut dan retak akibat susut disebabkan oleh penguapan permukaan pada saat musim panas, penurunan muka air tanah, dan isapan akar tumbutumbuhan. Ketika musim hujan tanah mendapatkan air lagi dan volume tanah bertambah dan tanah mengembang.
Pada umumnya perkerjaan konstruksi dilaksanakan pada musim panas, sehingga tanah permukaan pada kondisi kering.

Bangunan tanah yang menutup tanah mencegah penguapan,sehingga tanah dibawah bangunan bertambah kadar airnya oleh akibat kapiler yang menyebabkan tanah lempung mengembang.
Jika tekanan yang ditahan oleh bangunan kurang dari tekanan pengembangan (swelling preasure) maka permukaan tanah akan naik dan akibatnya konstrusi yang ada diatasnya akan rusak.

Artikel ini berlanjut ke Pengaruh Kadar Abu Ampas Tebu Terhadap Pengembangan dan Nilai CBR Tanah Ekspansif (2)

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Pengaruh Kadar Abu Ampas Tebu Terhadap Pengembangan dan Nilai CBR Tanah Ekspansif"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel