Cara Memeriksa Kualitas Batu Bata di Lokasi Pekerjaan

Cara Memeriksa Kualitas Batu Bata di Lokasi Pekerjaan

Batu bata pada dasarnya tidak diperhitungkan untuk menerima beban struktur. Batu bata yang diikat dan diselimuti beton (mortar) hanyalah sebuah partisi dan atau untuk penyekat ruangan. Tapi, batu bata akan menempati sebagian besar ruangan sehingga jika kualitas batu adalah bata yang paling buruk, maka akan dapat menyebabkan masalah yang bisa membawa dampak buruk bagi struktur maupun kenyamanan penghuni. Sehingga perlu untuk memeriksa kualitas bata sebelum menggunakannya. ada beberapa uji lapangan sederhana yang dapat dilakukan dilapangan untuk memeriksa kualitas bata, yaitu
  1. Ukuran warna dan bentuk
  2. Dimensi
  3. Tes penyerapan air
  4. kekerasan dan Kekekalan
  5. Pengkristalan
Berikut akan kita bahas satu persatu.

Ukuran, warna dan bentuk
Warna batu bata yang dibakar dengan baik adalah berwarna merah atau tembaga. Jika warna yang terlihat tidak berwarna merah tembaga maka bata tersebut dibakar berlebihan atau kurang pembakaran.
Cara Memeriksa Kualitas Batu Bata di Lokasi Pekerjaan

Ukuran bata yang tidak seragam dan banyak pori disetiap sisi akan membutuhkan lebih banyak mortar sehingga biaya konstruksi melebihi biaya sebenarnya.
Dimensi
Tepian bata harus tajam. toleransi dari dimensi yang diperbolehkan +- 3% untuk bata kelas satu dan +-8% untuk bata kelas dua dan tiga.
Cara Memeriksa Kualitas Batu Bata di Lokasi Pekerjaan
Kekerasan dan kekekalan
Bata berkualitas bagus akan lebih keras dan tahan lama, jika ditest gores dengan kuku jari maka tidak akan ada meninggalkan bekas. Jika diusap tidak ada butiran butiran debu. Untuk mengetahui kekerasan bata dapat dilakukan dengan memukul/mengadu batu bata yang satu dengan yang lainnya. Bata yang bagus akan menghasilkan suara dan bunyi yang jelas. Cara Lainnya untuk menguji kekerasan bata adalah ambil batu bata dan jatuhkan ke lantai yang keras dari ketinggian 1.2 m hingga 1.5 m. Jika batu bata tersebut bagus, maka tidak akan pecah.
Cara Memeriksa Kualitas Batu Bata di Lokasi Pekerjaan

Pengkristalan
Jika Garam natrium dan kalium ada didalam kandungan bata maka akan menyebabkan bercak putih pada permukaan bata, atau biasa disebut dengan pengkristalan. Tanah dari produksi bata harus bebas dari sulfat, kalium dan natrium. Jika bata bersentuhan dengan air maka bahan tersebut akan larut dan akan menyebabkan kerusakan pada plesteran. Sehingga batu bata ini tidak bagus untuk dipakai.
Cara Memeriksa Kualitas Batu Bata di Lokasi Pekerjaan

Uji Penyerapan Air
Untuk mengetahui penyerapan bata terhadap air, diambil lima batu bata dilokasi. kemudian timbang dalam kondisi kering setelah itu ambil rata-ratanya. Kemudian rendam bata tersebut kedalam air selama 24 jam. Setelah 24 jam, bata tersebut diambil lagi dan timbang dalam kondisi basah dengan mengelap air yang masih ada dipermukaan bata. Setelah ditimbang kemudian rata-ratakan lagi berat bata tersebut dalam kondisi basah kering permukaan.
Jenis dan klasifikasi batu bata selengkapnya>>Jenis dan Klasifikasi Bata
Perbedaan antara berat rata rata bata basah dengan bata kering menandakan penyerapan bata terhadap air. Penyerapan bata terhadap air tidak boleh melebihi 20% dari berat bata kering. Jika bata menyerap air lebih dari 20% maka akan menyebabkan penurunan kekuatan mortar karena batu bata akan menyerap air langsung dari adukan mortar.

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Cara Memeriksa Kualitas Batu Bata di Lokasi Pekerjaan"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel