Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Pengalaman Kerja Sebelum Pengangkatan Bisa Berguna untuk Penetapan Gaji Pokok CPNS

Pengalaman Kerja Sebelum Pengangkatan Bisa Berguna untuk Penetapan Gaji Pokok CPNS
Pengalaman Kerja Sebelum Pengangkatan Bisa Berguna untuk Penetapan Gaji Pokok CPNS-Pengalaman kerja memang bukanlah sebuah syarat penting dalam pemberkasan CPNS.

Namun, hal ini bisa berguna buat menambah masa kerja dan untuk penetapan gaji pokok para peserta yang lolos CPNS.

Jadi buat peserta yang dalam tahap pemberkasan CPNS , perhatikan betul dalam mengisi bukti pengalaman kerja.

Persoalan gaji pokok abdi negara diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan Pegawai Negeri Sipil

Hal ini sendiri diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, Bab VI mengenai Pengangkatan dan Masa Percobaan Menjadi Calon PNS, serta bagian A mengenai Pengangkatan Menjadi Calon PNS.

Dalam pada peraturan tersebut tertulis: "Calon PNS yang telah mempunyai masa kerja sebelum diangkat menjadi Calon PNS maka masa kerjanya dapat diperhitungkan untuk penetapan gaji pokok."

Meski begitu, rupanya tidak semua pekerjaan bisa dihitung masa kerjanya. Sebab, pada nomor 11 poin (b) diatur bahwa masa kerja calon PNS yang dapat diperhitungkan antara lain:
  1. Masa selama menjadi Pejabat Negara atau Komisioner atau anggota Lembaga Nonstruktural;
  2. Masa selama menjalankan tugas pemerintahan seperti local staff pada Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri atau perangkat desa atau pegawai tidak tetap;
  3. Masa selama menjadi pegawai/karyawan pada Badan Internasional;
  4. Masa selama menjadi pegawai/karyawan perusahaan milik pemerintah seperti BUMN dan BUMD;
  5. Masa selama menjadi pegawai/karyawan perusahaan yang berbadan hukum jika mencapai 1 (satu) tahun.
Dalam peraturan yang sama juga diatur pula bahwa untuk pengalaman sesuai dengan angka 1, 2, 3, dan 4, masa kerja kalian akan diperhitungkan secara penuh.

Jadi, kalau masa kerja calon ASN di pengalaman kerja sebelumnya memiliki total 4 tahun, maka masa kerjanya akan tetap dihitung selama 4 tahun.

Namun khusus untuk angka 5), masa kerja Calon ASN hanya akan dihitung ½ (setengah) untuk tiap-tiap tahunnya dan paling banyak 8 tahun. Artinya, kalau kalian bekerja selama 4 tahun, maka yang dihitung hanya 2 tahun. Masa kerja yang diperhitungkan ½ (setengah) adalah masa kerja sebagai pegawai/karyawan dari perusahaan yang berbadan hukum di luar lingkungan badan-badan pemerintah (termasuk perusahaan swasta asing yang berbadan hukum) yang tiap-tiap kali tidak kurang dari 1 (satu) tahun dan tidak terputus-putus, dengan ketentuan bahwa masa kerja tersebut diperhitungkan sebanyak-banyaknya 8 (delapan) tahun.

Contoh kasus :

Dewi Setiawati seorang mantan karyawati dari perusahaan swasta berbadan hukum, mempunyai masa kerja secara terus menerus selama 16 (enam belas) tahun. Apabila ia diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil, maka masa kerja yang dapat diperhitungkan adalah :
16 tahun   =  8 (delapan) tahun
     2

Najib Mutalib memiliki masa kerja pada perusahaan yang berbadan hukum pada :
1)    Perusahaan swasta A selama =  6 bulan
2)    Perusahaan swasta B selama =  11 bulan
                                                          17 bulan
 
      Dalam hal demikian, maka masa kerja tersebut tidak dapat diperhitungkan, karena tiap-tiap kali dari masa kerja yang dimiliki kurang dari 1 (satu) tahun.

Taufik mempunyai masa kerja dari beberapa perusahaan swasta yang berbentuk badan hukum pada :
1.    Perusahaan swasta nasional selama                =    5 tahun
2.    Perusahaan swasta asing Jepang selama         =    7 tahun
3.    perusahaan swasta asing Korea selama           =    9 tahun
                                                       jumlah              =  21 tahun

      Dalam hal demikian, maka masa kerja yang dapat diperhitungkan adalah sebanyak-banyaknya 8 (delapan) tahun.

Cara menghitung masa kerja dilaksanakan sebagai berikut :
 
Masa kerja yang diperhitungkan penuh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor  11 Tahun 2002 adalah masa kerja hasil akhir yang tidak kurang dari 1 (satu) bulan tersebut dihapuskan/tidak dapat di perhitungkan.
  
Contoh kasus :

      Wartono mempunyai masa kerja sebagai berikut :
1)    Sebagai Pegawai Tidak Tetap selama
                                   =   2 tahun 5 bulan 15 hari
2)    Sebagai Pegawai Perangkat Desa selama
                                    =   4 tahun 4 bulan 17 hari
                   Jumlah  =   6 tahun 9 bulan 32 hari
      Dalam hal demikian, maka masa kerja yang diperhitungkan untuk penetapan gaji pokok pengangkatan pertama adalah 6 tahun 10 bulan

Masa kerja yang diperhitungkan setengah (1/2) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor  11 Tahun 2002 adalah masa kerja hasil akhir yang tidak kurang dari 1 (satu) bulan tersebut dihapuskan/tidak dapat di perhitungkan.
 
Contoh kasus :

Setiyo mempunyai masa kerja sebagai berikut :
1)    Perusahaan Swasta Nasional selama
                                                                   =   2 tahun 3 bulan 12 hari
2)    Perusahaan Asing Jepang selama
                                                                   =   5 tahun 1 bulan 29 hari
3)    Perusahaan Asing Korea selama
                                                                   =   1 tahun 1 bulan 28 hari
      Jumlah                                                 =   8 tahun 5 bulan 69 hari
 
      Dalam hal demikian, maka masa kerja SETYO yang diperhitungkan untuk penetapan gaji pokok pengangkatan pertamanya adalah :
(2 th  3 bln + 5 thn 1 bln + 1 1 bln)/2    =  (8 th 5 bln)/2    =   4 th 2 bln 15 hari
                                                         
Dibulatkan kebawah menjadi 4 tahun 2 bulan
 
Ketentuan tentang Peninjauan Masa Kerja yang diperoleh dari instansi Pemerintah :
Memiliki pengalaman kerja yang diperoleh sewaktu bekerja pada Pemerintah, yang belum diperhitungkan sebagai masa kerja golongan baik sebagai CPNS/PNS.

Pengalaman bekerja pada pemerintah yang tidak menerima penghasilan secara tetap harian/bulanan atau sebagai penerima upah yang bersifat tidak tetap/ pekerja borongan atau kerja sukarela, masa kerjanya tidak dapat diperhitungkan.

Pengalaman kerja yang dapat diperhitungkan sebagai masa kerja golongan gaji adalah pengalaman bekerja yang dapat dibuktikan dengan surat keputusan dari pejabat yang berwenang dan belum pernah diperhitungkan sebagai masa kerja golongan gaji.

Masa kerja yang dapat diperhitungkan setinggi-tingginya ditetapkan berdasarkan masa kerja maksimum setelah dikurangi dengan 2 (dua) kali Kenaikan Gaji Berkala (KGB) yang terakhir dalam golongan ruang tersebut.

Ketentuan Peninjauan Masa Kerja yang diperoleh dari swasta :
Pengalaman kerja pada swasta yang dapat diperhitungkan menjadi masa kerja golongan adalah pengalaman kerja yang diperoleh dari swasta yang berbadan hukum.

Sekurang-kurangnya memiliki pengalaman kerja 1 tahun dan didapat secara terus menerus tanpa terputus. Dari jumlah pengalaman kerja yang dimiliki hanya dihargai 1/2 nya dan paling tinggi hanya dapat ditetapkan menjadi 8 tahun

Oleh karenanya, penting untuk melampirkan riwayat pengalaman pekerjaan pada saat pemberkasan.
Dasar Hukum :
Undang-Undang No. 8 Tahun 1974 jo. Undang-Undang No. 13 Tahun 1999.
Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2001 jo. Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2003
Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1997 jo. Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2003
Keputusan Kepala BKN No. 14 Tahun 2018
M Hadi H, ST.
M Hadi H, ST. Sharing and building, berharap dapat berpartisipasi walaupun dalam hal kecil untuk kemajuan pengetahuan

Post a Comment for "Pengalaman Kerja Sebelum Pengangkatan Bisa Berguna untuk Penetapan Gaji Pokok CPNS"