Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Jalur Penyeberangan Khusus Hewan Liar (Eco-Bridge)

Jalur Penyeberangan Khusus Hewan Liar
Aktivitas dan intervensi manusia yang terus menerus di lingkungan alami hewan meninggalkan dampak yang buruk bagi ekosistem. Jika aktivitas manusia berlanjut di daerah itu, maka keanekaragaman hayati menjadi semakin kecil dan semakin terpisah sehingga membahayakan ekosistem.

Hal ini pada akhirnya menyebabkan kerusakan dalam berbagai proses ekologis seperti migrasi spesies, daur ulang nutrisi, penyerbukan tanaman dan fungsi alami lainnya yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan dari ekosistem.

Akibatnya, habitat tersebut akan mengalami penurunan keanekaragaman hayati yang lebih parah lagi dapat menyebabkan kepunahan spesies lokal yang ada. Salah satu intervensi manusia adanya pembangunan jalan pun akses untuk lalu lalang manusia.

Akibatnya kawasan hutan yang dihuni oleh para hewan itu menjadi rawan untuk penghuni aslinya. Selain menjadi objek perburuan dan stigma sebagai hama, nyawa hewan juga terancam akibat jalanan yang dibangun.

Kasus kendaraan menabrak hewan adalah hal yang kerap terjadi di beberapa kawasan, bahkan korbannya tidak hanya yang berukuran kecil saja. Tupai, rusa, bahkan beruang menjadi korban kendaraan yang melaju.

Jembatan Ramah Lingkungan ECO-BRIDGE

Koridor satwa liar, juga dikenal sebagai "jembatan ramah lingkungan (eco-bridge)", adalah area habitat yang menghubungkan daerah satu dengan daerah lain di alam yang dipisahkan oleh aktivitas manusia seperti struktur jalan, pengembangan infrastruktur lainnya, atau pembalakan dan pertanian.

Jadi yang dimaksud dengan eco-bridge satwa liar adalah penghubung habitat satwa liar, umumnya terdiri dari vegetasi asli, yang bergabung dengan dua atau lebih area yang lebih besar dari habitat satwa liar serupa.

Eco-bridge memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga populasi hewan dan tumbuhan yang seharusnya terisolasi dari aktivitas manusia yang memiliki resiko tinggi terhadap kepunahan lokal jika baik akibat perburuan ataupun kecelakaan akibat dari tertabraknya hewan liar.

Ecobridge dapat meliputi: terowongan underpass, jembatan, dan jembatan layang (terutama untuk hewan besar atau jenis ternak); terowongan amfibi; tangga ikan; Jembatan kanopi (terutama untuk monyet dan tupai), terowongan dan gorong-gorong (untuk mamalia kecil seperti berangberang,landak, dan musang).
Terowongan khusus hewan yang mengubungkan wilayah satu dengan lain
Terowongan khusus hewan yang mengubungkan wilayah satu dengan lain | Sumber: bit.ly/CNNIndonesia-gayahidup

Pentingnya Jembatan Ramah Lingkungan (Eco-bridge) dalam pengelolaan keanekaragaman hayati diantaranya adalah:
  1. Untuk mencegah isolasi genetik dari populasi flora dan fauna yang terdapat diwilayah tersebut karena pembangunan infrastruktur yang semakin pesat. Jembatan akan mendorong interaksi satwa liar dengan memfasilitasi pergerakan antara hutan yang pernah terpisah dan secara efektif memperluas habitat, perkawinan dan mencari jajaran flora dan fauna.
  2. Dengan satwa liar melintasi jalan bebas hambatan dari satu cagar alam ke cagar alam lainnya, peluang penyerbukan dan penyebaran tanaman yang terancam punah dapat meningkat.
  3. Eco- bridge juga akan membawa interaksi yang lebih besar antara individu yang mengarah pada pertukaran bahan genetik yang sehat, sehingga mengurangi terjadinya perkawinan sedarah dan meningkatkan kelangsungan hidup jangka panjang spesies asli kita.
  4. Menyediakan infrastruktur penyeberangan di titiktitik utama di sepanjang koridor transportasi dikenal untuk meningkatkan keselamatan, menghubungkan kembali habitat dan memulihkan pergerakan satwa liar. Di seluruh Eropa, Asia, Australia, dan Amerika Utara, struktur penyeberangan satwa liar telah dilaksanakan dengan keberhasilan yang terbukti.
  5. Spesies yang lebih menyukai daerah alami (urban avoiders atau urban adapters) belum berevolusi secepat laju perkembangan. Dengan demikian, hewan lebih suka tetap berada di dalam area alami atau tepiannya. Spesies yang lebih menyukai daerah perkotaan (urban exploiters) biasanya berbeda dengan yang ditemukan di daerah alami. Oleh karena itu, koridor yang tepat untuk penyebaran spesies diperlukan untuk menghubungkan antara area alami jika mereka berjauhan atau terisolasi.

Contoh-Contoh Eco-Bridge di Dunia

Banyak satwa liar harus merenggang nyawa saat melintas di jalan raya. Angka itu semakin terus meningkat dari tahun ke tahun, apalagi banyak dari satwa liar tersebut merupakan hewan langka dan perlu untuk dilindungi.

Sejumlah inovasi dilakukan oleh berbagai negara untuk kelangsungan satwa liar tersebut. Salah satu ide yang tercetus ialah membangun jembatan penyeberangan (Eco-bridge). Berikut adalah contoh-contoh eco-bridge yang dibangun di berbagai dunia:

Underpass Penguin di Selandia Baru

Underpass Penguin di Selandia Baru
Underpass untuk hewan penguin di Selandia Baru | Sumber: bit.ly/steemit-life
Di Selandia Baru Migrasi burung Penguin sering terjadi setiap tahunnya di daerah selatan dari negara tersebut. Untuk melindungi sejumlah satwa tersebut dari tertabrak kendararaan dan agar tetap aman saat melintas di jalan, pemerintah setempat membangun underpass khusus Penguin.

Jembatan Kepiting di Pulau Natal, Negara Bagian Australia

Jembatan Kepiting di Pulau Natal, Negara Bagian Australia
Jembatan Penyeberangan Kepiting Merah di Pulau Natal, Negara Australia | Sumber:bit.ly/IDNTimes-discovery
Jembatan di Pulau Natal ini dikhususkan untuk kepiting merah. Jembatan ini dibangun dengan tukuan menghindari kawanan kepiting ini terlindas kendaraan. Walaupun jembatannya cukup menanjak, tetapi ini mampu melindungi kawanan kepiting langka ini untuk menyeberang.

Tunnel Kura-Kura di Jepang

Tunnel Kura-Kura di Jepang
Tunnel Perlintasan Kura-Kura di Jepang | Sumber: steemit.com/life/@iqbalsweden/7-jembatanperlintasan-satwa-liar-yang-mengagumkan-di-dunia
Pembangunan tunnel sederhana yang dilakukan di Jepang ternyata cukup banyak melindungi kura-kura yang melintas. Moda kereta cepat di Jepang rentan terhadap nyawa satwa liar, termasuk kura-kura. Langkah ini dianggap sangat baik untuk melindungi populasi kura-kura yang berada di Jepang

Tunnel Salamander di Negara Inggris

Tunnel Salamander di Negara Inggris
Tunnel Perlintasan Salamander di Negara Inggris |Sumber: steemit.com/life/@iqbalsweden/7-jembatanperlintasan-satwa-liar-yang-mengagumkan-di-dunia
Salamander berbintik kuning termasuk hewan langka di Negara Inggris. Hewan yang suka hidup di daerah rawa-rawa ini tetap dijaga kelangsungannya dengan pembangunan tunnel di setiap perlintasan jalan.

Highway A50 di Belanda

Highway A50 di Belanda
Highway A50 di Belanda |Sumber: idntimes.com/science/discovery/zaki-17/jembatan-untuk-hewan-liar-exp-c1c2/full
Belanda telah membangun lebih dari 66 jembatan penyeberangan bagi satwa liar yang semakin langka seperti musang, babi liar, dan rusa. Jembatan pertama yang melintasi jalan utama di A50 in dibangun pada tahun 1988 merupakan yang tertua kedua di bawah ecoduct A 28 yang dibangun pada tahun yang sama.

Bahkan pada tahun 2012 Belanda kembali membangun sembilan eco-duct, yang rata-rata luasnya 50m2. hal ini untuk mencegah kepunahan satwa liar seiring dengan pertumbuhan populasi dan tempat tinggal manusia.

Bukit Timah Expressway di Singapura

Bukit Timah Expressway di Singapura
Highway Bukit Timah Expressway di Singapura | Sumber: bit.ly/IDNTimes-discovery
Di Negara Tetangga yaitu Negara Singapura juga terdapat Jembatan yang dinamakan Eco Link yang dikhususkan untuk perlintasan satwa. Jembatan ini dibangun dengan menghabiskan dana sebesar 16 juta dolar dan selesai dibangun pada tahun 2013.

Setidaknya sebanyak 15 spesies mamalia dan burung telah terobservasi menggunakan jembatan ini. Termasuk di dalamnya musang luwak dan spesies yang terancam punah yakni jenis Trenggiling Sunda.

Penerapan Eco-Bridge di Indonesia

di Indonesia Sendiri khususnya di Jalan Tol Pekanbaru –Dumai direncanakan memiliki 6 (enam) perlintasan khusus untuk gajah Sumatera.

Tol Pekanbaru-Dumai dibangun sepanjang 131,48 kilometer merupakan bagian dari Tol Trans Sumatra yang merupakan program strategis nasional. Jalan tol direncakan dibangun tidak melalui kawasan konservasi namun pada kenyataannya, jalan tol tetap melewati daerah jelajah (homerange) gajah sehingga perlu jalur perlintasan khusus.
Pembangunan underpass khusus untuk gajah yang dilakukan di Tol Pekanbaru – Dumai
Pembangunan underpass khusus untuk gajah yang dilakukan di Tol Pekanbaru – Dumai | Sumber:bit.ly/hk-Terowongan
Pimpinan Proyek Pekanbaru - Dumai Seksi 3-4 dari PT Hutama Karya (Persero), Dinny Suryakencana menjelaskan, perlintasan pertama di Sungai Tekuana lokasinya di seksi 2 dan tidak jauh dari Pusat Latihan Gajah Minas di Kabupaten Siak.

Di kawasan itu terdapat sedikitnya 13 gajah sumatera liar. Kemudian lima perlintasan lainnya berada di Seksi 4. Masing-masing berada di STA 61 atau 61 kilometer dari Pekanbaru, STA 69+154, STA 71+992, STA 73 dan STA 74+400.

Ukuran terowongan gajah bervariasi ada yang punya tinggi batas ruang (clearance) 4,5 meter hingga 11 meter dan lebar mulai dari 25 meter hingga 45 meter. Selain itu terowongan ini juga didesain sesuai dengan habitat alaminya.
Reference:
Mastur, SAP Pejabat Fungsional Muda Pembina Jasa Konstruksi Balai Penerapan Teknologi Konstruksi.
Firman Budi Prihartono, ST Penelaah Jasa Konstruksi Balai Penerapan Teknologi Konstruksi.
_.2017.7 Jembatan Perlintasan Satwa Liar yang Mengagumkan di Dunia. https://steemit.com/life/@iqbalsweden/7-jembatan-perlintasan-satwaliar-yang-mengagumkan-di-dunia [Diakses 27 November 2019]
_.2019.Unik! Hutama Karya Bangun Terowongan Khusus Gajah Di Tol Trans Sumatera. http://www.hutamakarya.com/mobile/id/siaranpers/detail/306/unik21-hutama-karya-bangun-terowongan-khusus-gajah--di-toltrans-sumatera- pada [Diakses 27 November 2019]
_.2017.What Are Eco Bridge/Wildlife Corridors and How Do They Help With Biodiversity Management. https://soapboxie.com/social-issues/What-are-Eco-Bridges-and-How-do-They-Help-in-Biodiversity-Management [Diakses 27November 2019]

M Hadi H, ST.
M Hadi H, ST. Sharing and building, berharap dapat berpartisipasi walaupun dalam hal kecil untuk kemajuan pengetahuan

Post a Comment for "Jalur Penyeberangan Khusus Hewan Liar (Eco-Bridge)"

Berlangganan via Email