Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Sejarah Beton Dan Perkembangannya

Sejarah Beton Dan Perkembangannya
Di zaman yang semakin modern ini pasti membuat sebuah bangunan akan semakin mudah dengan menggunakan alat-alat canggih. Terdapat banyak sekali komponen yang wajib ada saat akan membuat sebuah gedung atau bangunan lain. Ya, salah satu komponen utama yang harus ada yaitu beton.

Nah, beton ini merupakan salah satu komponen dalam membangun gedung yang sudah ada sejak zaman Romawi Kuno dan Yunani lho. Bahan yang digunakan untuk membuat beton adalah campuran dari kapur, vulkanik, batu dan lain-lain.

Seperti komponen bangunan lainnya, beton juga memiliki berbagai jenis dan fungsi masing-masing lho. Bagi Anda yang penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai sejarah beton dan perkembangannya, yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Sejarah Dan Perkembangan Beton

Pada saat 300 tahun sebelum masehi di daerah Roma, orang zaman Romawi Kuno ini kerap menggunakan semen untuk membangun sebuah arsitektur yang menawan. Seperti misalnya Pantheon dan Colosseum, orang Romawi Kuno ini biasanya membuat beton dengan bahan yang ramah lingkungan.

Ya, bahan tersebut adalah air asing, kapur dan abu vulkanik. Meski bahan tersebut ramah lingkungan dan sangat kuat, pembuatan beton menggunakan ke tiga bahan ini tidak cocok untuk masa modern. Pasalnya, waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya sangat lama.

Seiring dengan berjalannya waktu, pada tahun 1824 seorang ilmuan yang bernama Joseph Aspedin mendapatkan hak atas penemuan semen yang dibuatnya. Aspedin menyatakan bahwa sudah melakukan eksperimen dalam pembuatan semen sejak tahun 1811.

Semen ini diberi nama semen portland, karena mempunyai warna seperti batu portland. Semen temuannya ini sampai sekarang masih sering digunakan untuk membangun berbagai jenis gedung lho.
Nah, pada tahun 1836 kekuatan beton pertama kali diuji di negara Jerman. Pengujian tersebut meliputi kekuatan tekan dan tarik. Kekuatan tekan yang diuji mengacu pada kemampuannya dalam menahan kompresi.

Sedangkan kekuatan tarik pada beton mengacu pada kemampuannya dalam menahan ketegangan. Kedua kekuatan tersebut dinyatakan dalam psi atau yang bisa disebut juga dengan istilah pound per inci persegi.

Setelah melakukan pengujian di Jerman, beton ini kembali digunakan untuk membangun sebuah jembatan pada tahun 1889. Ya, jembatan itu bernama Alvord Lake Bridge. Hebatnya, jembatan yang dibangun menggunakan konstruksi beton bertulang ini masih sangat kokoh hingga sekarang.

Setelah berhasil membangun jembatan, beton ini digunakan untuk membangun jalan di Bellefontaine, Ohio Amerika Serikat pada tahun 1891. Seiring dengan berjalannya waktu, pada tahun 1903 beton ini digunakan untuk membuat gedung 16 lantai yang bernama The Ingalls Building.

Nah, karena kesuksesan pembangunan gedung inilah yang membuat konstruksi beton diterima di Amerika Serikat. Kemudian, pada tahun 1908 ilmuan yang bernama Thomas Alva Edison membangun rumah yang terbuat dari beton cor. Rumah yang dibangunnya ini merupakan rumah pertama yang dibuat menggunakan konstruksi beton. Rumah ini diberi nama The Concrete Homes.

Pada tahun 1913 di daerah Baltimore, Maryland Readymix pertama digunakan. Gagasan beton ini kemudian bisa diolah dan juga di distribusi ke berbagai tempat proyek. Waktu terus berjalan hingga tahun 1915 seorang bernama Lynn Mason Scofield mendirikan sebuah perusahaan pertama yang memproduksi warna beton. Perusahaan tersebut adalah L.M. Scofield.

Sejak adanya beton, banyak sekali bangunan yang menggunakan beton sebagai bahan dasarnya. Tentunya kekuatan beton sudah tidak diragukan lagi. Ya, mulai dari digunakan untuk membangun jembatan, sports dome, meja beton hingga gedung pencakar langit.

Pada tahun 1999 beton yang sudah dipoles pertama kali dikenalkan. Hingga saat ini, beton yang dipoles menjadi sangat populer dan kerap digunakan untuk membangun berbagai bangunan. Ya, salah satunya adalah untuk membangun rumah hunian.

Jenis-Jenis Beton

Sama seperti bahan bangunan yang lain, beton juga memiliki beberapa jenis yang wajib untuk diketahui. Tentunya setiap jenis dari beton mempunyai fungsi yang berbeda. Nah, beberapa jenis beton diantaranya seperti:

Beton ringan
Sesuai dengan namanya beton ringan atau yang bisa disebut dengan Lightweight Concrete yang memiliki berat lebih ringan dari jenis beton lainnya. Biasanya beton jenis ini hanya digunakan untuk pembuatan dinding non struktur. Bobot maksimal beton ini adalah 1900 kg/m3.

Beton mortar
Jenis beton yang satu ini dibuat menggunakan campuran pasir, semen dan batu kapur. Terdapat tiga bahan mortar yang digunakan, diantaranya yakni kapur, semen dan agregat halus. Beton jenis ini mempunyai daktilitas dan gaya tarik yang sangat baik. Apabila dicampur dengan air, adonan ini akan lebih pekat dan kental.

Beton hampa
Jenis selanjutnya yakni beton hampa yang merupakan salah satu beton untuk digunakan sebagai konstruksi khusus saja. beton ini disebut hampa karena saat pembuatannya dilakukan dengan cara menggunakan alat vacuum khusus. Sehingga beton hanya mengandung semen dan air. Oleh karenanya beton jenis ini memiliki kekuatan sangat tinggi. Biasanya beton ini digunakan untuk membangun gedung pencakar langit.

Beton bertulang
Beton bertulang dibuat menggunakan campuran tulangan baja dan beton. Beton yang satu ini memiliki sifat lemah terhadap gaya tarik namun kuat terhadap gaya tekan. Oleh karenanya tulangan baja dicampurkan untuk membuat beton jenis ini.

Hal ini dilakukan agar kekuatan beton akan gaya tarik semakin meningkat. Beton bertulang hingga saat ini sangat populer digunakan untuk bahan konstruksi bangunan. Biasanya beton ini digunakan untuk membuat jalan, pelat lantai, jembatan dan lain-lain.

Pembahasan tentang jenis-jenis beton ini sudah ada pada postingan khusus yang bisa anda lihat di 10 Macam Jenis Beton Beserta Kegunaannya

Kelebihan Beton

Selain memiliki berbagai jenis yang bisa Anda pilih untuk membuat sebuah bangunan. Beton juga memiliki berbagai kelebihan lho. Tentunya kelebihan inilah yang membuat beton semakin populer dalam bidang konstruksi bangunan. beberapa kelebihan beton diantaranya seperti:
  • Beton segar dapat dicetak dengan mudah sesuai keinginan
  • Bisa menahan gaya tekan dengan sangat baik dan memiliki sifat tahan korosi serta pembusukan oleh keadaan lingkungan
  • Beton segar bisa dipompa sehingga memungkinkan untuk dituang
  • Dapat disemprotkan pada beton lama yang sudah retak
  • Memiliki bahan yang tahan arus dan tahan bakar sehingga perawatannya akan lebih mudah

Kekurangan Beton

Bukan hanya memiliki kelebihan saja, beton juga memiliki kekurangan. Namun, kekurangan yang dimilikinya tidak akan menjadi masalah besar untuk konstruksi bangunan. Beberapa kekurangan beton diantaranya seperti:
  • Beton memiliki sifat getas atau tidak detail, sehingga harus dihitung secara teliti agar setelah dikompositkan dengan baja tulangan menjadi bersifat detail, terutama jika digunakan untuk bangunan tahan gempa.
  • Beton keras menyusut dan mengembang jika terjadi perubahan suhu. Sehingga perlu dibuat dilatasi.
  • Beton dianggap tidak mampu menahan gaya tarik sehingga mudah retak
  • Agar mendapat beton yang kedap air, harus dibuat secara teliti
Nah, seperti itulah ulasan lengkap mengenai sejarah beton dan perkembangannya hingga saat ini. Selain memiliki beragam jenis, beton juga memiliki kelebihan tersendiri. Sehingga, proses pembangunan gedung akan lebih sempurna dengan menggunakan beton. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda yang ingin mengetahui sejarah beton.


M Hadi H, ST.
M Hadi H, ST. Sharing and building, berharap dapat berpartisipasi walaupun dalam hal kecil untuk kemajuan pengetahuan

Post a Comment for "Sejarah Beton Dan Perkembangannya"