-->< >

Masjid Terapung Termegah Di Indonesia | Masjid Al-Alam Kendari

Masjid Terapung Termegah Di Indonesia |  Masjid Al-Alam Kendari
Budaya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan Islam terus berlanjut sampai kepada masa kejayaan Islam. Karena seiring  berjalannya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masjid dibenah menjadi multi fungsi. Di dalam kompleks masjid dibangun madrasah, perpustakaan, laboratorium penelitian dan observatorium ilmu antariksa. Maka tak heran masjid telah menjadi universitas (al-jami’ah) pertama dalam Islam sebagai pusat kegiatan intelektualitas.

Karena fungsionalitas masjid sedemikian rupa, masjid juga harus dibangun menjadi tempat yang paling indah dari segalanya. Alasan pertama sebagi tempat menyembah Allah dan selanjutnya adalah tempat studi Islam sehingga terkenal kepada dunia.

Oleh karena itu masjid juga menjadi perhatian pertama siapapun khalifah dalam tubuh umat Islam. Sebut saja Masjid Cordoba di Spanyol. Masjid itu pertama kali dibangun oleh Khalifah Muslim Abdurahman I  pada tahun 787. Pembangunannya terus dilakukan oleh generasi penerusnya. Pada 15 Desember 1994 Masjid Cordoba ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu tempat peninggalan yang sangat bersejarah dan penting di dunia.  Namun disayangkan saat ini masjid itu tinggal nama saja.
Masjid Cordoba di Spanyol
Masjid Cordoba di Spanyol | Sumber: www.contractorkubahmasjid.com
Kemudian masjid Aya Sophia (Hagia Sophia) di Istanbul Turki, masjid ini pernah  berdiri megah di dunia selama hampir 500 tahun sebelum di rubah menjadi museum oleh  pemerintahan Turki. Kemegahan masjid Aya Sophia dapat disaksikan saat ini, selain sebagai tanda kemajuan Islam, tetapi juga sebagai tempat wisata paling terkenal di dunia modern ini. Masih banyak masjid-masjid lain yang juga megah di dunia ini.

Hal ini menandakan masjid sebagai simbol kemegahan Islam tempo dulu sampai sekarang. Masing-masing negara Islam (mayoritas muslim) terus memajukan masjid-masjid mereka. Kita mengetahui, kerajaan Arab Saudi hampir setiap tahun merenovasi Ka’bah dan komplek ka’bah. Mungkin pembangunan yang dilakukan sebagai tanggung jawab kerajaan kepada Islam (umat Islam) karena ka’bah di Mekkah adalah arah kiblat dan tempat haji.

Tapi  bukan Cuma ka’bah saja yang dipugar, masjid-masjid disana juga bangun megah-megah dan menjadi daya tarik siapa saja yang datang ke sana. Dengan usaha ini negaranya menjadi kaya dari pemasukan dana pariwisata.
Masjid Fatima Al Zahra di Jeddah Arab Saudi
Masjid Fatima Al Zahra di Jeddah Arab Saudi | Sumber: www.halaltrip.com
Kalau berbicara dunia pariwisata religi (wisata Islami) dengan menjadikan masjid sebagai patron daya tarik, semenanjung Arab Saudi telah melakukannya. Bahkan semua karya terbaik dicurahkan, seperti pembangunan jam dinding raksasa di depan masjidil haram. Pembuatan menara tertinggi di dunia di Dubai, yaitu alburj al-khalifa juga dilakukan setelah membangun masjid-masjid yang indah. Dengan menampilan arstitektur kekinian masjid-masjid juga dibangun disamping membangun museum-museum yang bernuasa islami.
Tower Royal Clock di Mekah, Arab Saudi
Tower Royal Clock di Mekah, Arab Saudi | Sumber:pixabay.com
Turki tidak tinggal diam, Ketua Yayasan Nabi Muhammad di Turki Mehmet Kaya mengatakan pihaknya akan membangun museum Nabi Muhammad terbesar di dunia di Ibu Kota Istanbul. Museum itu nantinya akan menyimpan benda-benda bersejarah terkait kehidupan nabi, karya, dan buku tentang nabi dari seluruh dunia. Dan direncanakan museum ini dibuka pada tahun 2016. Dengan menampilkan museum sedemikian rupa maka seluruh turis baik muslim dan non-muslim akan berkunjung kesana.

Soal pembangunan Masjid dengan adanya Wisata Religi didalamnya, Indonesia tidak mau kalah. Berdiri megah ditengah laut teluk kendari, Masjid Al-Alam pada saat air pasang masjid ini benar-benar tampak seolah olah terapung diatas laut teluk Kendari. Rancang bangunnya mengingatkan kita kepada bangunan bangunan megah dunia.

Perhatikan empat menara di empat penjuru masjid yang mirip dengan menara Burj Al-Arab di Jumeirah-Dubai, Uni Emirat Arab, sedangkan fasad masjid ini mengingatkan kita pada Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin atau juga terkenal dengan sebutan masjid besi di Putrajaya, ibukota (baru) Malaysia.
Masjid Al Alam di Teluk Kendari
Masjid Al Alam di Teluk Kendari | Sumber: picgarden.net
Masjid Al-Alam kini menjadi Ikon baru kota Kendari dan Provinsi Sulawesi Tenggara, dan menjadi salah satu objek wisata favorit warga di kota itu. Kehadiran masjid ini menambah deretan masjid masjid megah di Kendari setelah Masjid Raya Al-kautsar Kendari dan Masjid Raya Kendari atau biasa juga dikenal dengan nama Masjid Raya Kota lama yang sudah berdiri terlebih dahulu.

Masjid Al-Alam diperkirakan mampu menampung hingga 10.000 Jemaah sekaligus dengan asumsi dilantai satu mampu menampung lebih dari 5000 jemaah ditambah lantai dua dan lantai tiga yang diperkirakan masing masing mampu menampung lebih dari 2000 jemaah sekaligus. Untuk menampung kendaraan Jemaah, masjid Al-Alam dilengkapi dengan lahan parkir yang mampu menampung hingga 700 kendaraan roda empat.

Tentang Al-Alam

Secara harfiah, Al-Alam berasal dari bahasa arab yang berarti alam semesta, namun masyarakat akan langsung mengaitkan nama masjid ini dengan nama inisiator pembangunannya, Gubernur ke 7 Sulawesi Tenggara, Nur Alam. Masjid Al-Alam atau lebih dikenal juga sebagai Masjid Terapung Al-Alam adalah masjid megah yang dibangun ditengah laut teluk Kendari, kota Kendari, provinsi Sulawesi Tenggara. Tak tanggung- tanggung, lokasi masjid ini dibangun sejauh 1,6 kilometer dari bibir pantai kota Kendari.
Lokasi Masjid Al Alam yang Berada Ditengah Teluk
Lokasi Masjid Al Alam yang Berada Ditengah Teluk | Sumber: colours-indonesia.com
Dari kejauhan bangunan masjid ini tampak mengapung di permukaan laut teluk Kendari, dengan posisinya yang demikian itu yang menjadikannya disebut sebagai masjid terapung. Meskipun sebenarnya tidak benar benar mengapung di atas air laut melainkan berdiri diatas tiang tiang panyanggah beton bertulang yang ditancapkan ke dasar  laut.

Dari segi tata letaknya masjid terapung Al-Alam kota Kendari ini memang satu satunya di Indonesia dan di dunia yang dibangun begitu jauh di tengah laut. Meskipun masjid-masjid yang serupa ini sudah begitu banyak dibangun di Indonesia dan di dunia, dan seolah menjadi trend baru dalam pembangunan masjid saat ini.

Sebelumnya di Indonesia sudah ada beberapa bangunan Masjid Terapung, sebut saja daintaranya adalah Masjid Raya Al-Munawaroh di Ternate, Masjid Amirul Mu’minin kota Makasar, dan lain lain, sementara yang paling terkenal di luar negeri diantaranya adalah Masjid Terapung Ar-Rahmah yang mengapung di laut merah kota Jeddah, Arab Saudi dan Masjid Hassan II, Casablanca – Maroko yang seolah mengapung di samudera Atlantik Utara.
Lokasi Masjid Al-Alam Dilihat Dari Google Maps
Lokasi Masjid Al-Alam Dilihat Dari Google Maps | (Sumber: Google Maps)

Proyek Pembangunan Masjid Al-Alam

Proyek pembangunan Masjid Terapung Al-Alam Kota Kendari ini mulai dibangun tahun 2010 yang lalu dan baru selesai dan diresmikan delapan tahun kemudian di tahun 2018 yang lalu. Proses pembangunan yang cukup lama dengan segala kendala dan masalahnya sendiri. Sebuah mega project yang cukup ambisius, sempat menuai kontroversi dan penolakan dari berbagai lapisan masyarakat.
Proyek Dikerjakan Oleh BUMN PT. Brantas Abipraya
Proyek Dikerjakan Oleh BUMN PT. Brantas Abipraya | Sumber: kontraktorkubahmasjid.com
Sejak awal pengumuman pembangunannya, telah menuai berbagai komentar di masyarakat hingga para tokoh di Kendari dan Sulawesi Tenggara termasuk nilai proyeknya yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp. 230 Milyar Rupiah. Nilai sebegitu besar dinilai akan lebih bermanfaat bila dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat, ditambah lagi dengan keberatannya dari para pemerhati dan penggiat pelestarian lingkungan.

Proses pembangunannya dimulai dengan pemancangan tiang pertama pada hari Selasa 17 Agustus 2010 dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Saleh Lasata, Walikota Kendari Ir Asrun, Wakil Ketua DPRD, La Pili, pejabat muspida dan mantan Menteri Agama, Prof DR Said Agil Al Munawar.

Upacara pemancangan tiang pertama itu bertepatan dengan tanggal 7 Romadhon, dan tanggal 7 tersebut dikait kaitkan dengan jabatan Gubernur Nur Alam yang merupakan Gubernur Sulawesi Tenggara Ke 7. Pada tahun 2010 lalu, anggaran yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan pengambilan dari APBD senilai 10 miliar. Selanjutnya, dana akan terus dikucurkan jika pembangunan tahap pertama sukses, jika tidak maka keseluruhan pembangunannya akan dihentikan.

Rancangan Bangunan Masjid

Rencananya bangunan Masjid Al-Alam dirancang dengan luas sekitar 12.692 meter persegi dan terdiri dari tiga bangunan utama yaitu, bangunan utama masjid, bangunan plaza tertutup dan juga plaza terbuka. Karena lokasinya yang berada di tengah tengahteluk Kendari, masjid ini dilengkapi dengan satu tuas jalan akses sekitar 1,6 km dari daratan Kota Kendari, ruas jalan yang cukup panjang untuk berolahraga di pagi atau sore hari sembari menikmati keindahan Teluk Kendari.
Pekerjaan Pada Bagian Bangunan Utama Masjid.
Pekerjaan Pada Bagian Bangunan Utama Masjid.| Sumber: singgahkemasjid.blogspot.com
Pada bagian bangunan utama akan dibangun dengan 3 lantai (termasuk basement). Lantai basement akan difungsikan sebagai ruang serbaguna untuk toilet dan sebagainya. Lantai satu akan digunakan sebagai ruang sholat utama dengan luas 2.540 mter persegi.  Lalu lantai 2 akan difungsikan sebagai ruang sholat tambahan dengan luas sekitar 1.762 meter persegi.

Jadi, bangunan masjid ini akan memiliki total ruang sholat sekitar 4.302 meter persegi, dan dipergikan dapat menampung hingga 6.000 jamaah sekaligus. Bangunan kedua merupakan plaza tertutup dengan ukuran 30 x 30 meter. Bangunan plaza tertutup ini akan mengadopsi kubah geser sebagai atapnya.  Lalu, bangunan terakhir adalah plaza terbuka yang juga difungsikan sebagaimana plaza tertutup, artinya untuk penambahan lokasi tempat sholat jika pada ruang utama sudah tidak muat lagi. Namun bedanya hanya pada atapnya yaitu dibuat seperti model payung masjid Madinah.

Pembangunan masjid ini memang membutuhkan dana yang begitu besar, apalagi pemancangan ratusan tiang yang dilengkapi dengan anoda pencegah korosi sudah menghabiskan dana sekitar 130 miliar rupiah, belum lagi bagian bangunan lainnya yang pastinya memerlukan uang lebih banyak lagi. Untuk Kubah masjid sendiri didatangkan dari Jerman, dengan kualitas Cat yang diklaim mampu bertahan selama 50 tahun lamanya.

Karena menelan biaya yang sangat besar, tidak heran jika banyak sekali penolakan yang muncul, terutama dari organisasi-organisasi masyarakat. Mereka menganggap bahwa sifat dari bangunan ini nantinya hanyalah simbolik dan untuk kebanggaan saja. Bukankah lebih baik dana pembangunan yang begitu besar tersebut digunakan untuk mengentaskan angka kemiskinan disana, ataupun sebagai dana untuk pembukaan lapangan kerja yang luas untuk masyarakat sekitar.
Penulis: Rifka Yastian, ST. Knowledge Management
Daftar Pustaka :
_. 2018. Masjid Al-Alam Kota Kendari. kontraktorkubahmasjid.com/masjid-al-alam-kota-kendari/. [diakses 15 Juli 2019] 
Bahri, Syamsul. 2018. Masjid Sebagai Objek Wisata Religi (Oleh Syamsul Bahri).www.academia.edu/7088749/Mesjid_Boleh_Menjadi_Objek_Wisata_Religi. [diakses 15 Juli 2019]
Gunawan, Hendra. 2019. Masjid Terapung Al-Alam Kota Kendari.bujangmasjid.blogspot.com/2019/06/masjid-terapung-al-alam-kota-kendari.html. [diakses 15 Juli 2019] 

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Masjid Terapung Termegah Di Indonesia | Masjid Al-Alam Kendari"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel