< >

Teknologi Rolling Barrier System Solusi Mengurangi Dampak Kecelakaan Kendaraan

Teknologi Rolling Barrier System Solusi Mengurangi Dampak Kecelakaan Kendaraan
Jumlah kematian akibat dari kecelakaan lalu lintas jalan terus meningkat, pada tahun 2016 telah mencapai 1,35 juta. Namun, jumlah kematian relatif menurun dan stabil untuk dinegara-negara maju. Menurunnya jumlah korban kematian akibat kecelakaan kendaraan di negara maju akibat kemajuan yang dicapai dalam bidang-bidang penting seperti undang-undang terkait keselamatan di jalan, standar kendaraan yang ditingkatkan, meningkatkan akses ke perawatan pasca kecelakaan, dan perkembangan teknologi terkait pengelolaan jalan.

Kecelakaan kendaraan yang mengakibatkan kematian sendiri berdasarkan data WHO banyak didapati di negara-negara berpenghasilan rendah. Jumlah kematiannya sendiri lebih banyak hingga 3 kali lipat dari negara-negara berpenghasilan tinggi. Selain itu tidak adanya jumlah pengurangan kematian akibat kecelakanan pada tahun 2013-2016 di negara-negara dengan tingkat penghasilan menengah kebawah adalah sesuatu yang perlu diamati mengiangat target Sustainable Development Goals (SDG’s) menargetkan mengurangi separuh kematian akibat kecelakaan lalu lintas hingga tahun 2020. 

Di Indonesia sendiri tingkat kecelakaan masihlah cukup tinggi. Sebagai contoh kecelakaan yang terjadi di ruas tol Trans Jawa. Dilansir dari www.tirto.id Pada pertengahan 2018 hingga bulan maret 2019 sudah terjadi 14 kejadian kecelakaan yang menyebabkan adanya korban jiwa. 
Grafik di Atas Menunjukkan Semakin Meningkatnya Korban Akibat Kecelakaan Kendaraan Tahun 2000 - 2016
Grafik di Atas Menunjukkan Semakin Meningkatnya Korban Akibat Kecelakaan Kendaraan Tahun 2000 - 2016
Setidaknya ada 4 permasalahan mendasar yang menyebabkan tingginya kejadian dan fatalitas kecelakaan. Pertama, buruknya desain geometrik jalan. Kedua, buruknya perilaku berkendara seseorang. Ketiga, penggunaan kendaraan yang tidak berkeselamatan. Keempat, minimnya rambu dan fasilitas pendukung jalan. Tiga permasalahan pertama yakni geometrik jalan, perilaku berkendara, dan kondisi kendaraan mungkin kan sulit dan memakan waktu lama jika ingin mengatasinya. Mengapa?  

Pertama, kondisi geografis dan geologis Indonesia sulit dibuatkan desain ideal sesuai standart. Tentunya akan menelan banyak anggaran jika ingin memaksakan membangun infrastruktur jalan yang ideal secara keseluruhan. Kedua, perilaku berkendara yang sudah menjadi kebiasaan akan sulit diubah hanya dengan hukuman tilang dan sosialisasi. Ketiga, harga kendaraan yang mempunyai fitur pelindung keselamatan sangat mahal, sehingga sulit dijangkau oleh masyarakat.

Adapun tingginya korban dari pengguna sepeda motor, harus dapat dikurangi dengan cara mengalihkan ke transportasi massal. Penyediaan jaringan transpotasi massal diharapkan segera dapat direalisasikan agar masyarakat bisa beralih moda yang lebih terjamin.  
Daftar Kejadian Kecelakaan di ruas Tol Trans Jawa
Daftar Kejadian Kecelakaan di ruas Tol Trans Jawa | Sumber: www.tirto.id
Satu-satunya cara yang paling realistis dari segi finansial dan waktu adalah dengan mengatasi permasalahan keempat, yaitu melengkapi seluruh jalan raya dengan rambu dan fasilitas jalan pendukung keselamatan yang mengadopsi teknologi terkini. Hal ini harus segera dilakukan agar tidak timbul banyak korban berikutnya. Mungkin inovasi yang akan dibahas berikut ini bisa menjadi salah satu solusi baik untuk mengurangi dampak kecelakaan. 

Upaya untuk melengkapi seluruh jalan raya dengan rambu dan fasilitas jalan pendukung keselamatan yang mengadopsi teknologi terkini adalah dengan diterapkan teknologi adalah rolling barrier system. Rolling barrier system sendiri adalah satu jenis guardrail/ pagar pengaman yang biasa digunakan untuk keselamatan pengendara. 

Sesuai fungsinya, keberadaan guardrail yang dipasang pada tepi jalan seharusnya dapat melindungi pengendara agar menghindari kondisi cedera maupun terluka dan mengurangi kerugian materil pada kendaraan yang tertabrak itu sendiri. Namun hal sebaliknya dapat terjadi akibat desain guardrail yang tidak sesuai yang menyebabkan pengendara mengalami luka berat maupun meninggal dunia saat tertabrak guardrail.  
Kecelakaan Akibat Menabrak Guardrail di Tol Solo - Sragen
Kecelakaan Akibat Menabrak Guardrail di Tol Solo - Sragen | Sumber: www.liputan6.com
Adanya terobosan teknologi rolling barrier system masa kini turut mengurangi fatalitas kecelakaan akibat desain guardrail yang tidak berkeselamatan bagi pengendara. Spesifikasi standar bahan guardrail menggunakan lempengan besi mengacu pada KM Nomor 3 Tahun 1994 Tentang Alat Pengendalian dan Pengaman Pemakai Jalan sedangkan standar bahan produk rolling barrier system biasanya menggunakan EVA-Ethylene Vinyl Acetate. 

Sebelumnya apa itu rolling barrier system? rolling barrier system merupakan inovasi produk desain alat pengaman pembatas jalan terbaru masa kini yang berfungsi untuk melindungi pengendara kendaraan dari dampak buruk akibat kecelakaan dengan mencegah pengemudi dan penumpang dari kecelakaan fatal yang tidak hanya menyerap energi kejut, namun juga mengubah energi kejut menjadi energi rotasi. Perangkat keselamatan ini juga mereduksi kecepatan kendaraan agar terhenti dan tidak keluar dari badan jalan setelah tertabrak alat pengaman pembatas jalan dengan menyerap energi kejut dan menghindari kondisi terluka bahkan meninggal dunia pada pengendara akibat desain guardrail yang tidak sesuai. 
Rolling Barrier System dapat Mengurangi Dampak jika Menabrak Guardrail
Rolling Barrier System dapat Mengurangi Dampak jika Menabrak Guardrail | Sumber: www.liputan6.com
Desain rolling barrier system dikembangkan dan dipopulerkan oleh perusahaan Korea Selatan seperti ETI Ltd. Penemuan ini relatif baru, sebagaimana dapat dilihat dalam rilisan video demonstrasi pembatas jalan bersilinder yang dirilis pada 2016. Namun, ada pula video serupa yang dirilis perusahaan asal Australia bernama KSI Global pada 2014. 

Dilansir dari Interesting Engineering, rolling barrier system melakukan lebih dari sekadar menyerap energi benturan. Pembatas ini mampu mengubah energi tumbukan menjadi energi rotasi yang bisa mendorong kendaraan kembali ke depan, sehingga kendaraan tak sampai menerabas pagar pembatas dan kehilangan kendali.  

Produk pembatas yang dikembangkan ETI memakai bahan Etilen Vinil Asetat (EVA) pada tabung-tabung roller silindernya. Bahan EVA diklaim punya daya serap kejut yang sangat baik. EVA juga punya fleksibilitas dan elastisitas yang jauh lebih baik dibanding bahan resin polyethylene lainnya, sehingga fiturnya mendekati karet. Namun, tak seperti karet yang menurun kualitasnya di luar ruangan, bahan EVA tak mudah rusak. 

Saat sebuah mobil kendaraan membentur pagar pembatas, tabung-tabung silinder itu akan mengubah daya kejut kendaraan menjadi energi rotasi. Bingkai besi pagar atas dan bawah yang mengapit tabung-tabung silinder berfungsi menyesuaikan besaran ban kendaraan sehingga kendaraan tidak sepenuhnya oleng.  

Bantalan roller yang disokong cairan membantu penyerapan kejut ketika terjadi tabrakan. Dengan struktur rangka berbentuk huruf D, sistem penyerapan dipastikan bisa terdistribusi sampai ke penyangga sebagai penyerap kejut lanjutan. 
rolling barrier system akan menyerap energi tumbukan sehingga kendaraan tidak akan terbalik dan kembali ke posisi  semula.
rolling barrier system akan menyerap energi tumbukan sehingga kendaraan tidak akan terbalik dan kembali ke posisi semula. | Sumber: www.elitereaders.com
Adapun fitur-fitur yang mendukung kenapa perlu pemasangan roller barrier system sebagai pengganti guardrail jenis lama, yaitu:
  1. Shock absorbs system: jenis karet keras yang digunakan pada bagian roller dapat menyerap dampak tubrukan dari kendaraan. Ini mengurangi kecepatan kendaraan setelah menabrak penghalang. Jika kecepatan mobil adalah 40 km/jam maka persentase terjadinya kecelakaan berkurang 80%. Jika seorang pengemudi mengemudi dengan kecepatan tinggi jika saat itu kendaraan menabrak penghalang maka kecepatan akan berkurang dan sistem kemudi akan dapat kembali stabil.
  2. Menkonversi energi kejut dari tabrakan ke energi putar: Ini adalah salah satu keuntungan besar dari rolling barrier yang menyerap energi kejut dari hasil tabrakan dan mengubahnya menjadi energi energi putar. Karena itulah kendaraan yang menabrak rolling barrier tetap berada di lintasan jalan tidak keluar dari lintasan. Pengaman ini cocok digunakan khsusnya pada daerah perbukitan karena mencegah kendaraan yang menabrak guardrail masuk ke dalam jurang. 
  3. Lampu LED: salah satu fitur utama adalah lampu LED yang dioperasikan oleh tenaga surya yang dapat membantu pengemudi melihat penghalang/barrier di malam hari dengan jelas sehingga kecelakaan dapat berkurang pada kondisi malam hari. 
  4. Stainless steel: salah satu elemen terpenting dari rolling barrier. Rol disangga dengan ditopang oleh baja tahan karat. 
  5. Warna penghalang: warna roller kuning karena warna kuning dapat membantu pengemudi untuk fokus dan warna kuning adalah warna yang dapat dilihat pada saat jarak pandang jauh. Pengemudi dapat melihat penghalang dari jarak jauh dan dia juga akan waspada dari jarak jauh. 
  6. Reflective Tape: Pita reflektif adalah satu jenis pita yang dapat cerah ketika lampu kendaraan mengenai pita itu. 
  7. Mudah dipasang: Keuntungan besar lainnya adalah proses pemasangannya jauh lebih mudah daripada barrier tipe lainnya. Cara mengganti roller juga sangat mudah cukup lepaskan batang baja stainless yang terletak horizontal, lepaskan rol yang rusak, atur rol baru lalu dipasang kembali. 
  8. Bahan karet yang digunakan dapat didaur ulang karena menggunakan bahan karet komposit berbahan kimia ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.  
Di Indonesia sendiri penerapan Rolling Barrier System sendiri telah diterapkan di 2 daerah yaitu Provinsi Aceh dan Jawa Barat. Untuk di Jawa Barat pemasangan dilakukan di tepatnya di Cikidang, Kabupaten Sukabumi karena merupakan daerah dengan kerawanan kecelakaan yang tinggi. Diharapkan penerapan Rolling Barrier System dapat dilakukan di seluruh ruas jalan di Indonesia untuk mengurangi jumlah kecelakaan dan dampak yang diakibatkan dari kecelakaan yang terjadi.
Firman Budi Prihartono ST. Knowledge Management.
Daftar Pustaka :
_.2018. Menurunkan Tingkat Fatalitas Kecelakaan dengan Rolling Guard-rail Barrier. [Online]Tersedia: http://www.pijak.id/2018/09/menurunkan-tingkat-fatalitas-kecelakaan_18.html [diaskses 11 Juli 2019] 
 _.2019.Di Balik Rentetan Kecelakaan Tol Trans Jawa. [Online] Tersedia: https://tirto.id/dizY https://tirto.id/di-balik-rentetan-kecelakaan-tol-trans-jawa-dizY [diaskses 11 Juli 2019]
[WHO] World Health Organization. 2018. Global Status Report On Road Safety 2018. [Online] Tersedia https://www.who.int/violence_injury_prevention/road_safety_status/2018/en//[diaskses 11 Juli 2019] 

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Teknologi Rolling Barrier System Solusi Mengurangi Dampak Kecelakaan Kendaraan "

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel