Teknologi Blok Beton 3B (Berkait, Berongga, Bertangga) Sebagai Pelindung Pantai Dari Abrasi

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas wilayah perairan laut lebih dari 75% yang mencapai 5,8 juta kilometer persegi, terdapat lebih dari 17.500 pulau dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada, yaitu sekitar 81.000 km (Murdianto, 2004). Secara geologi, kepulauan termasuk kepulauan Indonesia terbentuk oleh berbagai proses geologi yang sangat kuat sehingga berpengaruh pada pembentukan pantai disana.

Kawasan pantai merupakan kawasan yang sangat dinamis dengan berbagai ekosistem hidup disana dan saling mempunyai keterkaitan satu dengan yang lainnya. Perubahan garis pantai merupakan salah satu bentuk dinamisasi kawasan pantai yang terjadi secara terus menerus.

Perubahan garis pantai yang terjadi di kawasan pantai berupa pengikisan badan pantai (abrasi) dan penambahan badan pantai (sedimentasi atau akresi).

Menurut Bambang Triatmojo pada buku Teknik Pantai tahun 1999, bangunan pelindung pantai adalah suatu bangunan yang digunakan untuk melindungi pantai dari kerusakan karena serangan gelombang laut, arus, mengurangi energi gelombang yang sampai ke pantai serta merubah laju sedimen sepanjang pantai.

Bangunan pelindung pantai bisa berupa pasangan batu, beton, turap dan kayu. Permukaan bangunan dapat berupa sisi tegak, miring, lengkung atau bertangga. Salah satu contoh bangunan pelindung pantai adalah revetment. Revetment adalah struktur bangunan pelindung pantai yang memisahkan daratan dan perairan pantai yang berfungsi untuk melindungi pantai dari erosi dan limpasan gelombang.

Revetment ditempatkan sejajar atau hampir sejajar garis pantai dengan bagian depan menghadap ke arah datangnya gelombang dan bagian belakang melindungi wilayah belakang bangunan atau daratan.
Bagian Dari Pantai Yang Biasanya Mengalami Abrasi
Bagian Dari Pantai Yang Biasanya Mengalami Abrasi
Blok Beton 3B (Berkait, Berongga, Bertangga)

Dengan berkembangnya teknologi revetment yang tadinya bahan yang dipakai berupa batu alam yang beratnya >200 kg sudah jarang ditemui di lapangan, sementara kebutuhan di lapangan berat batu tersebut masih dibutuhkan.

Sehingga para Peneliti (Ahli Teknik Pantai) berupaya untuk memenuhi kebutuhan bahan tersebut dengan membuat model yang terbuat dari blok beton bertulang dengan berat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, namun pemodelan tidak sekedar memenuhi berat betonnya saja melainkan ditinjau dari beberapa faktor sehingga bahan tersebut dapat berfungsi dan awet untuk beberapa tahun sesuai dengan rencana dan karakteristik gelombang pada pantai yang diteliti.

Revetment 3B adalah salah satu teknologi pengaman pantai yang mempunyai stabilitas tinggi, estetis dan dapat dipasang secara manual atau dengan alat berat. Penggunaan blok beton tipe ini sebagai pengganti batu besar dengan berat tertentu dan setelah tersusun akan membentuk tangga sehingga akan mempermudah akses dari dan ke laut.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pembangunan revetment 3B ini adalah syarat teknis revetment, spesifikasi teknis, perhitungan harga perkiraan sendiri, hal tersebut didapat dari hasil perencanaan dan dalam pelaksanaan harus diperhatikan dalam pengawasan pekerjaan.
Struktur Blok Beton 3B
Struktur Blok Beton 3B
Blok Beton 3B merupakan bangunan pengaman pantai yang ringan dibandingkan dengan bangunan pantai lainnya. Blok beton ini berfungsi untuk mencegah longsor serta melindungi pergeseran garis pantai akibat erosi, blok beton ini dapat diterapkan di daerah yang mempunyai kondisi gelombang yang moderat (dengan ketinggian gelombang 1,5 m).

Revetment 3B ini disarankan untuk digunakan pada jenis pantai berpasir dan tidak berbatu (mengandung gravel). Jika material jenis dipantai berpasir bisa dilakukan tanpa perlakuan khusus, namun jika tanah berlumpur maka dilakukan perkuatan pondasi diantaranya dengan menggunakan cerucuk bambu dan kedalaman diperkirakan daya dukung tanah mampu menahan beban 200 kg/cm².

Komponen Blok Beton 3B
Komponen Blok Beton 3B
Blok beton ini memiliki spesifikasi teknik sebagai berikut:
  1. Bahan dari beton K 222;
  2. Berat blok beton per unit = 230 kg;
  3. Koefisien stabilitas lapis lindung ( K ) = 34,63;
  4. Mampu menahan gelombang setinggi 2 meter;
  5. Menggunakan tulangan praktis = 115 kg/m.

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Teknologi Blok Beton 3B (Berkait, Berongga, Bertangga) Sebagai Pelindung Pantai Dari Abrasi"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel