Balok Bambu Dengan Kekuatan Baja Sebagai Alternatif Konstruksi Indonesia

Tanaman bambu sangat akrab dengan Bangsa Indonesia. Selain memiliki fungsi ekologi yang baik, bambu juga digunakan oleh berbagai suku bangsa di Nusantara sebagai bahan bangunan, transportasi, kuliner, pengobatan, peralatan rumah tangga, sebagai makanan hewan, sebagai material konstruksi, sebagai bahan kerajinan & dekorasi, sebagai senjata, hingga alat musik.

Bambu telah menjadi bagian hidup masyarakat Indonesia dari masa lalu (kerajaan) sampai dengan saat ini, sampai-sampai beberapa kalangan menyatakan bahwa bambu di Indonesia lebih dari sekedar tanaman, tapi memiliki jalinan dengan kebudayaan.

Bambu adalah jenis tumbuhan purba yang sangat penting artinya bagi kehidupan manusia. Penyebarannya tidak saja di Indonesia, bambu dapat dengan mudah ditemui diberbagai belahan dunia lain, seperti di India yang dikenal sebagai The wood of the poor. Orang Cina menyebutnya sebagai The friend of the people ‘kawan bagi manusia’, dan orang Vietnam menyebutnya sebagai The brother ‘saudara’.

Hubungan masyarakat Indonesia dengan bambu tak surut oleh waktu, sampai saat ini bambu masih berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat. Walaupun harus diakui bahwa pemanfaatan bambu hari ini tidak semasif  pada era kerajaan dan zaman kemerdekaan.

Pemanfaatan bambu hari ini lebih sering kita lihat untuk kerajinan tangan, kesenian, peralatan rumah tangga. Padahal, potensi dari pemanfaatan bambu dalam industri bahan bangunan sangat besar apabila dikembangkan dengan serius dengan dukungan dari berbagai pihak.

Bambu Sebagai Material Konstruksi

Bambu sebagai material konstruksi memang sudah cukup lama dikenalkan di Indonesia, walaupun harus diakui bahwa penerapannya masih terkesan seadanya. Padahal di luar negeri seperti di Kanada, Swedia, Jepang, Cina, Amerika Serikat, Vietnam dan lain-lain, konstruksi bambu dikembangkan dengan baik.
Resto Bird Wing di Vietnam
Resto Bird Wing di Vietnam
Struktur bambu memang dapat dibilang kalah populer dibanding struktur baja atau struktur beton, sehingga saat kita melihat bangunan dengan struktur kayu atau bambu rasanya jadi takjub sendiri. Padahal bambu memiliki cukup banyak kelebihan dibandingkan dengan material lain. Tabel berikut ini menunjukkan kuat mekanik bahan material konstruksi:
Tabel Perbandingan Kuat Mekanik Beberapa Bahan Material Konstruksi
Tabel Perbandingan Kuat Mekanik Beberapa Bahan Material Konstruksi
Apabila diperhatikan rasio kekuatan berbanding berat volume pada tabel diatas, didapati bahwa yang paling tidak efisien adalah beton, sedangkan kayu mempunyai efisiensi lebih tinggi dibanding baja. Itu menunjukkan pada berat yang sama maka kayu mempunyai kekuatan yang lebih baik, dan kayu hanya bisa dikalahkan oleh material bambu. Ini adalah fakta dan suatu potensi yang tidak bisa diabaikan sebagai bahan material konstruksi.

Contoh Detail Hubungan Antara Bambu Dengan Base Plate Sebagai Dudukan Pondasinya
Contoh Detail Hubungan Antara Bambu Dengan Base Plate Sebagai Dudukan Pondasinya
Balok Bambu Sekuat Baja

Salah satu pengembangan bambu sebagai bahan konstruksi di Indonesia adalah balok bambu, dimana bambu diproyeksikan untuk menjadi balok dengan kekuatan yang setara baja namun ringan. Salah satu produksi balok bambu di Indonesia bambu press dilabeli dengan nama Bambulogy.

Produk jadi yang dihasilkan Bambulogy berupa balok bambu berdimensi 10 x 10 cm dengan panjang maksimal 2,44 m. Satu balok bambu menghabiskan sekitar 22 batang bambu utuh dengan syarat panjang 2,5 m, diameter 9-12 cm, dan ketebalan 8 mm.

Bambu yang biasanya digunakan adalah batang bambu yang telah berusia tiga tahun. Proses pengolahan dimulai dari pengambilan daging bambu, lalu ditekan (press) untuk menghasilkan serat-serat panjang, kemudian dicarbonizing untuk menghilangkan kadar gulanya agar bambu tahan rayap. Selanjutnya daging bambu direkatkan dengan bahan perekat, di-press lagi dan dicetak menjadi balok
 Bangunan empat lantai Bambulogy Mansion
 Bangunan empat lantai Bambulogy Mansion
Bambulogy Mansion merupakan bangunan rumah kos empat lantai berisi 52 kamar, menggunakan 98 m3 balok bambu. Seluruh konstruksinya menggunakan bambu pabrikan mulai dari struktur bangunan utama, dek lantai, tangga, kusen pintu dan jendela, pintu, pagar koridor hingga struktur atap yang ditopang dengan konstruksi baja ringan.

Pertemuan-pertemuan bambu diperkuat dengan joint baja yang diproduksi khusus oleh Bambulogy. Dibanding kayu, balok bambu lebih berat sekitar 1.200 kg/m2. Karena itu bisa tenggelam di dalam air, sementara kayu tidak. Tapi, jika dibandingkan dengan struktur beton yang mencapai 2.800 kg/m2 dan baja 7.800 kg/m2, struktur bambu jauh lebih ringan. 

Dalam konstruksi bangunan bertingkat, aplikasi struktur bambu yang lebih ringan menjadi lebih menguntungkan. Teorinya, total struktur dan besar beban bangunan di atas yang lebih ringan akan membuat pemakaian substruktur berupa pondasi di bawahnya juga lebih ringan. 

Modulus elastisitas (rasio kekakuan bahan) bambu lebih rendah dibandingkan baja. Bangunan bambu bisa tahan terhadap goyangan gempa. Beda dengan bangunan beton yang rigid, terkena gempa akan gampang ambruk.


GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Balok Bambu Dengan Kekuatan Baja Sebagai Alternatif Konstruksi Indonesia"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel