Setelah MRT, Kini LRT Sudah Hadir Di Jakarta

Transportasi di Jakarta menjadi salah satu masalah sehari-hari. Bayangkan pergerakan jutaan manusia setiap harinya di wilayah Jabodetabek. Kalau semuanya menggunakan kendaraan pribadi sudah pasti terjadi macet

Dan kemacetan Jakarta itu sudah merugikan puluhan trilyun. Mungkin sehari-hari tidak terasa, tapi kalau dihitung biaya yang dikeluarkan akibat macet maka jumlahnya akan fantastis. Belum kerugian waktu dan perasaan

Tak ternilai harganya. Permasalahan transportasi juga bukan hanya soal pengguna kendaraan pribadi, tapi volume penggunanya yang masif. Bayangkan jutaan penumpang lalu lalang di Kota Jakarta setiap harinya

Untungnya Jakarta sekarang terus berbenah, membangun sistem transportasi mendukung pergerakan penduduk supaya bisa lebih mudah, lancar dan cepat.  Light Rail Transit atau LRT merupakan salah satu moda transportasi publik terbaru yang akan segera hadir di Indonesia khususnya Jakarta

Moda transportasi berbentuk kereta ringan ini dioperasikan oleh PT. Jakarta Propertindo (Jakpro), sebuah perusahaan properti dan infrastruktur milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta

LRT Koridor I Fase I 

LRT Jakarta fase 1 dibangun elevated (layang) dari Kelapa Gading sampai dengan Velodrome yang membentang sepanjang + 5.8 km di atas Jalan Pegangsaan Dua, Jalan Kelapa Nias, Jalan Kelapa Gading Boulevard, Jalan Kayu Putih Raya hingga Jalan Balap Sepeda

Proyek LRT Fase ini mulai dilaksanakan pada 22 Juni 2016. Ada 6 stasiun yang terdiri Stasiun Velodrome, Stasiun Equestrian, Stasiun Pulomas, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Boulevard Utara dan Stasiun Pegangsaan Dua serta 1 Depo Pegangsaan Dua. LRT Jakarta untuk fase pertama punya kapasitas angkut maksimal sebanyak 270 orang. Tersedia 8 set kereta yang memberikan layanan perjalanan bolak-balik 5 stasiun
Rute LRT Jakarta Fase I Koridor I
Rute LRT Jakarta Fase I Koridor I
Tak hanya selesai sebatas pada fase 1, PT LRT Jakartajuga berharap Pemprov DKI Jakarta terus mendoronguntuk pembangunan fase 2 yaitu dari Velodrome sampaTanah Abang sepanjang sekitar 11,5 km dan fase-faseberikutnya agar jangkauan pengoperasian dan pelayananan LRT menjadi lebih panjang

Pemerintah Provinsi DKI merencanakan 7 rute untuk LRT dalam kota, yaitu
  1. Kebayoran Lama - Kelapa Gading sepanjang21,6 km 
  2. Tanah Abang - Pulo Mas sepanjang 17,6 km,
  3. Joglo - Tanah Abang sepanjang 11 km
  4. Puri Kembangan - Tanah Abang sepanjang 9,3 km
  5. Pesing - Kelapa Gading sepanjang 20,7 km 
  6. Pesing - Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 18,5 km 
  7. Cempaka Putih - Ancol sepanjang 10 km
Untuk desain LRT diserahkan kepada dua BUMD DKI Jakarta, yaitu Pembangunan Jaya dan Konstruksi Jaya. Diperkirakan, ketujuh rute itu menelan anggaran kurang lebih Rp 60 triliun atau Rp 7.5 triliun untuk setiap rutenya

Integrasi LRT dengan Moda Transportasi Lain

Kedepannya, LRT Jakarta akan berintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Seperti dengan Commuter Line, TransJakarta, Grab dan Gojek dan moda transportasi lainya. Hal ini tentunya membutuhkan kerjasama dan koordinasi yang cukup rumit dengan penyelenggara transportasi lainnya

Oleh karena itu dibuat fasilitas pendukung untuk melancarkan transit dari LRT Jakarta ke Trans Jakarta. Jadi pas turun stasiun bisa langsung naik ke terminal Trans Jakarta dengan mudah. Tidak usah repot harus menyeberang lagi. Hal ini dilakukan di stasiun Velodrome, para penumpang bisa memiliki banyak pilihan mau meneruskan perjalanannya

Untuk Ojek Online memang sudah dipikirkan nantinya, karena penumpang akan bisa memilih setelah LRT nanti mau naik apa, jadi akan disediakan tempat menunggu para driver Ojek Online supaya tidak membuat macet atau menghalangi jalan

Nantinya LRT Jakarta juga akan diintegrasikan dengan Park and Ride. Jadi penumpang bisa menyimpan kendaraannya lalu pindah ke LRT Jakarta

Pastinya LRT Jakarta akan menjadi pelengkap moda transportasi di Jabodebek. Kehadirannya akan menjadi moda transportasi terpercaya, Moving People Connecting People. Jadi tidak hanya menggerakan penumpang saja, tapi menyambungkan penumpang ke moda transportasi lain untuk melanjutkan perjalannnya

Beda MRT, KRL, Dan LRT

Beda MRT, KRL, Dan LRT
Beda MRT, KRL, Dan LRT
Secara kasat mata MRT tidak jauh berbeda dengan kereta perkotaan lainnya, baik itu kereta rel listrik (KRL), Commuter line ataupun Light rail transit (LRT) yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan, Ketiganya sama sama digerakkan oleh aliran listrik dari bagian atas.

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Setelah MRT, Kini LRT Sudah Hadir Di Jakarta"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel