Inovasi Bendung Knock Down Pengganti Bendung Konvensional

Bendung adalah sebuah ambang yang diletakkan melintang diatas dasar sungai supaya permukaan air pada sungai tersebut menjadi lebih tinggi dari tinggi air semula.

Fungsi dari bendung ini untuk meninggikan muka air sungai dan mengalirkan sebagian aliran air sungai yang ada kearah tepi kanan dan tepi kiri sungai untuk mengalirkannya kedalam saluran melalui sebuah bangunan pengambilan jaringan irigasi.

Fungsi bendung ini berbeda dengan fungsi bendungan dimana sebuah bendungan berfungsi sebagai penangkap air dan menyimpannya di musim hujan waktu air sungai mengalir dalam jumlah besar dan yang melebihi kebutuhan. Air yang ditampung di dalam bendungan ini dipergunakan untuk keperluan irigasi, air minum, industri, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Mayoritas bendung yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat terbuat dari bronjong. Bronjong adalah semacam keranjang besar berbentuk kotak yang umumnya dibuat dari bahan kawat bercampur seng yang didalamnya diisi batu yang gunanya untuk mencegah erosi. 

Keberadaan bendung yang terbuat dari bronjong memiliki kelemahan. Diantaranya gerusan bendung di hilir bendung yang dapat menyebabkan tergulingnya bangunan bendung serat kemungkinan putusnya kawat pengikat batuan yang dapat membuat bendung tersebut akan hancur secara keseluruhannya.

Mengingat fungsi bendung yang penting untuk irigasi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengembangkan sebuah teknologi bendung terbaru yaitu bendung knock down.

Bendung knock down ini berbeda dengan bendung yang biasanya menggunakan bronjong. Bendung knock down dibangun menggunakan blok beton terkunci yang dikembangkan sebagai material penyusun bendung knock down.
Latar belakang pengembangan bendung ini adalah adanya perkembangan teknologi pembangunan yang mengalami kemajuan pesat, diperlukan konsep pembangunan yang lebih modern yang efektif dan efisien.

Selain itu banyak terjadi kerusakan bangunan air akibat degradasi dan gerusan sungai.

Perkembangan teknologi sekarang sudah mengarah ke sistem modular bukan hanya di bidang sumber daya air tetapi yang lain juga ada terutama di jalan dan jembatan. Teknologi modular ini dalam pembangunan struktur secara segmental, massal dengan desain yang sama dan sifatnya pengulangan.

Bentuk blok beton terkunci balok kaki 6 dan 8 ini merupakan pengembangan dari bentuk yang sudah pernah ada kemudian di modifikasi kemudian diuji lagi sampai menemukan yang paling optimal.

Komponen blok beton ini diharapkan dapat diproduksi secara massal sehingga dapat diproduksi di lokasi (in situ) maupun di pabrik yang kemudian dibawa ke lokasi pekerjaan.

Salah satu contoh Bendung yang dibuat di lokasi (in situ) yaitu di bendung yang di Kampung Cikarag. Kecamatan Bantarujeg, Majalengka Jawa Barat. Dalam pembangunan di Bantarujeg ini memakai tenaga swadaya dari masyarakat setempat karena akses ke lokasi juga lumayan sulit karena lokasi berada pada hulu sungai.

Para peneliti dari Balai Litbang Bangunan Hidraulik dan Geteknik, kearian (BHGK) PUSAIR mengembangkan beberapa tipe blok beton sebagai bahan komponen atau modul yang digunakan untuk membentuk suatu struktur bangunan air diantaranya blok beton terkunci kaki 6 dan blok beton terkunci kaki 8.

Blok beton ini awalnya banyak digunakan untuk perkuatan lereng, kemudian dikembangkan sebagai peredam energi di hilir bendung. Semakin berjalannya waktu para peneliti mencoba untuk menjadikan blok beton ini menjadi sebuah struktur di hulu bendung.

Sebelum diterapkan di lapangan, struktur bendung dengan menggunakan blok beton terkunci ini sudah diuji terlebih dahulu di labolatorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air 3-5 tahun sampai mendapatkan struktur yang layak untuk dibangun sebelum diterapkan pada bendung yang ada pada Kecamatan Bantarujeg, Majalengka.

Sebelum bendung knockdown dibangun di kecamatan Bantarujeg, disana sudah terdapat bendung yang dibangun swadaya oleh masyarakat dari bronjong dan struktur tersebut tidak permanen, kemudian Balitbang Kementerian PUPR mempunyai keinginan untuk merevitalisasi bendung tersebut dengan menggunakan teknologi blok beton pengunci yang telah dikembangkan sebelumnya.

 Blok beton ini memiliki berat 180 kg. Dalam proses pengerjaannya di Bantarujeg dikerjakan swadaya oleh masyarakat dan diangkat swadaya oleh masyarakat.
Keunggulan dari Bendung Knock Down ini adalah: 
  1. Fleksibel Dapat beradaptasi dengan perubahan dasar sungai.
  2. Modular Kerusakan yang terjadi pada bangunan dapat diganti sesuai dengan bagian yang mengalami depresiasi. Misalkan ada satu atau dua blok beton pecah nanti bisa diperbaiki atau ada yang terguling pada bagian hilir bisa diangkat dan dipasang kembali. 
  3. Ekohidraulik Suplai sedimen ke hilir tidak terhenti sehingga morfologi sungai terjaga stabilitasnya. Kualitas air di hilir lebih baik daripada sebelumnya karena konstruksi ini seperti tangga jadi sudah teredam energinya dari hulu, hal tersebut membuat air sudah teredam sehingga terjadi aerasi menjadikan air lebih bersih.
  4. Cost-effective Menekan kebutuhan biaya konstruksi. Bentuk blok 
  5. Time-saving Menghemat waktu pengerjaan konstruksi, jika pemasangan blok beton ini sudah diproduksi di pabrik maka pemasangan akan menjadi lebih cepat sehingga menghemat waktu
Struktur beton terkunci ini mampu menahan kecepatan aliran air sebesar 2 meter per detik (analisis labolatorium). Kecepatan aliran lebih besar dari 2 meter per detik memungkinkan blok beton tersebut hanyut. Tetapi apabila hanyut dapat di susun ulang blok beton tersebut.
Pada bendung knock down yang dibangun di Bantarujeg ini tidak memiliki saluran pembilas tetapi memiliki saluran intake karena dilihat dari kebutuhan irigasi yang tidak begitu besar maka puslitbang SDA memutuskan tidak membangun saluran pembilas.

Tahap-tahap pelaksanaan pembangunan knock down di Bantarujeg, Majalengka adalah sebagai berikut:
1. Penyelidikan lapangan Tahap yang pertama adalah pengukuran debit dan angkutan sedimen pada saat musim hujan dan awal musim kemarau. Kemudian dilakukan kegiatan penyeidikan parameter tanah untuk mengetahui kondisi lapangan dan kondisi lapangan yang akan diterapkan.
2. Proses pembuatan konstuksi bangunan sayap udik dan hilir. Pada proses ini dilakukan juga pembuatan blok beton.
3. Penyusunan blok beton terkunci Penyusunan blok beton terkunci sesuai dengan desain yang direncanakan. Blok beton ini dipasang manual dan swadaya masyarakat tidak menggunakan alat berat. Penyusunan blok beton pada lapis dasar menggunakan blok beton kaki 6 karena bentuk dasarnya yang datar sehingga lebih kuat sebagai dasar struktur bendung, sementara lapis kedua menggunakan blok beton kaki 8.
4. Pembuatan terowongan intake
5. Pembuatan terowongan hilir
Bendung knock down di Bantarujeg merupakan prototype pertama dari pembangunan bendung menggunakan struktur blok beton terkunci. Pada prototype pertama ditemukan beberapa kelemahan salah satunya adalah struktur blok beton terkunci pada lapisan atas bentuknya masih runcing mengakibatkan banyak sampah yang tersangkut pada bagian atas struktur bendung knock down ini.
Dengan adanya kelemahan tersebut maka Puslitbang SDA mengembangkan prototype kedua bendung knock down dengan mengkombinasikan blok beton kaki 6 yang dibalik pada bagian atasnya sehingga struktur bendung menjadi datar tidak runcing lagi pada tahun 2016. Kemudian prototipe kedua ini adalah check dam tidak difungsikan sebagai bendung, tidak ada saluran pengambilan tetapi hanya sebagai pengendali sedimen.
Dengan desain struktur bendung seperti pada prototype kedua ini relatif tidak banyak sampah yang tersangkut pada blok beton tersebut. Tahun 2018 ini, Puslitbang SDA kembali mengembangkan prototype ketiga bendung knock down. 
Prototipe ketiga ini akan dibangun di Morotai fungsinya untuk bendung, Puslitbang SDA akan merevitalisasi bendung Tilley hulu yang sudah rusak. Prototype ketiga ini nanti ditengah struktur bendung akan dibuat dinding kedap air fungsinya agar bendung lebih banyak membendung air.

Penulis, Deviana Kusuma Pratiwi,S.T., KNOWLEDGE MANAGEMENT Penerapan Teknologi Konstruksi
Daftar Pustaka :
_. 2018. Pengembangan Teknologi Modular. Bandung. Balai Litbang Bangunan Hidraulik dan Geoteknik Keairan Puslitbang SDA. 
_. 2012. Bangunan Bendung. [online] Tersedia: https://www.ilmutekniksipil.com/bangunan-air/bangunan-bendung. Diakses [03 Januari 2018]. 
Fajar, Anis. 2016. Bendung Knock Down. [online] Tersedia: https://anisfajarsajati.wordpress.com/2016/09/13/bendung-knock-down/. Diakses [03 Januari 2018].
Himawan, Adhitya. 2016. Teknologi Bendung Knock Down Jadi Alternatif Buat Sungai. [online] Tersedia: https://www.suara.com/bisnis/2016/10/24/150048/teknologi-bendung-knock-down-jadi-alternatif-buat-sungai. Diakses [03 Januari 2018

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Inovasi Bendung Knock Down Pengganti Bendung Konvensional"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel