Penerapan Building Information Modeling (BIM) Pada Pembangunan Struktur Menggunakan Software TEKLA STRUCTURE-19

Dalam sejarah, desain dan konstruksi bangunan mengandalkan gambar untuk mewakili pekerjaan yang dilakukan dilapangan. Biasanya berisi tentang kode bangunan yang disebut dengan dokumen atau arsip, digunakan untuk pengelolaan bangunan tersebut setelah selesai.

Tetapi terdapat kendala untuk memenuhi hal tersebut , yaitu dibutuhkannya beberapa gambaran dari berbagai sudut untuk menggambarkan objek 3D yang secara rinci agar baik untuk kegiatan konstruksi dan mengurangi dari kesalahan dan gambar, gambar tersebut kini hanya dapat dipegang oleh beberapa orang dalam bentuk hardcopy atau arsip-arsip yang belum dapat diinterpretasikan oleh komputer.

Menurut Ballard dan Koskela (1998), dari yang tradisional sampai tingkat yang lebih tinggi dalam industri bangunan untuk melaksanakan proyek menggunakan proses linear dimana penyampaian komunikasi dan pertukaran informasi terjadi secara berurutan dari pelaku industri dengan pelaku industry lainnya.

Setiap pelaku industi memenuhi kewajibannya masing-masing untuk menghasilkan dan menambahkan informasi pada semua gambar dalam proyek bangunannya masing-masing. Itu berarti dalam mendapatkan ide untuk pembangunan konstruksi biasanya membutuhan waktu tujuh kali lebih banyak bahkan lebih dari itu. Dapat dilihat mengapa perselisihan beda pendapat dan miskomunikasi adalah masalah  umum dalam industri bangunan

Sejak pertama kali banyak yang mengganggap BIM sebagai teknologi baru yang didasarkan pada software dan penelitian mengenai BIM diartikan sebagai pengembangan software. 

Software yang mampu merancang bentuk 3D sudah ada sejak tahun 1973, kemudian pada tahun 1975 Eastman memprediksikan bahwa teknologi baru ini mampu membuat industri bangunan jauh lebih efektif.

Penerapan Building Information Modeling (BIM) Pada Pembangunan Struktur  Menggunakan Software TEKLA STRUCTURE-19
Menurut Eastman (1975), konsep BIM ketika pertama kali diluncurkan diprediksikan akan mengubah proses didalam industri baangunan, tetapi kenyataannya hanya sedikit perubahan dan tidak sesuai dengan prediksi. 

Perubahan dari teknologi BIM ternyata menyebabkan untuk mempertimbangkan paradigma dalam industri konstruksi bangunan seperti yang disarankan oleh Eastman (Eastman, 2008).

Perubahan paradigma dalam konteks ini berarti mengubah persepsi mendasar bagaimana merancang dan membangun sebuah gedung. Perubahan persepsi ini harus datang dari orang yang terlibat dalam industri konstruksi bangunan, karena mereka yang harus membuat perubahan.

Eastman et al, mengatakan bahwa mengadopsi BIM saja tidak akan selalu menyebabkan suatu proyek akan sukses. BIM adalah seperangkat teknologi dan proses kerja yang harus didukung oleh tim, manajemen, dan owner.

BIM tidak akan menggantikan manajemen yang sangat baik, tim proyek yang baik ataupun budaya kerja yang saling menghargai.

Tekla BIM (Building Information Modeling) merupakan software yang dapat membantu kontraktor untuk mengelola resiko dari biaya- biaya yang tidak terduga dan hilangnya waktu, terutama pada fase pelaksanaan proyek. Data penting untuk pekerjaan proyek seperti desain untuk supply dan instalasi dapat dimasukkan kedalam software Tekla. Dengan begitu dapat merespon apabila terjadi penyimpangan.

Software Tekla berhadapan langsung dengan manajemen konstruksi dan software desain untuk mewujudkan platform manajemen yang komprehensif. Software Tekla merupakan revolusi baru dalam bidang rekayasa struktur yang memiliki beberapa keunggulan dibanding program aplikasi lainnya. 

Tekla BIM (Building Information Modeling) merupakan software yang berbasis ensiklopedi proyek. Software Tekla Structuresmerupakan perangkat lunak Building Information Modeling(BIM) yang memungkinkan untuk membuat dan mengelola data secara akurat dan rinci, serta dapat membuat model struktur 3D tanpa melupakan material dan struktur yang kompleks.

Penerapan Building Information Modeling (BIM) Pada Pembangunan Struktur  Menggunakan Software TEKLA STRUCTURE-19
Pemodelan Tekla Yang Masih Kosong
Model Tekla Structures ini dapat mencakup seluruh proses konstruksi bangunan dari konsep desain untuk fabrikasi, erection, dan manajemen konstruksi. Tekla merupakan software solusi untuk informasi model pada manajemen konstruksi.

Tekla dapat digunakan oleh kontraktor, sub-kontraktor, dan para profesional manajemen proyek yang membantudalam pelaksanaan dan pemeriksaan data proyek. Tekla dapat memproses sejumlah besar data model dan non model terlepas dari sumber. 

Software ini dapat digunakan untuk meningkatkan transfer informasi desain dan data perencanaan antara desain dan tim konstruksi. Hal ini dapat memperjelas komunikasi dan pengambil keputusan pada setiap pelaksanaan, desain, dan manajemen proyek bangunan.

Keunggulan Tekla antara lain yaitu terintegrasinya pemodelan, analisis, desain struktur dengan menyertakan setiap detail penting saat mengelola proses konstruksi secara keseluruhan, bill quantity, squance pekerjaan sampai kegiatan schedulling bahkan dapat digabungkan dengan software lainnya, softwareTekla Structures 19 ini terhubung dengan berbagai jenis system melewati Tekla Open API, contoh format biasa yang didukung oleh Tekla Structuresadalah IFC, CIS/2,SDNF dan DSTV. Contoh dari format yang sudah jadi hak milik yang didukung oleh Tekla Structuresadalah DWG, DXF, dan DGN. Sehingga kegiatan AEC (architect,engineering, contruction) dapat terintegrasi dalam satu pemodelan yang dapat diakses secara real time.
Penerapan Building Information Modeling (BIM) Pada Pembangunan Struktur  Menggunakan Software TEKLA STRUCTURE-19
Pemodelan Struktur Baja Yang Sudah Selesai
Dalam software Tekla terdapat data-data yang akurat, rinci, dan 3D yang dapat digunakan bersama oleh kontraktor, structural engineers, Steel detailers and fabricators, Precast and Cast-in-Place concrete contractors, detailers and manufacturers, Educational institutions, dan Application developers.

Semua perubahan secara otomatis akan update sewaktu-waktu dan butuh dilakukan revisi. Pemodelan yang membutuhkan waktu singkat dan kemampuan mengoperasikannya akan memberikan hasil manajemen proyek yang efisien.

Apabila diaplikasikan hal tersebut sangat menghemat biaya, waktu dan sumber daya manusia.Tekla Structures 19 salah satu dari BIM (Building Information Modeling) yang merupakan software yang dapat membantu kontraktor untuk mengelola resiko yang terjadi dari biaya-biaya yang tidak terduga dan hilangnya waktu, terutama pada fase pelaksanaan proyek.

Software Tekla Structures 19 juga dapat berfungsi untuk solusi dalam informasi pada manajemen konstruksi. Tekla Structures 19 ini dapat digunakan oleh kontraktor, sub-kontraktor, para profesional manajemen proyek, dan pelaku industri konstruksi yang akan membantu dalam pelaksanaan dan pemeriksaan data proyek.
Penerapan Building Information Modeling (BIM) Pada Pembangunan Struktur  Menggunakan Software TEKLA STRUCTURE-19
Output Report
Tekla dapat memproses data yang berbentuk model dan yang bukan model dalam jumlah yang cukup besar terlepas dari sumber. Software ini dapat digunakan untuk meningkatkan transfer informasi desain dan data perencanaan antara desain dan tim konstruksi. Hal ini dapat memperjelas komunikasi dan pengambil keputusan pada setiap pelaksanaan, desain, dan manajemen proyek bangunan.

Penulis; Robi Setianto, Robiepoin***@gmail.com

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Penerapan Building Information Modeling (BIM) Pada Pembangunan Struktur Menggunakan Software TEKLA STRUCTURE-19"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel