Memulai Bisnis Developer Rumah dan Property, Dengan Modal Minim dan Bahkan Tanpa Modal

Rumah dan atau property merupakan kebutuhan pokok bagi manusia, dan bagi sebagian orang rumah juga di jadikan lahan investasi jangka panjang dengan membeli banyak rumah.

Permintaan akan kebutuhan rumah semakin hari semakin banyak, jika anda merupakan salah seorang yang berniat ingin menjadi pengembang sebuah perumahan maka jangan ragu lagi untuk memulainya.  Karena dengan ketekunan dan ditambah modal yang minim atau bahkan tanpa modal,  anda bisa menjadi seorang pengembang atau developer yang sukses.

Lalu timbul pertanyaan,  bagaimana cara memulai bisnis property?  Apa saja yang perlu disiapkan?  Berapa modal yang dibutuhkan?

Pertama sekali,  buat suatu perencanaan matang,  siapkan secara detail dan laksanakan sesegera mungkin.

Untuk langkah awal,  siapkan lahan,  atau setidaknya lakukan proses mencari lokasi untuk dibangun perumahan.  Survey lokasi tersebut,  baik dari perkembangan penduduk sekitar ataupun tata ruang pemerintah.  Jangan sampai salah,  apa jadinya nanti lahan perumahan anda merupakan daerah industri yang akan dikembangkan pemerintahan.

Setelah ketemu lahan yang cocok dan pas,  segera cari informasi pemilik lahan tersebut.  Sebelum survey pastikan dulu kalau memang lahan tersebut di jual.

Jangan pula udah capek capek survey dan ternyata lahan tersebut tidak dijual.  Setelah ketemu penjualnya,  lakukan negoisasi dan penawaran.

Tunggu dulu,  kok penawaran?  Ini mau beli tanah?  Katanya mau bisnis developer rumah dengan modal minim atau bahkan tanpa modal?  Beli tanah bukannya perlu banyak modal?

Saya perjelas lagi kalau begitu,  setelah ketemu pemilik lahan,  maka ajukan penawaran kerja sama.  Berikan pemilik lahan tersebut suatu tawaran yang tidak mungkin ditolaknya.

Penawaran yang tidak mungkin ditolaknya?  Bagaimana caranya?

Cari informasi berapa harga tanah tersebut dijualnya.  Misalkan pemilik tanah tersebut menjual lahan dengan harga Rp. 500.000 permeter.  Maka setelah melakukan perhitungan yang detil maka ajukan penawaran penawaran dengan lebih dari harga tersebut.  Bahkan jika bekerja sama bisa menjadi 3 kali lipat harga permeternya.

Misalnya begini,  pak Hamid punya lahan 1 hektar dengan lokasi di pinggiran kota dan menurut survey kamu lokasi tersebut sangat layak di jadikan perumahan.

Setelah di cari informasi,  ternyata pak Hamid menjual tanah tersebut seharga 500 juta rupiah.

Lakukan perhitungan sesegara mungkin,  hitung dengan luas tanah satu hektar tersebut berapa rumah yang didapatkan,  tipe rumah apa yang cocok.  Setelah dapat,  segera tawarkan ke pak hamid sistem kerja sama.

Tapi ingat keuntungan yang didapat pak Hamid harus menggiurkan.  Buat sampai 3-6 kali lipat dari harga yang dijual pak Hamid.

Bagaimana caranya?

Misalkan begini,  ini hanya gambaran umumnya,  lebih detailnya bisa anda coba hitung secara teknis dan menyesuaikan tipe rumah mau pun jumlah rumah. Dengan lahan 1 hektar tersebut,  dikurangi fasum dan fasos serta jalan maka di dapat rumah yang dibangun sebanyak 70 rumah. Type rumah tersebut bisa anda kondisikan sesuai harga,  bisa jadi type rumah 36, type 45, 48,  50 atau 75 tergantung perhitungan harganya.
Misalkan dengan membangun 70 type rumah 36 dengan harga 120.000.000 rupiah perunit. Harga ini sudah mendekati harga sebenarnya.

Maka dengan memberikan penawaran bagi hasil kepada pak hamid sebanyak 1:4 dengan pak Hamid 1 dan kita sebagai developer 4. Maka hitungannya,  dengan membangun 70 rumah maka pak Hamid akan mendapat 14 rumah.  Dan jika dikalikan dengan harga satu rumah maka pak hamid mendapat 1.68 M.  Jadi 3x lipat dari yang didapatkan pak Hamid jika menjual tanah tersebut saja.

Sistem bagi hasil tersebut masih bisa diatur sesuai kondisi keinginan. Dan juga sistem kerja samanya masih bisa di bicarakan,  misalnya pak Hamid hanya akan terima bersih rumah dan pemasaran kalau mau akan dijualkan developer.  Pak Hamid hanya akan menerima uang.  Atau pak Hamid bisa menerima rumah tersebut saja.  Tergantung sistem kerja sama.

Kenyamanan dan kepercayaan adalah kunci dan modal utama pada tahap ini. buat pak Hamid mempercayai anda. Ajukan kerja sama yang menguntungkan. Untuk sistem pemasaran diskusikan dengan pak Hamid, pemasaran bisa saja sepenuhnya anda yang mengurus atau bisa juga pak Hamid ikut memasarkan, Tergantung kesepakatan yang membuat pak Hamid nyaman.

Next,  selanjutnya.  Tanah sudah dapat bagaimana cara membangunnya?  Pakai modal siapa?

Disini kita perlu lebih giat lagi,  setelah terjadi perjanjian kerja sama,  keluarkan sedikit modal dengan mencetak baliho banner dan umbul umbul dilokasi tersebut. Cetak gambar rumah tersebut dengan bagus dan menggiurkan. Mulailah memasarkan perumahan tersebut. Pasarkan secara online dan offline,  jadilah marketing yang handal.

Jika anda punya sedikit keahlian, buat gambar detail rumahnya dengan bagus, kemudian buat brosur dan sertakan keunggulan rumah yang akan anda bangun tersebut di dalam brosur.

Namun jika anda punya relasi, sahabat seorang yang mahir desain rumah, minta bantuanya, atau ajak kerja sama. Minta relasi tersebut membuat gambar secara detail dan juga rencana anggaran biaya yang dibutuhkan. Kemudian secara bersama sama dengan tim, buatlah sebuah strategi pemasaran yang tepat. pemasaran bisa dilakukan dengan memanfaatkan media sosial dan door to door.

Setelah mendapatkan pembeli,  segera arahkan untuk membayar Dp,  dimana DP sebesar 30%.  30% dari harga rumah senilai 120.000.000 adalah 40.000.000.  Padahal dengan hitung hitungan membangun rumah type 36 dengan nilai tersebut hampir sudah bisa membangun rumah tipe 36. Dengan Dp tersebut bangunlah unit rumah konsumen.

Atau Arahkan konsumen membeli melalui KPR Bank,  setelah di setujui Bank minta pencairan sebagian dananya ke Bank.

Setelah dana didapatkan, maka segera bangun rumah dengan menunjuk kontraktor yang bisa di bayar sesuai termin progres pekerjaan. Maka dengan begitu dana yang anda dapatkan tadi masih bisa anda pegang sebagian untuk keperluan promosi mencari konsumen lain untuk pembangunan rumah selanjutnya. Dan dengan dana tersebut uruslah IMB seperlunya.

Sebenarnya bisa saja anda yang langsung membangun rumah tersebut. Atau bisa dikatakan anda jadi kontraktor langsung dengan membawa tukang dan pekerja. Tapi hal ini akan membuat fokus anda terpecah dan akan memakan banyak waktu. Sementara, anda juga harus fokus untuk menjadi marketing Handal.

Analisa dan perhitungan tersebut masih bisa di analisa untuk type rumah berapa yang paling menguntungkan, apakah membangun type rumah 48,  type rumah 50 atau yang lainnya. dengan membangun type rumah 36 Harga jual sekitar Rp. 120.000.000 maka rumah type 48 bisa sampai Rp. 300.000.000 an. Sehingga perlu dilakukan analisa membangun rumah tipe apa idealnya.
Semakin tinggi type rumah, kemungkinan Keuntungan semakin besar. Tapi patut diperhitungkan, semakin tinggi type perumahan maka semakin sulit memasarkan tergantung lokasi perumahan. Perkirakan dengan lokasi tersebut tipe berapa idealnya rumah yang bisa dibangun. lakukan dengan survey ke lokasi sekitar lahan yang akan dibangun perumahan.

Demikianlah cara memulai bisnis developer rumah dan property dengan modal minim dan bahkan tanpa modal.  Cara ini sebenarnya butuh ekstra ketekunan dan konsistensi.  Dan juga cara ini akan lebih mudah jika anda punya banyak relasi. Cara ini masih bisa dikembangkan sesuai kondisi.  Dan metodenya masih bisa di improvisasi menyesuaikan hitungan secara teknis. Cara ini hanyalah untuk membuat anda lebih berpikir langkah langkah yang harus dilaksanakan. Selebihnya, butuh ide ide anda mengembangkannya.  Dan jadilah developer handal.


GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Memulai Bisnis Developer Rumah dan Property, Dengan Modal Minim dan Bahkan Tanpa Modal"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel