Desain Arsitektur Masjid Agung An-Nur Riau, Taj Mahal Ala Indonesia

Masjid Agung An-Nur Terdapat di Pusat Kota Pekanbaru, tepatnya ada di jalan Hangtuah. Dulunya masjid ini pernah digunakan sebagai kampus Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Syarif Kasim Pekanbaru di awal pendiriannya hingga tahun 1973. Dimana IAIN ini adalah cikal bakal berdirinya Universitas Islam negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA RIAU).

Masjid Agung An-Nur berdiri pada tanggal 19 oktober 1968 yang diresmikan oleh gubernur Riau saat itu, Arifin Ahmad. Kemudian pada tahun 2000 dimasa pemerintahan Gubernur Saleh Djasit, Masjid ini direnovasi, dimana proses renovasi memakan waktu 6 tahun dimana proses renovasi selesai pada 2006 disaat Rusli Zainal menjabat sebagai gubernur Pekanbaru, Kemudian Masjid ini diresmikan pemakaiannya oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Proses renovasi selama 6 tahun yang dimulai dari tahun 2000 tersebut membuat luas lahan mesjid ini bertambah tiga kali lipat dari sebelumnya. dimana yang awalnya hanya seluas 4 hektar menjadi 12 hektar.

Masjid ini dirancang oleh Ir. Roseno dengan ukuran 50 x 50 m dengan totoal pekarangan 400 x 200 m. Masjid ini dapat menampung sekitar 4500 orang jamaah. Bangunan Masjid An-Nur terbagi dalam 3  tingkat, dimana tingkat atas dipakai untuk ruangan shalat tingkat bawah untuk kantor dan pengurus masjid serta ruang pertemuan.

Masjid ini memiliki 3 buah tangga 1 buah tangga di bagian depan yang dilengkapi dengan esklator dan 2 buah tangga dibagian samping. Di bagian atas terdiri dari 13 buah pintu dan bagian bawah terdiri dari 4 buah pintu dan mempunyai kamar-kamar yang besar dan sebuah aula.

Masjid Annur dilengkapi berbagai macam fasilitis pendidikan dimulai dari setingkat playgroup, TK sampai Sekolah Menengah Atas (Aliyah).

Dilihat dari sisi bangunannya, masjid mempunyai satu kubah besar dan empat kubah kecil yang berbentuk kubah khas melayu, yaitu menyerupai gasing terbalik dengan warna hijau. Warna kubah tersebut selain mengingatkan pada kubah Masjid Nabawi di Madinah juga salah satu warna dalam adat Riau yang terdiri dari warna hijau, kuning dan merah. Berdasarkan aspek arsitektur, masjid ini banyak mendapat pengaruh gaya Melayu, Turki, Arab dan India.

Menara masjid terdiri dari empat menara yang dibangun pada empat penjuru sudut masjid melambangkan empat sahabat Rasulullah yang mengawali perjuangan pengembangan Islam. Relung jendela mengambil referensi dari Masjid Nabawi Madinah, sedangkan salud tiang mengambil referensi Masjidil Haram Mekah

Sedang tulisan kaligrafi yang ada dalam ruang Masjid Agung An-Nur ini ditulis oleh seseorang kaligrafer bernama Azhari Nur dari Jakarta yang ditulis pada th. 1970.

Masjid ini sering disebut sebagai Taj Mahalnya Provinsi Riau. Bila kita amati arsitektural masjid Agung An-Nur memang memiliki beberapa kesamaan dengan Taj Mahal, terutama dengan kolam yang ada di depan masjid.
Taj Mahal
Perhatikan Gambar Taj Mahal di atas, Kalau dilihat memang ada kemiripan dengan Gambar Masjid Agung An-Nur Pekanbaru Riau seperti yang terlihat di bawah ini.
Masjid An-Nur Pekanbaru

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Desain Arsitektur Masjid Agung An-Nur Riau, Taj Mahal Ala Indonesia"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel