Masalah Pengecoran Beton Pada Kondisi Cuaca Panas (Temperatur Tinggi)

Pengecoran beton pada saat kondisi cuaca panas merupakan hal yang menantang bagi para Engineer. Banyak tantangan yang harus diatasi untuk memaksimalkan hasil pengecoran. Pada Sebagian proyek kadang tidak bisa dihindari melakukan pengecoran di Siang terik Panas. Walaupun sebenarnya sebagian besar proyek melakukan pengecoran pada malam hari. Pada malam hari, transportasi lebih sepi sehingga memudahkan akses jalan umum untuk dilewati truk molen. Selain itu pengecoran malam hari juga untuk menghindari panas berlebih yang bisa merusak adukan cor beton segar.

Kita tahu, Campuran adukan beton segar terdiri dari semen dan material dengan tambahan air. Air bereaksi dengan semen untuk melakukan setting secepatnya. Pada saat proses setting ini terjadi Hidrasi. Dengan kondisi panas lingkungan yang panas akan mempengaruhi proses hidrasi coran dan akan meningkatkan penguapan pada bagian luar coran. Karena penguapan yang cepat ini maka akan menggangu proses hidrasi beton.

Berikut masalah masalah pengecoran yang disebabkan kondisi cuaca panas

Penguapan air yang cepat

Pada Cuaca panas, Akan mempengaruhi workability adukan beton, walaupun adukan beton tidak terkena sinar matahari langsung, adukan akan tetap terjadi penguapan yang tinggi. Karena pada saat cuaca panas, kondisi udara akan sedikit kurang lembab dan menyebabkan air pada adukan cepat menguap. Hal ini akan menyebabkan workability beton berkurang, dan juga akan memungkinkan terjadinya retakan.

Panas Hidrasi Meningkat

Seperti kita ketahui, suhu yang baik untuk proses hidrasi adalah sekitar 27 derajat Celcius. Dalam kondisi panas terik, dimana suhu mencapai 35-40 derajad celcius, bukan cuma pekerja yang akan panas mengeluarkan air keringat. Suhu adukan beton juga akan tinggi karena proses hidrasi yang cepat. Beton akan setting sebelum waktunya, dan mutu beton tidak akan mencapai target karena proses hidrasi yang terlalu cepat. Pada setiap bagian beton, panas hidrasi tidak merata, dan membuat setting beton tidak sempurna.

Finishing Yang Sulit

Begitu adukan selesai dituangkan, maka akan dilakukan Finishing. Tapi dengan kondisi panas terik, adukan akan cepat keras sehingga akan terjadi kesulitan dalam proses finishing. Keadaan ini akan menyebabkan beton kelihatan jelek.

Penyusutan Plastis

Penyusutan pada saat kondisi plastis karena berkurangnya air secara cepat akan menyebabkan terjadinya retakan, hal ini dikarenakan terjadinya penyusutan yang tidak wajar. Air pada permukaan cepat menguap sehingga pada bagian permukaan beton akan terjadi retak sewaktu akan mencapai kondisi plastis.

Kondisi ini harus diantisipasi untu pengecoran denga luas permukaan yang besar dibandingkan dengan kedalaman/ketebalan coran.

Meningkatkan biaya karena perawatan/curing

Karena proses beton yang cepat mencapai kekuatan awal, maka diperlukan perawatan secara continues. Adukan akan banyak memerlukan air sehingga beton perlu dirawat denga pemberian air yang lebih konsisten. Selain akan menimbulkan penambahan volume air yang dibutuhkan, hal ini juga akan menyebabkan menambahnya kebutuhan pekerja.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi pengecoran saat kondisi cuaca panas ?

  1. Pilih tempat untuk proses pengecoran beton tidak terkena langsung oleh panas matahari, kalau memungkinkan buat schedule pengecoran saat sore hari atau malam hari
  2. mencoba menjaga konsistensi beton dengan cara mengkondisikan campuran agar tidak terjadi perubahan workability secara cepat
  3. menjaga suhu material tetap dalam kondisi normal
  4. Persiapkan metode Curing yang tepat dan sesegera mungkin setelah proses finishing
  5. Sebelum melakukan pengecoran usahakan menjaga bekisting, tulangan tetap dalam suhu normal dengan cara memberikan pelumasan dengan suhu normal


GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Masalah Pengecoran Beton Pada Kondisi Cuaca Panas (Temperatur Tinggi)"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel