Gaji Fresh Graduate Teknik Sipil, Sarjana Tanpa Pengalaman Kerja

Gaji Sarjana Teknik Sipil
Begitu selesai kuliah dan mendapatkan gelar sarjana Teknik (ST), umumnya para sarjana tersebut akan mencari pekerjaan di sebuah perusahaan. Nah, Jika anda termasuk salah satu sarjana teknik yang baru wisuda dan berniat ingin mencari pekerjaan, maka pembahasan ini tepat untuk anda,.

Namun jika Anda sekarang adalah seorang expert dan sudah punya banyak pengalaman kerja dan sudah punya posisi yang bagus di dalam sebuah perusahaan, ada baiknya juga mengikuti pembahasan kita ini sampai akhir. Biar Anda juga mengetahui dan mempertimbangkan apa dan bagaimana Sepantasnya memberikan gaji kepada para calon karyawan fresh graduate.

Sebelumnya kita sudah pernah membahas masalah gaji Lulusan teknik sipil di sini>>Panduan Gaji Lulusan Teknik Sipil di Indonesia. Tapi pada pembahasan tersebut, umumnya gaji yang disebutkan adalah untuk lulusan yang sudah banyak pengalaman, yaitu > 5 tahun pengalaman kerja.

Bagaimana dengan lulusan fresh graduate Teknik sipil???

Sarjana Fresh graduate Teknik Sipil sebenarnya sudah mumpuni secara teori. Ilmu dan pemikirannya sudah siap bertempur didalam dunia pekerjaan. Sarjana Fresh graduate teknik sipil, masih fresh, belum ada terkontaminasi dari pengalaman kerja dilapangan. Belum ada terkontaminasi dengan ilmu

"pandai-pandai dilapangan/Memandai mandai dilapangan".

Dengan begitu, Kinerjanya benar benar akan sesuai apa yang telah di pelajarinya, nah inilah kelebihannya sarjana fresh graduate. Walaupun hal tersebut dianggap kelebihan sebagai seorang fresh graduate, tapi disisi lain jika menemui berbagai masalah dilapangan , Pola pikir dan penyelesaian masalah ini akan lambat atau bahkan sulit di selesaikannya.

Sehingga Dia akan bertanya kepada atasan atau mentornya. Hal ini disebabkan karena mungkin hal tersebut tidak pernah dibahas di bangku kampus, karena tidak semua hal dibahas di bangku kampus, Butuh waktu 10-20 Tahun duduk di bangku kampus jika semua hal detil harus dipelajari sewaktu Kuliah. Selain itu masalah tersebut sulit diselesaikan sendiri karena sarjana fresh graduate biasanya masih ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Di sinilah peran penting Atasan/rekan kerjanya yang lebih senior.

Didalam sebuah tim, fresh graduate dan senior harus dalam kondisi seimbang. Seiring waktu, fresh graduate tersebut akan belajar dari rekan tim dan pengalaman.

Sarjana tanpa Pengalaman, punya banyak dilema. Umumnya lowongan pekerjaan selalu mencantumkan "minimal pengalaman 1 tahun dibidang yang sama". Dengan seringnya melihat persyaratan lowongan yang mencantumkan harus punya pengalaman, maka di dalam pikiran seorang sarjana fresh graduate timbul tekad untuk mencari pengalaman dulu. Tapi cari pengalaman dimana? Cari pengalaman juga berarti harus punya pengalaman. dengan pemikiran tersebut, terpikirkanalah pengalaman yang paling utama dan gaji yang nomor dua.

Mas, mau digaji Berapa kalau diterima di perusahaan ini? kata HRD saat Interview.
Setelah saya pertimbangkan dengan kebutuhan saya dan dengan kapasitas saya, maka saya meminta gaji sebesar Rp. 5 juta perbulan. Jawab Fresh graduate tersebut.
Tapi Mas kan belum punya pengalaman, perusahaan kami punya standard untuk seorang sarjana fresh graduate gaji adalah UMK/UMR, Tapi nanti Setelah melihat kinerja Mas, bisa saja ada kenaikan Gaji.

Hati Fresh graduate tersebut bergejolak, masak saya harus digaji cuma UMK, Saya seorang Engineer lho. Tapi mau kemana lagi saya cari pengalaman?

Dari Contoh kasus diatas, biasanya fresh graduate tersebut akan bekerja diperusahaan tersebut. Dan mencoba mencari pengalaman. Sedangkan Gajinya tidak ada kenaikan selain karena kenaikan UMK, Itupun kalau UMK/UMR naik tiap tahun. padahal Fresh graduate tersebut punya kinerja bagus. Kejadian seperti inilah yang sering membuat Sarjana Fresh Graduate Tereksploitasi. Dan Biasanya setelah 1 tahun 2 tahun Fresh graduate tersebut akan resign atau mencoba pengajuan naik gaji, tapi biasanya ditolak sehingga Sarjana fresh graduate tersebut akan mencari pekerjaan ditempat lain.

Beda lagi, Jika sarjana fresh graduate tersebut tidak berani mengajukan kenaikan gaji, dan takut menghadapi persaingan mencari pekerjaan kalau resign dari perusahaan tersebut. Maka Dia akan benar benar tereksploitasi.

Sebenarnya ada siklus yang salah didalam sebuah perusahaan yang umumnya perusahaan menengah kebawah tentang masalah gaji fresh graduate.

Kamu dibayar rendah dulu, kalau kerjamu bagus maka kamu akan dibayar tinggi.

Sebenarnya hal ini salah, Karena motivasi kerja fresh graduate akan biasa biasa saja, sehingga perusahaan tidak berkembang. Bahkan bukan tidak sedikit yang merasa berpikiran seperti ini saat bekerja
ah.. ngapain saya harus sering loyalitas, saya kerja sesuai gaji yang saya terima. Ngapain saya harus memberikan ide yang bagus, hanya menambah pekerjaan saya saja nantinya. 
Biasanya Penerapan filosopi gaji fresh graduate seperti hal tersebut lah yang membuat perusahaan menengah kebawah tetap konstan tidak berkembang menjadi perusahaan Bonafid.

Bandingkan dengan Perusahaan Bonafid, Para karyawan fresh graduate yang baru masuk digaji setidaknya hampir 2 kali UMK/UMR. Bukan Tanpa Alasan, Perusahaan tersebut menerapkan sistem kamu saya gaji yang bagus, sehingga kamu harus kerja yang bagus. Karena diawal awal fresh graduate tersebut digaji agak tinggi, sehingga dia akan merasa dihargai dan tidak terlalu memikirkan masalah pemasukan yang berkurang, dia tidak akan banyak mengeluh,  apalagi jika dia sering membanding bandingkan gajinya dengan rekan se alumni atau se universitas di tempat kerja lain,  maka semakin sering dia bandingkan semakin semangat dia bekerja sehingga dia akan bekerja lebih produktif, jika karyawan produktif, perusahaan akan semakin bonafid, perusahaan semakin berkembang dan membutuhkan karyawan baru lagi untuk pengembangan perusahaan, rekrut karyawan baru fresh graduate lagi, berikan gaji yang bagus lagi. maka siklus ini akan terus berputar dan membuat perusahaan semakin berkembang.

Bandingkan dengan perusahaan menengah yang menerapkan prinsip kamu kerja bagus dulu baru dibayar bagus. perusahaan tersebut akan tetap stagnan di level yang sama. dan bahkan karena perusahaan tersebut tidak ada perkembangan, maka tidak ada (tidak mampu)  memberikan kenaikan gaji. Sehingga para karyawan baru fresh graduate tadi akan resign mencari tempat lain dengan modal pengalaman yang di dapatkannya, kemudian untuk menutupi kekosongan posisi tersebut perusahaan tersebut kembali membuka lowongan fresh graduate, dan menerapkan sistem "kamu kerja bagus dulu baru digaji bagus'. Siklus ini akan terus berputar dan membuat perusahaan tetap dilevel yang sama.

Sekarang mari kita bahas dari sisi lain, setelah tadi kita bahas dari sisi perusahaan, sekarang kita lihat dari sisi pekerja Fresh graduate.
Sebagai seorang fresh graduate, kita memang berharap akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi , setidaknya dengan gaji tersebut bisa memenuhi kebutuhan hidup kita sehari hari. Sehingga sebelum menerima pekerjaan perhitungkan lagi kebutuhan kita perbulannya. Sebagai akibat dari persyaratan harus ada pengalaman maka kita mau bekerja di gaji berapa saja asal sudah ada pengalaman merupakan pemikiran yang salah. Tetap di angka yang kita butuhkan, Setidaknya Sesuai angka yang dibutuhkan,

misalkan, untuk kos Rp. 500.000 untuk transport Rp. 1.000.000 biaya makan Rp. 1.jt. Tabungan 1 Jt,  biaya lainnya Rp. 500.000 total 4 juta.

Maka tetap diangka tersebut, jangan sampai hanya digaji UMK/UMR setidaknya diatasnya sedikit. karna kita tahu UMK hanya lah perhitungan gaji untuk biaya cukup sebulan tanpa Tabungan. Kasarnya UMK/UMR adalah cari makan dipagi hari untuk dimakan sore hari. Tapi walaupun begitu, saat akan bekerja jangan menerapkan ekspestasi gaji tinggi. Sesuaikan dengan Skil yang kita miliki.
Karena sebenarnya Gaji bukan cuma hanya Uang, tapi bisa juga berupa pengalaman kerja yang didapat, juga rekan kerja yang bisa jadi membuka jalan karir kita.

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

4 Responses to "Gaji Fresh Graduate Teknik Sipil, Sarjana Tanpa Pengalaman Kerja"

  1. Betul pak. berarti apakah kesimpulannya kita harus mencari perusahaan yang bonafid ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya iya. Tapi perusahaan murni swasta yg bonafid belum seberapa dibanding dengan banyaknya pencari kerja.. Atau bisa saja bekerja di perusahaan menengah asal tetap tidak menurunkan standard kebutuhan kita tapi tetap membuka telinga lebar lebar terhadap peluang bekerja di perusahaan bonafid

      Delete
  2. Artikel yang bagus pak bukan,
    Bisa jadi motivasi nih,
    Untuk para fresh graduate biar jadi lebih kompeten

    ReplyDelete
    Replies
    1. :D terimakasih kunjungannya pak syafni 08 :D

      Delete

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel