Parameter dan Standard Lengkap Agregat Kasar (Split) untuk Beton


Sekitar 70% Beton terdiri dari Agregat, baik itu agregat kasar maupun halus. sehingga mutu beton akan banyak dipengaruhi agregat. Maka kali ini kita akan membahas apa saja parameter dan standar yang diperlukan untuk material agregat kasar.

Apa itu agregat Kasar ?
Agregat Kasar adalah semua agregat yang butirannya tertahan saringan berikut :
  • 4.88 mm untuk Standard SII.0052-1980
  • 4.75 mm untuk Standard Astm C33, 1982
  • 5.00 mm Untuk Standard BS. 812. 1976
Agregat halus bersama dengan agregat agregat kasar dapat di golongkan berdasarkan spesific grafity,
  • 0.75-1.20 (750-1200 kg/m3) Agregat Ringan
  • 1.2 - 2.80 (1200-2800 kg/m3 Agregat Normal
  • > 2.8 (>2800 kg/m3) Agregat berat
Sifat Agregat
Sifat agregat merupakan salah satu faktor penentu kemampuan beton memikul beban rencana dan daya tahan terhadap cuaca. Yang menentukan kualitas agregat sebagai material beton adalah:
  • gradasi
  • kebersihan terhadap lumpur
  • kekerasan
  • ketahanan agregat
  • bentuk butir
  • tekstur permukaan
  • porositas
  • kemampuan untuk menyerap air
  • berat jenis
Jenis Agregat berdasarkan proses pengolahannya
  1. Agregat Alam. Agregat yang dapat dipergunakan sebagaimana bentuknya di alam atau dengan sedikit proses pengolahan. Agregat ini terbentuk melalui proses erosi dan degradasi. Bentuk partikel dari agregat alam ditentukan proses pembentukannya.
  2. Agregat melalui proses pengolahan. Digunung‐gunung atau dibukit‐bukit, dan sungai‐sungai sering ditemui agregat yang masih berbentuk batu gunung, dan ukuran yang besar‐besar sehingga diperlukan proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan sebagai agregat konstruksi jalan.
  3. Agregat Buatan.  Agregat yang yang merupakan merupakan mineral  filler/pengisi (partikel dengan ukuran < 0,075 mm), diperoleh dari hasil sampingan pabrik‐pabrik semen atau mesin pemecah batu.
Agregat kasar yang baik untuk pengikatan dengan pasta dan mortar semen adalah yang bertekstur cukup kasar, bentuk bersudut banyak/kubikal, tidak pipih ataupun panjang.

Standard Pemeriksaan Agregat Kasar (SNI-03-2461-1991/2002; SII.0052.80; ASTM C-33):

Kadar lumpur
  • maksimal 1% berat kering
Kekerasan (Hardness) dengan bejana Rudeloff, beban 20 ton,
  • Bagian yang hancur dibawah 2 mm untuk fraksi 9.5-19 mm
  1. beton mutu rendah, ≤ 20 Mpa = maks. 32%
  2. beton mutu Sedang, 21-40 Mpa = maks. 24%
  3. beton mutu tinggi, >20 Mpa = maks. 16%
  • Bagian yang hancur dibawah 2 mm untuk fraksi 19-30 mm
  1. beton mutu rendah, ≤ 20 Mpa = maks. 30%
  2. beton mutu Sedang, 21-40 Mpa = maks. 22%
  3. beton mutu tinggi, >20 Mpa = maks. 14%
Modulus halus (fineness Modulus) 6.0 - 7.1 variasi modulus halus agregat yang digunakan dalam satu campuran perencanaan beton tidak boleh lebih dari 7% (ASTM C-33).

Keausan (Abration) dengan alat los Angeles, 500 putaran Bagian yang hancur dibawah 1.7 mm
  1. beton mutu rendah, ≤ 20 Mpa = maks. 50%
  2. beton mutu Sedang, 21-40 Mpa = maks. 40%
  3. beton mutu tinggi, >20 Mpa = maks. 27%
Agregat pipih+Agregat Panjang = maksimal total 20%

Batasan Ukuran = Ukuran maksimum agregat kasar dalam aplikasinya dibatasi berdasar dimensi struktur yang dicor, maksimal :
  1.    1/5 dimensi terkecil struktur (lebar atau tinggi) 
  2.    1/3 ketebalan plat
  3.    3/4 jarak bersih tulangan atau selimut beton
Reaktifitas Alkali (AAR= Alkali aggregate reaction)-Reaktifitas alkali-silika (ASR Alkali silica reaction)negatif (untuk beton yang berhubungan dengan air atau kelembaban)
  • Penggunaan agregat reaktif alkali silika harus diawasi tenaga ahli
  • Menggunakan semen rendah alkali (astm c-150, kadar alkali maks 0,6%) dihitung sebagai kadar akuivalen sodium oksida (Na2O + 0.658K2O)
  • Menggunkakan semen campur (blended Cement:ASTM C-195, ASTM C-1157)
  • Menggunakan bahan tambahan Pozzolanic (silica fume atau fly ash kelas F, N- fly Ash kelas C tidak boleh digunakan bersama agregat reaktif)
  • Menggunakan bahan tambah ground slag (terak tanur tinggi)
  • Menggunakan additiv/bahan tambah berbasis senyawa lithium
 Reaktifitas Alkali (AAR= Alkali aggregate reaction)-Reaktifitas Alkali-karbon (ACR-Alcali-carbonate reaction): negatif (untuk beton yang berhubungan dengan air atau kelembaban)
  • Penggunaan agregat reaktif alkali karbon harus diawasi tenaga ahli
  • Membatasi kadar ageregat reaktif maksimal 20% untuk beton yang tidak berhubungan dengan air atau kelembaban
  • Menggunakan ukuran agregat maksimum yang lebih kecil
  • Menggunakan semen yang sangat rendah alkali (ASTM C-150, kadar alkali maksimal 0.4% dihitung sebagai kadar ekuivalen sodium oksida (Na2O+0.658K2O)
  • Pozzolan dan ground slag tidak efektif untuk penanganan ACR
Peraturan terkait dengan parameter-parameter yang harus dipenuhi diatas terdapat pada :
PBI 1971 NI 2 (Peraturan Beton Bertulang Indonesia)
SNI-03-2847-2002 (Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung)
SNI 03-1749-1990 ( Agregat untuk Aduk dan Beton, Cara Penentuan Besar Butir)
SNI 03-1750-1990 ( Agregat beton, Mutu dan Cara Uji)
SII.0052-80 (Mutu dan Cara Uji Agregat Beton)
ASTM C-33 (Specification For Concrete Aggregates)
ASTM C-989 (Specification for Ground Granulated Blast-Furnace Slag for Use in Concrete and Mortars)
ACI 318 (Building Code Requirements for Structural Concrete)
Peraturan terkait dengan pengujian agregat kasar antara lain :
SNI-1969-2008 (Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar)
SNI-2417-2008 Cara Uji Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los Angeles)
SNI-3407-2008 (Cara Uji Sifat Kekekalan Agregat Dengan Cara Perendaman Menggunakan Larutan Natrium Sulfat atau Magnesium Sulfat)
ASTM C136 (Standard Test Method for Sieve Analysis of Fine and Coarse Aggregates)
ASTM C123 / C123M (Standard Test Method for Lightweight Particles in Aggregate)
ASTM C142 / C142M (Standard Test Method for Clay Lumps and Friable Particles in Aggregates)
ASTM C127 (Standard Test Method for Density, Relative Density (Specific Gravity), and Absorption of Coarse Aggregate)
ASTM C-131 (Test Method for Resistance to Degradation of Small-Size Coarse Aggregate by Abrasion and Impact in the Los Angeles Machine)
ASTM C-535 Test Method for Resistance to Degradation of Large-Size Coarse Aggregate by Abrasion and Impact in the Los Angeles Machine)
ASTM C88 (Standard Test Method for Soundness of Aggregates by Use of Sodium Sulfate or Magnesium Sulfate)
ASTM C-117 (Standard Test Method for Materials Finer than 75-μm (No. 200) Sieve in Mineral Aggregates by Washing)
ASTM C566 (Standard Test Method for Total Evaporable Moisture Content of Aggregate by Drying)

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Parameter dan Standard Lengkap Agregat Kasar (Split) untuk Beton"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel