Teknologi Beton Pracetak Dukung Percepatan Proyek Infrastruktur di Indonesia

Dalam konstruksi, beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalahbeton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air.
Saat ini, muncul salah satu teknologi beton yaitu beton pracetak. Beton Pracetak/Precast Beton adalah beton pra - cetak yang di buat dicetakan dengan ukuran yang sudah ditentukan atau disesuaikan dengan aplikasi kerja sehingga bisa menghemat biaya dan efisien waktu. Untuk precast beton atau disebut beton pracetak proses pembuatanya dengan menggunakan cetakan sesuai bentuk yang di inginkan, pertama yang disiapkan untuk mencetak beton precast adalah cetakan yang sesuai ukuran dan bentuk yang diinginankan dengan menggunakan cetakan.

Untuk mencetak precast beton menggunakan bahan dasar pasir yang pilihan kemudian dicuci bersih untuk menghilangkan endapan lumpur, pasir yang telah di cuci dicampur dengan semen sesuai takaran yang ditentukan kemudian dicetak dengan cetakan. Setelah bahan tadi jadi dituangkan maka di tengahnya biberi besi tulangan kemudian ditutup kembali dengan adukan semen sesuai ukuran, untuk menghasilkan cetakan yang cepat kering maka diberi bahan pengering. Setelah itu akan menghasilkan yang disebut Precast Beton .
Keunggulan Menggunakan Precast Beton:
  1. Memudahkan pekerjaan struktur maupun finishing
  2. Menghemat biaya pekerjaan bangunan sampai dengan 30 % di banding dengan cara konvensional / manual karena tidak ada pekerjaan ulang
  3. Beton precast sebelum bangunan didirikan sudah bisa dilihat bentuk atau designnya
  4. Bentuk dan ukuran sudah pasti, lebih ringan dan rapi
  5. Dengan Precast beton tidak perlu memakai begisting lagi
  6. Bisa di bentuk sesuai design yang kita inginkan.

Kondisi Pemenuhan Beton Pracetak di Indonesia 
Kapasitas produksi beton pracetak saat ini baru mencapai 15%-20% kebutuhan beton untuk konstruksi secara nasional.Kapasitas produksi beton pracetak baru sekitar 25 juta ton per tahun atau 15%-20% dari kebutuhan beton untuk konstruksi nasional, sisanya masih dengan sistem konvensional. Pada dasarnya memang penggunaan beton cor di tempat seperti readymix masih lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan pracetak.

Namun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mentargetkan 2017 ini 30% dari total kebutuhan untuk konstruksi disuplai oleh precast/pracetak. Apalagi, jika melihat dari sisi waktu ada efisiensi sekitar 60%-80% dibandingkan beton cor di tempat.

Percepatan Beton Pracetak di Indonesia
Untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menghadapi kompetisi global, saat ini pemerintah tengah berupaya terus untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang salah satunya bergantung pada dukungan ketersediaan material dan peralatan konstruksi (MPK) yang juga harus semakin berkualitas, efektif, efisien, dan tepat waktu.
Untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong penggunaan teknologi beton pra cetak (precast) yang memiliki keunggulan lebih terstandarisasi kualitasnya dan aman untuk digunakan. Disamping itu, teknologi precast juga memiliki beberapa keunggulan utama yaitu lebih terjamin kecepatan dan kontinuitas proses produksi beton. Sebagian besar bahan baku produk telah banyak tersedia di dalam negeri sehingga harga produk semakin kompetitif.

Perkembangan Industri Pra Cetak
Permintaan (demand) beton pra cetak nasional saat ini juga telah meningkat pesat melebihi kapasitas pasokan, sehingga sudah saatnya kapasitas industri beton pra cetak ditingkatkan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR, kapitalisasi industri beton pra cetak tahun 2014 sekitar 16,61 persen dari total pekerjaan beton nasional. Porsi ini akan terus didorong hingga mencapai 30 persen pada tahun 2019. Perkembangan Industri Pra Cetak Permintaan (demand) beton pra cetak nasional saat ini juga telah meningkat pesat melebihi kapasitas pasokan, sehingga sudah saatnya kapasitas industri beton pra cetak ditingkatkan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR, kapitalisasi industri beton pra cetak tahun 2014 sekitar 16,61 persen dari total pekerjaan beton nasional. Porsi ini akan terus didorong hingga mencapai 30 persen pada tahun 2019. Perkembangan Industri Pra Cetak Permintaan (demand) beton pra cetak nasional saat ini juga telah meningkat pesat melebihi kapasitas pasokan, sehingga sudah saatnya kapasitas industri beton pra cetak ditingkatkan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR, kapitalisasi industri beton pra cetak tahun 2014 sekitar 16,61 persen dari total pekerjaan beton nasional. Porsi ini akan terus didorong hingga mencapai 30 persen pada tahun 2019.
referensi: 
KNOWLEDGE MANAGEMENT Penerapan Teknologi Konstruksi-KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI BALAI PENERAPAN TEKNOLOGI KONSTRUKSI

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Teknologi Beton Pracetak Dukung Percepatan Proyek Infrastruktur di Indonesia"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel