About

Prosedur Pengadukan Beton

Truck Mixer

Beton harus diaduk di tempat pekerjaan, di pusat pencampuran, pada mixer truk, atau kombinasi keduanya. Bila diijinkan oleh Konsultan Pengawas, bisa digunakan pengadukan dengan tangan. Bila cahaya alam kurang, beton tidak boleh diaduk, dicor/dicor, atau diselesaikan, kecuali bila ada sistem penerangan dengan lampu yang memadai.

Pengadukan dalam truk

Beton dapat diaduk pada truk mixer dengan desain yang disetujui. Pengadukan dalam truk harus sesuai dengan ketentuan berikut. Mixer-nya dapat berupa drum putar tertutup yang kedap air atau tipe dayung/mata pisau putar atap terbuka (open top revolving blade).
Pengadukan didalam truck
Mixer harus dapat menyatukan semua bahan menjadi adukan yang merata, dan harus mengeluarkan beton secara merata pula. Perbedaan maksimum slump dari contoh yang diambil dari batas seperempat dan tiga perempat dari muatan yang dikeluarkan adalah 2,5 cm. Kecepatan pengadukan untuk mixer tipe drum putar tidak boleh kurang dari 4 putaran per menit, atau tidak boleh melebihi kecepatan keliling drum yang sebesar 1 m/detik. Untuk mixer yang atap terbuka, kecepatan pengadukan harus antara 4 dan 16 putaran per menit pada mata pisaunya. Kecepatan pengadukan untuk mixer tipe drum putar maupun tipe mata pisau putar adalah antara 2 dan 6 putaran per menit drum atau mata pisau.

Kapasitas truck mixer harus sesuai dengan ketentuan pabrik, kecuali bila penambahan kapasitas tidak melebihi batas yang ditentukan di sini. Standard kapasitas normal, dalam persentase volume kotor drum, tidak boleh lebih dari 50% untuk truck mixer dan 70% untuk agitator truck. Beton harus diantarkan ke lokasi pekerjaan dan pengeluarannya harus selesai dalam waktu 45 menit setelah penambahan air ke dalam campuran semen dan agregat, atau bila digunakan admixture maka batas waktunya harus ditentukan oleh Konsultan Pengawas. Bila beton diaduk dalam truck mixer, pengadukan harus dimulai dalam batas 30 menit setelah semen dicampur dengan agregat. Kecuali bila harus digunakan hanya sebagai pengaduk, truck mixer harus dilengkapi dengan alat pengukur jumlah air yang harus mengukur secara tepat jumlah air pada tiap pencampuran.
Jumlah air yang dicampurkan harus sesuai dengan jumlah yang ditentukan dengan toleransi sampai 1%.

Dilarang melembekkan kembali adukan beton yang telah mengeras dengan menambah air atau cara lainnya. Beton yang tidak memenuhi batas slump pada saat dicorkan tidak boleh digunakan. Penggunaan admixture untuk menambah workability atau mempercepat waktu pengerasan tidak boleh dilakukan, kecuali bila ada ijin tertulis dari Konsultan Pengawas.

Pengadukan di tempat pekerjaan

Beton harus diaduk dalam batch mixer yang tipe dan kapasitasnya disetujui oleh Konsultan Pengawas. Lamanya pengadukan harus ditentukan oleh Konsultan Pengawas menurut JIS A119 (Method of Test for Variation in Unit Weight of Air Free Mortar in Freshly Mixed Concrete). Bila hasil pengujian tersebut tidak ada, maka lamanya pengadukan harus lebih dari 1 ½ menit sejak semua material dimasukkan ke dalam mixer, namun lamanya pengadukan jangan lebih dari tiga kali jangka waktu di atas.
Pengisian air ke dalam mixer dimulai sebelum pengisian semen dan agregat. Selama pengadukan, drum harus berkecepatan rotasi menurut ketentuan pabrik. Mata pisau (blade) pick-up dalam drum mixer yang sudah menyusut 2 cm atau lebih harus diganti. Volume setiap batch tidak boleh melebihi kapasitas mixer yang ditentukan pabrik, tanpa persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas. Dilarang menggunakan mixer yang kapasitasnya kurang dari kapasitas batch satu sak semen.
Batch Mixer
Beton harus diaduk sebanyak volume beton yang harus segera diperlukan atau dikerjakan, dan beton yang kekentalannya tidak sesuai ketentuan, pada waktu dicor, tidak boleh digunakan. Mengaduk kembali beton yang telah mengeras tidak boleh dilakukan. Seluruh isi mixer harus dikeluarkan dari drum sebelum material campuran berikutnya dimasukkan. Bila pengadukan dihentikan untuk waktu yang cukup lama, mixer harus bersih. Bila pengadukan dimulai lagi, material campuran yang pertama dimasukkan ke dalam mixer harus memiliki kadar air, pasir dan semen yang cukup untuk menutupi permukaan dalam dari drum tanpa mengurangi jumlah bahan adukan yang ditentukan.

Central Mixing Plant 

Bila beton diaduk di central plant Beton hasil adukan harus diangkut dari central mixing plant ke lokasi pekerjaan dengan truk pengaduk (agitator truck) atau Dump Truck, sesuai dengan persetujuan Konsultan Pengawas. Kecuali bila ada ijin tertulis lain dari Konsultan Pengawas, truk pengaduk harus dilengkapi dengan drum putar kedap air, dan harus bisa mengangkut dan mengeluarkan beton tanpa segregasi. Kecepatan pengadukan drum harus antara 2 s/d 6 putaran per menit.
Central mix-RexCon

Volume beton adukan dalam drum tidak boleh melebihi ketentuan pabrik, atau lebih dari 70% volume kotor drum. Bila Konsultan Pengawas menyetujui truck mixer dapat digunakan sebagai pengganti truk pengaduk, untuk mengangkut beton dari central mixing plant. Volume kotor wadah pengaduk, dalam meter kubik, harus sesuai dengan ketentuan pabrik mixer.

Jangka waktu antara pengisian air ke drum mixer dan pengeluaran beton adukan karena sesuai dengan ketentuan Konsultan Pengawas. Selama jangka waktu ini, adukan harus diaduk terus-menerus. Bak dari dump truck harus licin dan kedap air. Harus disediakan penutup untuk melindungi material dari hujan. Truk ini harus mengangkut beton ke lokasi pekerjaan dalam keadaan campuran jadi dan teraduk sempurna.
Adukan dianggap merata, bila contohdari batas seperempat dan tiga perempat muatan tidak mempunyai slump yang berbeda lebih dari 2,5 cm. Pengecoran beton harus selesai dalam 30 menit sejak pengisian air ke dalam campuran semen dan agregat.

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Prosedur Pengadukan Beton"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel