Pilihan Tepat Antara Jadi Karyawan Dan Pengusaha



Karyawan dan Pengusaha, merupakan profesi seseorang untuk mencapai tujuan hidup, tetapi banyak yang mempermasalahkan untuk memilih jadi Karyawan atau Pengusaha ? Sebenarnya masalah ini sudah ada  sejak Dahulu, masalah ini masalah klasik, sudah dibahas sejak Ikan belum pandai Berenang. :D.
Mari kita bahas satu persatu...
Karyawan
karyawan/kar•ya•wan/ n orang yang bekerja pada suatu lembaga (kantor, perusahaan, dan sebagainya) dengan mendapat gaji (upah); pegawai; pekerja. (KBBI)

Dari arti dan diatas, dapat kita ketahui, kalau karyawan itu adalah, orang yang bekerja dalam perusahaan. Dia merupakan pelaksana, Penghasil Karya, Karyawan, orang yang berkarya.

Jam kerja
Sudah terjadwal dari pagi sampai sore, dari senin sampai jumat (+sabtu atau +lembur). Dari januari sampai desember. Jam kerja seperti ini Sudah menjadi hal biasa yang harus di hadapi bila menjadi seorang karyawan. Bila tidak mengikuti jam kerja tersebut maka akan medapat sanksi dari perusahaan. Karyawan dituntut untuk selalu bangun pagi, masuk tepat waktu.

Keuangan
Lebih stabil dengan gaji tetap perbulannya. Mau hasil kerja jelek maupunn bagus, setidaknya masih ada dapat gaji untuk biaya hidup.

Jenjang  karier
Ada kepastian dan kejelasan karier, paling tidak ada kenaikan gaji standard

Suasana kerja
Untuk sebagian perusahaan besar , sesama karyawan mungkin merasa asing dan kurang akrab. Tapi umumnya sebagai seorang karyawan perusahaan, kita akan banyak berinteraksi dengan karyawan lain, sehingga akan ada rasa kebersamaan dan kekluargaan. Selain ada teman untuk saling bertukar pikiran biasanya perusahaan sering juga mengadakan acara seperti makan bersma atau jalan jalan.

 Produktifitas
Kadang malas, kadang rajin tergantung mood dan situasi tempat bekerja. Yang terpenting bisa menyelesaikan pekerjaan yang ada sesuai job desc. Dan lebih bagus lagi bisa menyelsaikan pekerjaan ekstra

Tujuan
Memberi kontribusi sebaik baiknya untuk perusahaan, mendapatkan jenjang karier, mempunyai waktu kerja dan untuk keluarga yang seimbang.

Pengusaha
pengusaha [peng•u•sa•ha] Kata Nomina (kata benda)
Dari kata dasar: usaha.
Arti: orang yang mengusahakan (perdagangan, industri, dsb); orang yang berusaha dalam bidang perdagangan; saudagar; usahawan
Pengusaha adalah orang yang memiliki bisnis baik skala besar maupun kecil tetapi tidak semua pengusaha tersebut memiliki jiwa Entrepreneur. Sendangkan seorang Entrepreneur sudah pasti berjiwa pengusaha. Karena pengertian Entrepreneur adalah orang yang bisa memanfaatkan peluang dari setiap bisnisnya ataupun orang yang secara terpaksa terjun ke dalam suatu bisnis. Dengan kata lain, apabila kita memiliki jiwa Entrepreneur sudah pasti usaha yang nanti akan kita jalani bisa berjalan dengan panjang dan terus bertahan

Jam kerja
Bangun sesuka hati, jam kerja kita sendiri yang mengatur.

Keuangan
Terkadang Bisa dapat untung banyak laba meningkat, tapi terkadang terhempas kedasar dan mengalami kerugian.

Jenjang  karier
Tidak ada jenjang karier, bergantung pada pasar usaha.

Suasana kerja
Suasana kerja kita sendiri yang menciptakan.

 Produktifitas
Mau tidak mau kita harus produktif,  karena kita sendiri yang menetukana kemana arah usaha yang kita bangun

Tujuan
Membangun produk atau jasa yang dibutuhkan dan diiingankan masyarkat. Memberi kontribusi pada pasar dengan sebaik baiknya. Maka akan mendapatkan kebebasan finansial.

jadi bagaimana kesimpulannya ?
Yang pertama,, seorang karyawan.  Seberapa besar title anda selesei kuliah, saat anda MELAMAR pekerjaan, berarti anda menjadi seorang bawahan dari seorang atasan di sebuah tempat pekerjaan. Dan anda digaji sesuai skill anda disana juga waktu bekerja. Misalkan punya Skill XYZ, anda dibayar XX juta. Dan per waktu. Rata rata sih sebulan. Belum nambah lagi gaji lembur kalau ada.
Nah begitu kurang lebih ketika anda menjadi seorang bawahan. Enaknya, anda sudah terjamin. Gaji terjamin. Tidak perlu resah. Anda tinggal memanage pengeluaran anda sampai bulan depan. Sebenarnya gak benar benar terjamin sih, kalau pada saat itu bisa saja ada yang namanya PHK atau dipecat. Namanya juga kerja sebagai bawahan kan? Harus taat aturan tempat bekerja. Harus ini harus itu dll.

Yang kedua,, seorang pengusaha, seberapa kecil pun usaha anda, anda adalah BOS, OWNER usaha tersebut. Anda yang mengatur kerja, aturan, dan lain lainnya sesuai dengan keinginan anda... Termasuk pendapatan anda pun sesuai dengan skill anda. Jadi anda tidak perlu harus taat pada aturan orang lain. Jika anda berdagang, tentunya anda harus yakin dan rajin menjajakan dagangan anda, menawarkan kepada yang lain, agar pemasukan anda terus berjalan. Selain itu anda perlu mengatur pemasukan serta pengeluaran pula.

Jadi mana pilihan yang bagus?
Kembali pada diri masing, karena pribadi masing-masing itu berbeda. Kenapa begitu?  Karena memang ada yang nyaman dengan rutinitas, dan ada yang mudah bosan. Kenapa orang-orang yang hebat dalam akademis dan punyai nilai akademis kebanyakan bekerja di perusahaan? Atau jadi pegawai BUMN? Bukan tanpa sebab, mereka adalah orang-orang yang rajin, sehingga mendapat nilai yang bagus, mereka menikmati rutinitas sekolah/kampus, menikmati tekanan tugas kuliah. Sehingga saat sudah bekerja jadi karyawan mereka sudah terbiasa dengan jam kerja karyawan dan tekanan pekerjaan. Mereka sedikit banyak sudah merasa nyaman pada posisinya.

Kalau anda Suka Keteraturan, Jadi karyawan akan terasa lebih enak. Karyawan biasanya dikaitkan dengan keteraturan rutinitas pekerjaan. Kalau pengusaha ? (heheheh *ketawa ngenes ) Bagi pengusaha yang masih ditahap awal dan sedang merintis waktu sangat tidak teratur apalagi income, kadang kaya mendadak, kadang makan harus ngirit. Bahkan anda harus kerja 7×24 untuk setup hingga running bisnis ditahap awal.

Jika anda orang yang suka kestabilan income dan fasilitas kompensasi, jelas menjadi karyawan lebih enak, bahkan di beberapa perusahaan mau anda kerja mati-matian atau tidak income anda sama dan dapet tunjangan kesehatan pula dan lain-lain. Bagi anda penyuka keamanan dan kenyamanan hidup, pengusaha jelas bukan peran yang cocok anda lakonin.

Banyak orang berpikir bahwa enaknya jadi pengusaha adalah income-nya lebih besar. Eitss … siapa bilang ? belum tentu. Tapi …. jadi pengusaha anda mempunyai ‘potensi/harapan’ untuk memperoleh income yang jauh lebih besar di banding menjadi karyawan yang hanya terpatok pada ‘GAJI BULANAN”  kalau ngak promosi jabatan, paling kenaikan hanya sebesar inflasi.
Kalau anda tipikal orang yang yang suka mengambil resiko, selalu punya inovasi, merasa tidak nyaman dengan hal-hal rutinitas . Selalu ingin tampil beda. Maka anda akan sangat cocok jadi seorang pengusaha.
Biar lebih terbuka lagi saya buat  Contoh,

Budi, seorang  yang punya kepribadian yang disiplin, saat sekolah dia hampir tidak pernah terlambat, tugas sekolah selalu buat. Saat guru bertanya, “ dengan jarak 90 km, butuh berapa jam untuk naik motor dengan kecepatan 60 km/jam “ budi menjawab dengan cepat; 1,5 jam . Budi kini sudah selesai kuliah dan menjadi orang yang pintar. Dia kini bekerja diperusahaan BUMN, kariernya sangat cemerlang. Karena semua tugas pekerjaan dia bisa selesaikan. Dia juga punya disiplin tinggi. Dan dia merasa nyaman dengan rutinitas perusahaan tersebut. Sehingga kini dia punya kebebasan finansial yang lumayan.

Bedu, seorang yang suka berpikiran out the box, saat sekolah sering menjadi pusat perhatian dengan ide ide yang tidak biasanya. Sering terlambat kesekolah,. Saat guru bertanya, “ dengan jarak 90 km, butuh berapa jam untuk naik motor dengan kecepatan 60 km/jam “. Sebelum menjawab bedu masih berpikir dan agak lama menjawab, dia masih berpikir apa mungkin kecepatan motor bisa 60km/jam terus, kalau ada lubang gimana?. Kini Bedu selesai kuliah, walau butuh waktu yang agak lama.  Selesai kuliah bedu bekerja di perusahaan BUMN. Bedu merasa tidak nyaman kerja diperusahaan, bedu merasa tidak cocok dengan lingkungan perusahaan  tidak lama kemudian Uedu berhenti bekerja dan membuka usaha kontraktor konstruksi, karena kesalahan estimasi budi jadi bangkrut, dengan sisa dana yang dimilikinya budi membuat usaha  agent travelling.. Walau sebelumnya Bedu bangkrut Kini bedu menjadi agent  travelling sukses dengan ide ide yang lain dari pada yang lain untuk mengembangkan usahanya.

Bono, seorang yang malas dan tidak punya disiplin, acuh tak acuh, saat sekolah gak punya rasa ingin tahu, gak punya kemauan belajar.  Saat guru bertanya, “ dengan jarak 90 km, butuh berapa jam untuk naik motor dengan kecepatan 60 km/jam “. Bono tidak menjawab, karena memang tidak tahu jawabannya. Kini Bono sudah selesai kuliah, butuh waktu lama buat dia menyelesaikan kuliahnya.  Setelah Bono selesai Kuliah, dia bekerja di perusahaan, tapi diperusahan, kariernya tidak berkembang, tidak punya skill yang mumpuni, sering melanggar disiplin. Dan karenanya Bono berhenti/Dipecat. Bono membuka usaha dengan sisa tabungannya selama bekerja. Usaha Bono tidak ada perkembangan, dia hanya cenderung ikut dengan tata cara usaha yang sudah ada.

Sehingga Kesimpulannya Karyawan itu cocok untuk sebagian orang dan merupakan pilihan tepat. Sedangkan pengusaha juga pilihan yang pas untuk sebagaiannya lagi. Jadi tergantung kepribadian dan Passion seseorang. Jadi anda termasuk yang mana? Apa anda Si Budi atau Bedu? Atau malahan Bono?

GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

1 Response to "Pilihan Tepat Antara Jadi Karyawan Dan Pengusaha"

  1. Tapi itu juga tergantung dari orangnya masing masing. Atau bisa juga dilakukan keduanya.mantap infonya

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar berupa saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. Hanya komentar dengan Identitas yang jelas yang akan ditampilkan, Komentar Anonim, Unknown, Profil Error tidak akan di approved

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel