Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Pengertian Beton Pracetak (Precast Concrete) Beserta Keunggulan dan Kelemahannya


Beton precast adalah beton hasil dari produksi fabrikasi dengan perpaduan teknologi konstruksi, bila diurai merupakan struktur beton dengan beberapa komponen sebagai penyusunnya, beton precast atau pracetak ini dibuat melalui proses pabrikasi terlebih dahulu di tempat khusus (off site fabrication).

Pada SNI 7832 disebut bahwa beton pracetak merupakan konstruksi yang komponen pembentuknya dicetak atau difabrikasi. Pengolahannya baik dilahan produksi ataupun dilapangan yang kemudian dipasang dilapangan sehingga membentuk sebuah bangunan.

Dalam dunia konstruksi, istilah beton precast sudah tidak asing lagi. Jenis beton ini memiliki manfaat yang sangat besar dalam pembangunan sebuah rumah, gedung perkantoran, bahkan sampai trotoar hingga jembatan. Bukan hanya itu, masih banyak lagi manfaat dan kegunaan beton ini.

Secara singkat, ciri khusus beton ini ialah pembuatannya bukan pada tempat proyek dilaksanakan, seperti halnya beton site mix. Akan tetapi, beton precast diolah dan dibentuk di sebuah pabrik industri. Biasanya dibuat dalam jumlah massal atau sesuai dengan kebutuhan suatu proyek, baik proyek kecil maupun besar.

Baru setelah beton selesai dibuat dan siap pakai, beton cetakan ini diangkut atau dibawa menuju proyek konstruksi. Tentunya bisa dengan mudah dibawa karena beton dikirim dalam bentuk cetakan per bagiannya.

Dalam produksinya, beton ini memakai cetakan khusus hingga menghasilkan bentuk dan kualitas beton seperti yang diinginkan. Karena pemakaian alat inilah, maka di Indonesia sering disebut dengan istilah beton pra-cetak

Keunggulan Beton Pracetak (Precast)

Apa keunggulan dari beton pracetak dibanding dengan beton konvensional? Beton pracetak mempunyai keunggulan yang relatif banyak jika dibanding dengan beton konvensional. Berikut antara lain keunggulan beton pracetak :
  1. Pengendalian mutu produk komponen lebih terkendali
  2. Umumnya menggunakan beton bermutu tinggi (>K350) sehingga dapat mereduksi dimensi dan mengurangi beban konstruksi
  3. Dapat diproduksi secara masal di casting yard/pabrik
  4. Proses penegangan dilakukan secara akurat menjamin gaya prategang yang disyaratkan
  5. Waktu pengerasan beton dapat dipercepat 
  6. Biaya cetakan / bekisting dapat direduksi jika komponen typikal dalam jumlah banyak Secara garis besar mengurangi biaya karena pengurangan pemakaian alat-alat penunjang, seperti scafolding, dll
  7. Tidak diperlukan lahan proyek yang luas, mengurangi kebisingan, bersih dan ramah lingkungan

Kelemahan Beton Pracetak

Selain memiliki keunggulan, Beton precast juga memiliki beberapa kerugian/kelemahan. Kerugian beton pracetak (precast) antara lain:
  1. Tidak ekonomis bagi produksi tipe elemen yang jumlahnya sedikit
  2. Perlu ketelitian yang tinggi agar tidak terjadi deviasi yang besar antara elemen yang satu dengan elemen yang lain, sehingga tidak menyulitkan dalam pemasangan di lapangan
  3. Panjang dan bentuk elemen pracetak (precast) terbatas, sesuai dengan kapasitas alat angkat dan angkut.
  4. Apabila ukuran berbeda memerlukan bekisting lagi.
      Struktur komponen beton pracetak (precast) harus direncanakan memenuhi ketentuan kekuatan, lendutan, dan kemudahan dalam proses pabrikasi dan penyambungan diantaranya adalah :
      1. Perencanaan bangunan struktur beton harus mempertimbangkan semua kondisi pembebanan dan kendala mulai dari saat pabrikasi awal hingga selesainya pelaksanaan struktur, termasuk pelepasan cetakan, penyimpanan, pengangkutan, dan ereksi.
      2. Dalam konstruksi beton pracetak (precast) yang tidak berperilaku secara monolit, pengaruh pada semua detail sambungan dan pertemuan harus dipertimbangkan untuk menjamin tercapainya penampilan yang baik dari sistem struktur.
      3. Pengaruh dari lendutan awal dan lendutan jangka panjang harus dipertimbangkan, termasuk pengaruh pada komponen struktur lain yang saling bersambungan.
      4. Perancangan dari join dan tumpuan harus mencakup pengaruh dari semua gaya yang akan disalurkan termasuk susut, suhu, deformasi elastis, angin dan gempa.
      5. Semua detail harus dirancang agar mempunyai toleransi yang cukup terhadap proses pabrikasi dan ereksi dan terhadap tegangan sementara yang terjadi pada saat ereksi.

      Proses Pabrikasi

      Pabrikasi adalah proses pembuatan beton yang dilakukan di pabrik dan telah diuji, kemudian dilakukan perakitan beton dilokasi proyek.

      Setiap komponen struktur pracetak (precast) atau elemennya harus ditandai untuk menunjukkan lokasinya pada struktur, bagian atas permukaannya dan tanggal pabrikasinya. Waktu proses pabrikasi yaitu 14 hari, setelah elemen beton pracetak (precast) berumur 14 hari, barulah dapat dilakukan proses erection (penginstalan).

      Pemberian Tanda Elemen Beton Pracetak

      Segera setelah pembongkaran bekisting dan melaksanakan perbaikan kecil, maka elemen - elemen harus diberi tanda untuk memudahkan indentifikasi dikemudian hari.

      Cat tahan cuaca harus digunakan dalam menandai elemen - elemen tersebut. Data yang ditandakan pada semua elemen harus mencakup nomor rujukan dan tanggal pengecoran. Pelat pracetak juga harus mempunyai data yang digoreskan pada permukaan atas segerasetelah pengecoran.

      Penanganan dan Pengangkutan

      Perhatian khusus harus diberikan dalam penanganan dan pemindahan elemen beton pracetak. Elemen pracetak harus diangkat dengan alat pengangkat atau crane melalui lubang-lubang dibuat pada elemen-elemen tersebut, dan harus diangkut dalam posisi tegak.

      Titik angkat, bentuk dan posisinya harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Penyangga dan penggantung yang cocok harus digunakan setiap saat dan tidak boleh ada elemen beton pracetak yang akan digerakkan sampai sepenuhnya lepas dari permukaan tanah.

      Bilamana cara pengangkatan dan pengangkutan elemen tidak disebutkan dalam gambar, maka Kontraktor harus menyerahkan cara yang diusulkan kepada Direksi Pekerjaan. Setelah disetujui oleh Direksi Pekerjaan, maka Kontraktor harus mengikuti cara yang telah disetujui.

      Penyimpanan

      Elemen-elemen harus ditempatkan bebas dari kontak langsung dengan permukaan tanah dan ditempatkan pada penyangga kayu di atas tanah keras yang tidak akan turun baik musin hujan maupun kemarau, akibat beban dari unit-unit tersebut.

      Bilamana unit-unit beton prcast tersebut disusun dalam lapisan-lapisan, maka tidak melebihi dari Jumlah lapisan yang dipersyaratkan dengan penyangga kayu dipasang di antara tiap lapisan. Penyangga untuk setiap lapisan harus dipasang di atas lapisan yang terdahulu.
      M Hadi H, ST.
      M Hadi H, ST. Sharing and building, berharap dapat berpartisipasi walaupun dalam hal kecil untuk kemajuan pengetahuan

      Post a Comment for "Pengertian Beton Pracetak (Precast Concrete) Beserta Keunggulan dan Kelemahannya"

      Berlangganan via Email