About

Faktor Konversi uji tekan Kubus 15 cm dan silinder dia 10 cm x 20 cm ke silinder dia 15 cm x 30 cm

Ilmubeton.com. Dewasa ini dengan meningkatnya akan kebutuhan beton,  baik itu readymix maupun precast.  Maka kebutuhan pengendalian mutu semakin penting.  Dan berbagai cara pengujian uji tekan di cari se efisien dan seakurat mungkin. 

Bayangkan saja,  untuk mencapai hasil yang maksimal maka sampel setidaknya harus diambil tiap pengecoran.  Dengan begitu sampel dapat benar-benar mewakili hasil produk.  Tiap pengecoran sampel tidak cukup 1,  tapi setidaknya harus ada 12 sampel.  Dan jika benar2 dilaksanakan seperti itu,  udah berapa m3  beton yg di butuhkan hanya untuk sampel.
Dengan menimbang pembuatan volume sampel yg lebih kecil,  kenapa tidak dibuat sampel silinder diameter 10 cm x 20 cm saja. 

Sampel ini sangat berkaitan dengan pengujian mutu beton, jika belum mengetahui tentang mutu beton sebaiknya baca ini dulu. MUTU BETON K (kg/cm²) DAN MUTU BETON f'c (Mpa) dan tambahan PENGALAMAN UNIK TENTANG MUTU KUAT TEKAN BETON. MUNGKIN ANDA JUGA PERNAH ALAMI

Selain volume yg dibutuhkan lebih kecil,  pembuatan sampelnya juga lebih mudah dan praktis.
Kalau bisa seperti itu?  Apa ada faktor konversi dari silinder besar (15*30) ke kecil (10*20)?
Jawabnya.  ADA.

seperti kita ketahui,  rumus dasar kuat Tekan adalah P/A.    Dimana P adalah beban dan A adalah luas.  Maka dengan luas yg lebih kecil dibutuhkan beban yg lebih kecil untuk mutu yg sama dengan silinder besar.
Contohnya begini,   misalkan untuk mutu F'c 30 mpa dibutuhkan setidaknya beban 540 KN dengan sampel silinder besar.  Maka dengan rumus P/A td dengan silinder kecil maka beban yg dibutuhkan adalah lebih kecil, anggap saja misalnya hanya butuh 400 KN. 

sehingga banyak praktisi yang menganggap kareana antara silinder dia 10 cm x 20 cm dan silinder dia 15 cm x 30 cm sama sama punya L/d =2. maka hasil uji yang didapatkan adalah sudah hasil F'c. yang punya anggapan seperti ini biasanya punya alasan seperti ini, " kan luas penampang silinder kecil lebih kecil jadi p/a juga jadi lebih besar, sehingga mau silinder kecil atau silinder besar, F'c nya tidak perlu dikonversi.

untuk penyelasian ini sebenarnya ada faktor konversi , yaitu
Estimasi korelasi kuat tekan silinder beton berdasrkan diameter benda uji


biar lebih mudah, mari kita coba buat contoh sederhananya,

diameter benda uji 150 mm x 300 mm, beban maksimum hasil uji 510 KN,  luas penampang uji 17671,46 mm,
maka kuat tekannya, 510000/17671,46 = 28,86 mpa dan inilah F'c .

selanjutnya,

diameter benda uji 100 mm x 200 mm, beban maksimum hasil uji 510 KN,  luas penampang uji 7857,14 mm,
maka kuat tekannya, 510000/7857,14  = 64,9 Mpa, karena sampel adalah silinder  100 mm x 200 mm maka perlu di konversikan ke sampel silinder 150 mm x 300 mm, sehingga F,c dari sampel 100 mm x 200 mm tersebut adalah, 64,9 x 1.04 = 67.5 Mpa.

Lalu bagaimana dengan kubus ke silinder 150 mm x 300 mm? faktor konversi bentuk tersebut adalah, 0.83. lebih jelasnya baca saja di MUTU BETON K (kg/cm²) DAN MUTU BETON f'c (Mpa).


Didalam SNI F,c adalah hasil uji kuat tekan sampel silinder 150 mm x 300 mm, sehingga jika digunakan sampel lain maka harus di konversikan dulu. Untuk menggunakan dimensi sampel lain alangkah baiknya harus memberitahu pihak konsultan atau atau customer dulu.



GRATIS !!!
Dapatkan update artikel terbaru IlmuBeton.com:

Jangan lupa Konfirmasi melalui link Aktivasi yang kami kirimkan ke email Anda

0 Response to "Faktor Konversi uji tekan Kubus 15 cm dan silinder dia 10 cm x 20 cm ke silinder dia 15 cm x 30 cm"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel