Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Asphalt Mixing Plant Dan Komponen Utamanya


Jalan raya merupakan salah satu konstruksi yang paling sering kita lihat, baik itu dikota di desa dan juga jalan tol. Jalan merupakan penghubung yang membentuk jaringan distribusi ekonomi. sehingga jalan raya memiliki pengaruh yang vital terhadap pertumbuhan ekonomi daerah

Aspal, salah satu komponen jalan, untuk memasaknya kini telah menggunakan alat yang cukup canggih yaitu dengan menggunakan Asphalt Mixing Plant (AMP). Harga alat asphalt mixing plant sangat mahal yaitu berkisar di atas 2 milyar rupiah pada tahun 2017 tergantung dengan merk dan kualitas dari Asphalt Mixing Plant tersebut

Namun jumlah produksi maksimal alat asphalt mixing umumnya kurang lebih 50 ton/jam. Hasil produksi asphalt mixing plant adalah asphalt hotmix atau laston. Laston yang paling sering diproduksi pada proyek jalan raya di Indonesia adalah laston AC-WC, laston AC-BC, dan laston AC-Base.

Lokasi basecamp asphalt mixing plant juga berpengaruh terhadap jarak lokasi pekerjaan. Umumnya jarak Asphalt Mixing Plant dengan lokasi pekerjaan maksimum sekitar 100 km, agar tidak terjadi penurunan suhu aspal hotmix dibawah suhu yang disyaratkan, ketika sampai ke lokasi pekerjaan.

Adapun Asphalt Mixing Plant terdiri dari beberapa komponen utama yang dapat dilihat di bawah ini (Penomoran sesuai dengan gambar).
Asphalt Mixing Plant Dan Komponen Utamanya
Asphalt Mixing Plant Dan Komponen Utamanya

1. Tempat Penyimpanan Aspal

Tempat untuk menmpertahankan atau meningkat suhu aspal baik dengan cara proses pembakaran langsung atau dengan proses minyak panas. Pada proses pertama, ditempatkan pembakaran (burner) yang akan membakar aspal dalam tangki penyimpanan. Pada proses peningkatan suhu aspal dengan minyak panas dilakukan dalam dua tahap. Pertama minyak dipanaskan. Kemudian minyak tersebut didistribusikan ke dalam pipa pada tangki aspal.

2. Bin dingin (cold bin)

Bin dingin (cold bin) merupakan ini adalah bak tempat menampung material agregat dari tiap-tiap fraksi mulai dari agregat halus sampai agregat kasar yang diperlukan dalam memproduksi campuran aspal panas atau hotmix pada setiap bak masing-masing.tiap-tiap fraksi agregat ditampung dalam masing-masing bak sendiri-sendiri. Alat ini mempunyai beberapa tempat penyimpanan seperti storage bin. Beberapa jenis cold bin mempunyai saringan di bagian pintu yang berfungsi untuk menyaring agregat yang tidak sesuai ukurannya

3. Bin panas (hot bin)

Bin panas atau hot bin adalah tempat penampungan agregat panas yang telah lolos dari saringan panas. Agregat panas yang lolos penyaringan tersebut akan mengisi tempat masing-masing sesuai dengan fraksi atau ukuran agregatnya.

4.Corong tuang (hopper)

Corong tuang (hopper) berfungsi untuk menimbang berat agregat panas dari hot bin (bin panas). Hopper terletak di bawah hot bin dan di atas pugmill mixer.

5.Elevator dingin (cold elevator)

Elevator dingin (cold elevator) berfungsi untuk membawa sejumlah agregat dingin setiap jamnya disesuaikan dengan rencana produksi yang sudah ditetapkan.

6.Elevator panas (hot elevator)

Elevator panas (hot elevator) berfungsi sebagai pembawa agregat panas yang keluar dari silinder pengering atau dryer menuju saringan (ayakan) panas (hot screening) untuk dipisah sesuai ukuran agregat masing-masing.

5. Silo

Silo adalah silinder vertikal untuk menyimpan campuran aspal dari mixer yang tertutup rapat untuk menghindari terjadinya oksidasi yang dapat mengakibatkan campuran menjadi keras.

7. Pemasok (feeder)

Pemasok (feeder) digunakan untuk memasok agregat dari bin dingin (cold bin) menuju alat pengering (dryer).

8.Penampung bahan pengisi (filler storage)

Filler merupakan salah satu bahan aspal hotmix yang lolos saringan no.200. Pada filler storage tersebut disimpan bahan pengisi (filler) sebelum diolah menjadi aspal hotmix.

4. Ban Berjalan (belt conveyor)

Ban berjalan (belt conveyor) digunakan untuk memasok agregat dari cold bin.

9.Pencampur (pugmill)

Pugmill berfungsi sebagai tempat pencampuran semua material (agregat dan aspal) dalam keadaan panas.

10.Pengapian (burner)

Pengapian (burner) merupakan alat yang digunakan untuk memanaskan dan mengeringkan agregat pada pengering maupun membakar aspal dalam tangki penyimpanan.

11.Pengatur udara (air lock damper)

Alat pengatur udara berfungsi untuk mengatur udara saat dilakukan pengapian (burner)

12.Pengatur waktu (timer)

Timer merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengatur lama pencampuran kering dan basah campuran beraspal dalam alat pencampur.

13.Pengering (Drum dryer)

Drum dryer berfungsi sebagai pemanas dan pengering agregat. Suhu agregat dapat mempengaruhi suhu campuran. Drum dryer bergerak berputar dan pada bagian dalamnya terdapat aliran gas yang berfungsi untuk mengeringkan agregat. Drum diletakkan miring dengan bagian ujung bawah terdapat pembakaran (burner) drum untuk pengering agregat.

Baca Juga :

14.Penggetar (vibrator)

Vibrator digunakan sebagai alat penggetar yang diletakkan pada pintu bukaan bin dingin (cold bin) dan saringan panas (hot screening).

15.Pengumpul debu (dust collector)

Pengumpul debu (dust collector) merupakan tempat pengumpulan debu yang dihasilkan dari proses pengeringan agregat.

16.Pintu bukaan bin dingin (cold bin gate)

Pintu bukaan (cold bin gate) digunakan untuk mengeluarkan agregat dari bin dingin (cold bin).

17.Saringan (screen)

Saringan atau ayakan digunakan untuk mengelompokkan butiran agregat sesuai dengan kelompok ukuran (fraksi) masing-masing dengan cara digetar atau diayak yang kemudian akan ditampung di hot bin.

18.Saringan panas (hot screen)

Saringan panas digunakan pada saat proses unit saringan agregat panas

19.Weigh bin

Bin penimbang atau weigh bin adalah bin tempat menampung sekaligus menimbang agregat dari setiap fraksi agregat yang dibutuhkan untuk tiap kali pencampuran atau batch sebelum dioperasikan bin penimbang harus dipemeriksaan kelayakan oleh jawatan meteorologi yang dibuktikan dengan sertifikat pemeriksaan kelayakan. Di bagian bawah bin terdapat pintu pengeluaran yang bisa dibuka dan ditutup secara manual atau secara otomatis.

21.Thermostat

Thermostat merupakan alat yang digunakan untuk mengatur temperature suhu yang tidak menggunakan air raksa.

22.Timbangan

Timbangan merupakan alat untuk menimbang agregat panas, filler dan aspal panas.

23.Unit pengontrol aspal (asphalt control unit)

Unit pengontrol aspal merupakan alat yang terletak pada tangki timbangan aspal untuk mengontrol pemasokan aspal menuju alat pencampur (pugmill).
M Hadi H, S.T.
M Hadi H, S.T. Sharing and building, berharap dapat berpartisipasi walaupun dalam hal kecil untuk kemajuan pengetahuan - Mengabdi di Dinas Pekerjaan Umum salah satu instansi Pemerintah Daerah

1 comment for "Asphalt Mixing Plant Dan Komponen Utamanya"

  1. Pak menghitung jarak efektif AMP ke lokasi pekerjaan bagaimana ya?

    ReplyDelete